Kupas Tuntas Saringan Aquarium Bawah: Fungsi, Jenis, dan Perawatannya
Memiliki akuarium yang jernih dan sehat adalah impian setiap penghobi ikan. Salah satu kunci utama untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menggunakan sistem filtrasi yang tepat. Di antara berbagai jenis filter yang tersedia, saringan aquarium bawah, atau sering disebut undergravel filter (UGF), telah lama menjadi pilihan populer karena efektivitasnya dalam menjaga kualitas air.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai saringan aquarium bawah, mulai dari apa itu, bagaimana cara kerjanya, berbagai jenis yang bisa Anda pilih, hingga tips perawatan agar saringan Anda berfungsi optimal dan memberikan lingkungan terbaik bagi penghuni akuarium Anda.
Apa Itu Saringan Aquarium Bawah?
Saringan aquarium bawah adalah sebuah pelat berlubang yang diletakkan di dasar akuarium, tepat di bawah substrat (pasir atau kerikil). Pelat ini biasanya terhubung ke pompa udara atau pompa air yang akan menarik air melalui substrat. Mikroorganisme yang hidup di dalam substrat akan memecah limbah ikan, sementara partikel kotoran yang lebih besar akan terperangkap di dalam substrat itu sendiri. Air yang sudah tersaring kemudian akan dialirkan kembali ke dalam akuarium dalam keadaan lebih jernih.
Bagaimana Cara Kerja Saringan Aquarium Bawah?
Prinsip kerja saringan aquarium bawah cukup sederhana namun sangat efektif. Berikut langkah-langkahnya:
- Tarikan Air: Pompa udara (menggunakan airstone) atau pompa air akan menciptakan aliran yang menarik air dari permukaan akuarium ke bawah melalui lubang-lubang pada pelat saringan.
- Filtrasi Biologis: Saat air melewati substrat, miliaran bakteri baik yang hidup di sana akan melakukan proses filtrasi biologis. Bakteri ini mengonsumsi amonia dan nitrit (senyawa beracun dari kotoran ikan) dan mengubahnya menjadi nitrat yang lebih aman dalam konsentrasi rendah.
- Filtrasi Mekanis: Substrat (pasir atau kerikil) berfungsi sebagai media penyaring mekanis. Partikel padat seperti sisa makanan, kotoran ikan, dan serpihan tanaman akan terperangkap di antara butiran substrat.
- Sirkulasi Air: Air yang sudah bersih kemudian keluar dari pelat saringan dan kembali ke dalam akuarium, menciptakan sirkulasi yang membantu mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh ekosistem akuarium.
Keunggulan Menggunakan Saringan Aquarium Bawah
Saringan aquarium bawah menawarkan beberapa keuntungan signifikan bagi para penghobi ikan:
- Filtrasi Menyeluruh: Kemampuannya untuk memfilter baik secara biologis maupun mekanis, serta memanfaatkan seluruh area dasar akuarium sebagai media filter, menjadikannya sangat efektif.
- Estetika Alami: Dengan substrat yang menutupi pelat saringan, sistem ini memberikan tampilan yang lebih alami dan menyatu dengan lanskap akuarium dibandingkan filter eksternal atau internal yang terkadang terlihat menonjol.
- Perawatan Minimal: Sekali terpasang dengan benar, saringan jenis ini membutuhkan perawatan yang relatif jarang.
- Cocok untuk Dasar yang Aktif: Sangat baik untuk akuarium yang dihuni oleh ikan yang suka menggali dasar, seperti corydoras atau loach, karena mereka membantu menggerakkan air dan menjaga agar substrat tidak padat.
Jenis-Jenis Saringan Aquarium Bawah
Pada dasarnya, saringan aquarium bawah memiliki prinsip kerja yang sama, namun ada beberapa variasi yang bisa Anda temukan:
- UGF dengan Pompa Udara: Jenis yang paling umum, menggunakan pompa udara dan airstone untuk menggerakkan air. Sangat handal dan minim risiko masalah listrik di dalam air.
- UGF dengan Pompa Air (Powerhead): Menggunakan powerhead kecil yang dipasang pada tabung saringan untuk menarik air. Ini biasanya menghasilkan aliran air yang lebih kuat dan bisa lebih efisien untuk akuarium yang lebih besar atau dengan kepadatan ikan tinggi.
- UGF Modular: Tersedia dalam bentuk panel-panel yang bisa disambung-sambung sesuai ukuran akuarium Anda. Memberikan fleksibilitas dalam penyesuaian area filter.
Tips Pemasangan dan Perawatan Saringan Aquarium Bawah
Untuk memastikan saringan aquarium bawah Anda bekerja optimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Pemilihan Substrat: Gunakan substrat yang memiliki ukuran butiran yang pas. Pasir halus atau kerikil kecil sangat ideal. Hindari substrat yang terlalu halus hingga bisa menyumbat lubang saringan, atau yang terlalu kasar hingga banyak kotoran yang lolos.
- Kedalaman Substrat: Pastikan kedalaman substrat minimal 5-7 cm di atas pelat saringan. Ini memberikan ruang yang cukup bagi bakteri untuk berkembang biak dan mencegah penyumbatan.
- Pembersihan Berkala: Meskipun perawatan minimal, Anda tetap perlu membersihkan substrat secara berkala. Lakukan dengan sangat hati-hati saat mengganti air, gunakan siphon untuk membersihkan kotoran yang menumpuk di permukaan substrat. Jangan pernah menggali terlalu dalam atau menguras seluruh substrat karena bisa merusak koloni bakteri yang penting.
- Periksa Aliran Air: Pastikan pompa udara atau powerhead berfungsi dengan baik dan aliran air tetap lancar. Jika terasa lemah, periksa apakah ada penyumbatan pada pompa, tubing, atau lubang saringan.
- Hindari Penyumbatan: Jangan terlalu banyak memberi makan ikan, karena sisa makanan yang membusuk akan cepat menyumbat substrat.
- Ganti Media Filter Jika Perlu: Jika Anda menggunakan saringan yang memiliki tabung filter tambahan di atasnya, pastikan untuk membersihkan atau mengganti media filter seperti busa atau kapas secara berkala sesuai petunjuk pabrikan.
Memilih dan merawat saringan aquarium bawah dengan benar adalah investasi penting untuk kesehatan dan keindahan akuarium Anda. Dengan sedikit perhatian pada detail pemasangan dan perawatan rutin, Anda dapat menikmati akuarium yang jernih, bebas racun, dan penuh kehidupan.