Surah Al-Isra, juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah salah satu surah Madaniyah yang kaya akan pesan moral, historis, dan spiritual. Di antara ayat-ayatnya yang agung, ayat ke-12 memiliki relevansi yang sangat praktis dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait dengan usaha manusia dalam mencari rezeki dan berinteraksi dengan alam semesta.
Teks dan Terjemahan QS Al-Isra Ayat 12
Refleksi atas Pergantian Siang dan Malam
Ayat ini mengawali dengan penegasan bahwa Allah SWT menciptakan malam dan siang sebagai dua tanda kebesaran-Nya. Pergantian yang teratur ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah sistem ilahiah yang memiliki tujuan fundamental. Malam diciptakan sebagai waktu istirahat, ketenangan, dan refleksi, ditandai dengan kegelapan yang menaungi. Sementara itu, siang hari dijadikan terang benderang agar manusia dapat beraktivitas dan mencari rezeki.
Ilustrasi: Pergantian siang dan malam sebagai tanda kebesaran Allah.
Tujuan Pencarian Karunia Tuhan
Frasa "agar kamu dapat mencari karunia dari Tuhanmu" menyoroti tujuan utama dari siang hari. Dalam Islam, bekerja mencari rezeki yang halal adalah ibadah. Ayat ini secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk memanfaatkan waktu siang hari yang terang untuk berusaha. Karunia Tuhan di sini tidak hanya terbatas pada aspek materi, namun juga mencakup rahmat, ilmu, dan segala bentuk kebaikan yang diberikan Allah SWT sebagai bentuk kemurahan-Nya.
Ini mengajarkan prinsip keseimbangan. Jika malam adalah waktu untuk pemulihan fisik dan spiritual (shalat malam, tadabbur), maka siang adalah waktu untuk aksi dan produksi. Mengabaikan waktu siang untuk bermalas-malasan adalah bentuk ketidaktaatan terhadap hikmah yang terkandung dalam penciptaan alam semesta.
Penghitungan Waktu dan Ilmu Pengetahuan
Poin penting lainnya dalam ayat 12 adalah fungsi kedua dari siklus waktu ini: "agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan." Ini menunjukkan bahwa sistem waktu yang diciptakan Allah SWT memiliki fungsi matematis dan kalender. Keteraturan matahari dan bulan memungkinkan manusia untuk mengorganisir kehidupan sosial, menentukan musim ibadah (seperti puasa dan haji), serta melakukan perhitungan dagang dan perjanjian.
Ayat ini menjadi dasar bagi pengembangan ilmu falak (astronomi) dan matematika. Islam mendorong umatnya untuk memahami mekanisme alam, karena pemahaman ini akan semakin memperkuat keimanan terhadap kebijaksanaan Sang Pencipta. Perhitungan waktu yang akurat adalah kunci dalam menjalankan kewajiban agama dan mengatur kehidupan duniawi.
Kesempurnaan Perincian Ilahi
Ayat diakhiri dengan penegasan yang kuat: "Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan perincian yang jelas." Ini menegaskan bahwa tidak ada aspek kehidupan yang luput dari perhatian Allah SWT. Hukum, aturan, hikmah, dan tujuan dari ciptaan-Nya telah dijelaskan secara rinci, baik melalui wahyu (Al-Qur'an) maupun melalui tanda-tanda alam (ayat-ayat kauniyah) seperti siang dan malam.
Sebagai penutup, QS Al-Isra ayat 12 memberikan panduan holistik. Ia mengingatkan kita bahwa hidup adalah kombinasi antara usaha (siang hari) dan istirahat (malam hari), semuanya harus dilakukan dalam rangka mencari ridha Allah. Keteraturan alam semesta adalah bukti kasih sayang-Nya yang memfasilitasi kehidupan manusia untuk mencapai tujuan yang mulia, yaitu mendapatkan karunia dan ketaatan kepada-Nya.