Masalah kesehatan seksual, termasuk rasa sakit yang terkait dengan ejakulasi atau kesulitan mengeluarkan sperma (ejakulasi retrograde atau anejakulasi), adalah kondisi yang memerlukan perhatian serius. Ketika seorang pria mengalami rasa sakit yang mengiringi atau sesudah hubungan seksual di mana sperma tidak keluar secara normal, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran signifikan, baik secara fisik maupun psikologis.
Rasa sakit saat ejakulasi atau rasa sakit karena sperma tidak keluar bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi medis. Penting untuk dipahami bahwa ejakulasi melibatkan serangkaian kontraksi otot yang kompleks di sepanjang saluran reproduksi. Gangguan pada jalur ini, baik karena peradangan, penyumbatan, atau masalah saraf, dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit.
Ilustrasi kondisi reproduksi pria.
Penyebab Umum Rasa Sakit dan Sperma Tidak Keluar
Ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada gejala ini. Salah satu penyebab yang paling umum adalah **prostatitis**, yaitu peradangan pada kelenjar prostat. Prostat berperan penting dalam memproduksi cairan seminal. Ketika meradang, pembengkakan dan rasa sakit dapat terjadi selama atau setelah ejakulasi. Gejala lain dari prostatitis termasuk kesulitan buang air kecil dan nyeri panggul.
Penyebab penting lainnya adalah **ejakulasi retrograde**. Kondisi ini terjadi ketika semen, alih-alih keluar melalui penis, malah mengalir kembali ke kandung kemih selama orgasme. Meskipun tidak selalu menyakitkan, pada beberapa kasus, perubahan tekanan atau ketidaksempurnaan pada leher kandung kemih dapat menyebabkan sensasi tidak nyaman atau rasa penuh di area panggul setelah klimaks.
Selain itu, penyumbatan pada saluran ejakulasi (ductus deferens atau epididimis) juga bisa menjadi akar masalah. Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh infeksi (seperti gonore atau klamidia yang tidak diobati), cedera, atau bahkan akibat prosedur bedah sebelumnya (seperti vasektomi). Ketika saluran tertutup, tekanan dapat menumpuk di dalam organ reproduksi, menyebabkan rasa sakit hebat saat terjadi rangsangan atau upaya ejakulasi yang gagal.
Kondisi Medis Lain yang Berhubungan
Rasa sakit saat tidak adanya keluarnya sperma juga bisa terkait dengan kondisi yang lebih jarang. Misalnya, **ejakulasi kering** (anejakulasi) di mana tidak ada cairan yang dikeluarkan sama sekali, seringkali terkait dengan kerusakan saraf akibat diabetes jangka panjang, operasi tulang belakang, atau efek samping obat-obatan tertentu, terutama antidepresan atau obat tekanan darah tinggi. Kerusakan saraf ini dapat mencegah otot-otot yang bertanggung jawab untuk kontraksi ejakulasi bekerja sebagaimana mestinya, yang terkadang disertai sensasi tekanan atau nyeri yang tidak tersalurkan.
Kista atau batu pada saluran ejakulasi jarang terjadi namun dapat menyebabkan nyeri tajam dan obstruksi total keluarnya sperma. Apapun penyebabnya, sensasi sakit harus ditanggapi serius, karena mengabaikannya dapat memperburuk kondisi yang mendasari.
Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?
Jika rasa sakit yang Anda rasakan bersifat tajam, konstan, atau sangat mengganggu kualitas hidup Anda, kunjungan ke dokter spesialis urologi sangat dianjurkan. Jangan menganggap remeh nyeri panggul, nyeri saat ereksi, atau nyeri yang terjadi selama atau setelah aktivitas seksual. Diagnosis dini sangat krusial untuk memastikan apakah masalahnya bersifat infeksius (membutuhkan antibiotik), struktural (memerlukan intervensi bedah minimal), atau neurologis.
Dokter urologi akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, menanyakan riwayat medis Anda, dan mungkin merekomendasikan tes tambahan seperti analisis urine, kultur cairan mani (jika ada sedikit cairan yang keluar), tes darah untuk hormon, atau ultrasonografi panggul dan skrotum untuk melihat struktur internalnya.
Langkah Awal Penanganan dan Perawatan
Penanganan akan sangat bergantung pada diagnosis. Untuk kasus prostatitis bakteri, antibiotik adalah pengobatan utama. Jika penyebabnya adalah ejakulasi retrograde, dokter mungkin merekomendasikan perubahan gaya hidup atau obat-obatan tertentu yang membantu mengencangkan katup kandung kemih.
Jika terdapat penyumbatan fisik, prosedur bedah mikro mungkin diperlukan untuk membersihkan atau memperbaiki saluran yang tersumbat. Namun, yang paling penting adalah pendekatan komprehensif. Mengelola stres dan kecemasan yang timbul dari masalah ini juga penting, seringkali melalui konseling atau terapi pasangan, karena isu kesuburan atau fungsi seksual dapat memengaruhi hubungan secara signifikan.
Kesimpulannya, sakit ketika sperma tidak keluar bukanlah hal yang normal dan memerlukan eksplorasi medis profesional. Jangan menunda konsultasi dengan ahli urologi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang sesuai.