Mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan agama Islam. Pada kelas 10 semester 1, fokus utama biasanya terletak pada penguatan dasar-dasar keimanan (akidah) dan pembentukan karakter mulia (akhlak) yang bersumber dari ajaran Islam. Memahami materi ini sangat krusial karena menjadi fondasi bagi perilaku sehari-hari seorang muslim.
Akidah secara bahasa berarti mengikat atau menyimpulkan. Dalam terminologi Islam, akidah adalah serangkaian keyakinan dasar yang harus diyakini oleh setiap muslim dengan sepenuh hati. Rukun iman merupakan inti dari akidah Islam.
Akidah Islam adalah kebenaran yang ditanamkan dalam jiwa, yang diterima sebagai kebenaran mutlak tanpa keraguan sedikit pun, berdasarkan dalil naqli (Al-Qur'an dan Hadis) dan akal.
Ilmu Kalam, sering juga disebut teologi Islam, adalah ilmu yang membahas persoalan akidah dengan menggunakan metode berpikir logis dan rasional (filosofis) untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam dan menolak keraguan pihak luar. Meskipun mengandalkan akal, sumber utama Ilmu Kalam tetap wahyu.
Mempelajari akidah penting karena:
Memahami sifat-sifat Allah SWT yang terangkum dalam Asmaul Husna adalah cara terbaik untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya. Kelas 10 semester 1 biasanya menekankan pada beberapa Asmaul Husna yang fundamental.
Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang Maha Indah dan Maha Sempurna, berjumlah 99. Mengimani dan mengamalkan maknanya adalah bagian dari ibadah.
Memahami sifat-sifat ini mendorong seorang pelajar untuk meneladani sifat baik tersebut dalam interaksi sosialnya, misalnya bersikap adil dan murah hati.
Akhlak adalah ilmu yang mempelajari tentang perbuatan manusia yang berkaitan dengan baik dan buruk, yang kemudian melahirkan kebajikan atau keburukan.
Akhlak adalah karakter atau perangai yang melekat pada jiwa seseorang yang muncul secara spontan dalam perbuatan tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu. Akhlak yang baik disebut akhlak Mahmudah (terpuji), sedangkan akhlak yang buruk disebut akhlak Madzmumah (tercela).
Akhlak merupakan cerminan dari keimanan seseorang. Seorang yang berakidah kuat seharusnya memiliki akhlak yang mulia. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Semester 1 biasanya menyoroti bagaimana membangun karakter positif dalam diri dan hubungannya dengan orang lain.
Interaksi sosial memerlukan landasan akhlak yang kuat agar tercipta kedamaian:
Rangkuman ini menekankan bahwa akidah yang kuat harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari yang terpuji. Keseimbangan antara iman (keyakinan) dan amal (perbuatan) adalah tujuan utama pembelajaran Akidah Akhlak di tingkat kelas 10.