Ikan cupang, dengan keindahan siripnya yang memukau dan warna-warninya yang cerah, telah menjadi favorit para penghobi akuatik di seluruh dunia. Namun, di balik pesona visualnya, tersembunyi kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi agar ikan aduan ini dapat hidup sehat dan bahagia. Menciptakan "rumah" yang tepat bagi ikan cupang bukan sekadar tentang menempatkannya dalam wadah berisi air, melainkan sebuah seni yang mempertimbangkan berbagai faktor penting. Artikel ini akan memandu Anda dalam membangun surga kecil bagi cupang kesayangan Anda.
Ukuran Akuarium yang Tepat
Mitos umum yang beredar adalah bahwa ikan cupang bisa dipelihara dalam wadah kecil seperti toples atau gelas. Ini adalah pandangan yang keliru dan dapat membahayakan kesehatan ikan. Meskipun ikan cupang dapat bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen rendah berkat organ labirinnya, mereka tetap membutuhkan ruang yang cukup untuk bergerak, berenang, dan mengeksplorasi. Ukuran akuarium minimal yang direkomendasikan untuk seekor ikan cupang adalah 5 galon (sekitar 19 liter). Akuarium yang lebih besar akan memberikan stabilitas parameter air yang lebih baik dan ruang gerak yang lebih luas, mengurangi stres pada ikan. Hindari akuarium berbentuk bulat atau tidak beraturan yang mempersulit pembersihan dan dapat menyebabkan disorientasi pada ikan.
Kualitas Air: Kunci Kesehatan Ikan Cupang
Air adalah elemen paling krusial dalam rumah ikan cupang. Parameter air yang stabil sangat penting untuk mencegah penyakit.
- Suhu: Ikan cupang berasal dari perairan tropis, sehingga mereka membutuhkan suhu air yang hangat dan stabil, berkisar antara 24-27 derajat Celcius. Penggunaan pemanas akuarium (heater) sangat disarankan, terutama di daerah dengan suhu ruangan yang dingin.
- pH: Tingkat pH air ideal untuk ikan cupang adalah antara 6.5 hingga 7.5. Perubahan pH yang drastis dapat membuat ikan stres dan rentan terhadap penyakit.
- Amonia, Nitrit, dan Nitrat: Amonia dan nitrit adalah senyawa beracun yang dihasilkan dari sisa makanan dan kotoran ikan. Siklus nitrogen dalam akuarium (cycling) sangat penting untuk mengubah senyawa ini menjadi nitrat yang kurang berbahaya. Lakukan tes air secara berkala untuk memantau kadar ketiganya.
- Pergantian Air: Lakukan pergantian air sebagian (sekitar 25-30%) setiap minggu atau sesuai kebutuhan, tergantung pada ukuran akuarium dan kepadatan ikan. Gunakan air yang sudah diendapkan atau diberi obat dechlorinator untuk menghilangkan klorin yang berbahaya bagi ikan.
Dekorasi yang Aman dan Fungsional
Dekorasi tidak hanya berfungsi untuk mempercantik tampilan akuarium, tetapi juga memberikan lingkungan yang nyaman dan aman bagi ikan cupang.
- Tanaman Hidup: Tanaman seperti Anubias, Java Fern, atau Marimo Moss Ball tidak hanya memperindah akuarium, tetapi juga membantu menyerap nitrat dan menyediakan tempat berlindung bagi ikan. Hindari tanaman dengan tepi yang tajam atau berduri yang dapat merobek sirip ikan cupang yang halus.
- Substrat: Gunakan pasir halus atau kerikil dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Substrat yang baik mendukung pertumbuhan bakteri baik dan memudahkan pembersihan.
- Tempat Berlindung: Sediakan tempat-tempat di mana ikan cupang dapat bersembunyi, seperti gua-gua kecil, kayu apung, atau bahkan cangkir keramik terbalik. Ini memberikan rasa aman bagi ikan.
- Hindari Dekorasi Tajam: Pastikan semua dekorasi, termasuk plastik, keramik, atau batu, memiliki permukaan yang halus. Tepi yang tajam dapat merusak sirip ikan cupang yang indah dan halus, menyebabkan luka yang bisa terinfeksi.
Pentingnya Filter dan Sirkulasi Air
Meskipun ikan cupang dapat bertahan hidup di air yang tenang, sirkulasi air yang lembut dari filter akuarium sangat bermanfaat. Filter mekanis akan membantu mengangkat partikel kotoran, sementara filter biologis menampung bakteri baik yang mengurai amonia dan nitrit. Penting untuk memilih filter yang tidak menghasilkan arus terlalu kuat, karena ikan cupang tidak suka berenang melawan arus deras. Filter spons dengan udara atau filter hang-on-back dengan pengatur aliran air biasanya menjadi pilihan yang baik. Sirkulasi air yang baik juga membantu mendistribusikan oksigen ke seluruh akuarium.
Aspek Sosial: Cupang Jantan dan Betina
Perlu diingat bahwa ikan cupang jantan sangat teritorial dan agresif terhadap cupang jantan lainnya. Mereka tidak boleh dipelihara bersama dalam satu akuarium. Cupang betina, meskipun kurang agresif, juga harus dipelihara secara terpisah kecuali dalam kondisi pembiakan khusus dan dengan pengawasan ketat. Satu akuarium idealnya hanya dihuni oleh satu ekor ikan cupang jantan. Jika ingin memelihara beberapa cupang, gunakan akuarium terpisah untuk masing-masing ikan.
Menciptakan rumah yang nyaman dan aman bagi ikan cupang adalah investasi dalam kesehatan dan kebahagiaan makhluk hidup yang indah ini. Dengan memperhatikan ukuran akuarium, kualitas air, dekorasi yang tepat, dan pemahaman tentang sifat mereka, Anda akan dapat menikmati pesona ikan cupang dalam kondisi terbaiknya. Selamat merawat sang juara!