Dalam perjalanan reproduksi, banyak pria mungkin memperhatikan perubahan pada penampilan cairan semen mereka. Salah satu deskripsi yang sering muncul adalah sperma berwarna putih telur. Warna ini, meskipun mungkin menimbulkan sedikit kekhawatiran bagi sebagian orang yang tidak mengetahuinya, sebenarnya merupakan indikasi yang cukup umum dan seringkali normal dari kesehatan semen.
Secara umum, ejakulat manusia memiliki warna yang bervariasi, mulai dari abu-abu keputihan hingga putih keruh. Ketika ejakulasi terjadi, semen terdiri dari dua komponen utama: sperma (yang hanya menyumbang persentase kecil dari total volume) dan cairan mani (semen plasma) yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Cairan inilah yang seringkali menentukan warna dominan.
Warna putih telur atau putih keabu-abuan seringkali menunjukkan kadar protein yang sehat dan komposisi cairan mani yang seimbang. Cairan prostat cenderung lebih encer dan bening, sementara cairan dari vesikula seminalis lebih kental dan kaya akan fruktosa serta protein, yang berkontribusi pada tampilan putih susu atau seperti putih telur saat mengental.
Visualisasi abstrak komposisi cairan semen.
Meskipun sperma berwarna putih telur umumnya normal, variasi warna dapat menjadi penanda kondisi kesehatan tertentu. Perubahan warna yang signifikan dan persisten harus mendapatkan perhatian profesional.
Ejakulat yang tampak kuning cerah atau kekuningan bisa disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, ejakulasi yang jarang terjadi, menyebabkan sperma menjadi lebih tua dan warnanya lebih pekat. Kedua, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi, terutama jika disertai rasa sakit atau bau menyengat. Kuning juga bisa disebabkan oleh sisa urin dalam uretra atau kondisi medis seperti penyakit kuning (jika kuningnya sangat intens).
Darah dalam semen (hemospermia) seringkali mengejutkan. Penyebabnya bisa termasuk peradangan pada prostat atau epididimis, cedera, atau dalam kasus yang jarang, kondisi yang lebih serius. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya, ini selalu memerlukan konsultasi medis untuk menyingkirkan kemungkinan yang lebih serius.
Warna hijau biasanya merupakan indikasi infeksi bakteri yang signifikan, seringkali terkait dengan penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi prostat (prostatitis). Jika Anda melihat warna hijau, segera periksakan diri ke dokter.
Kondisi harian seseorang sangat mempengaruhi penampilan ejakulat. Beberapa faktor yang dapat membuat sperma berwarna putih telur tampak lebih jelas atau lebih keruh meliputi:
Secara keseluruhan, jika ejakulat Anda tampak putih susu, mirip dengan putih telur, dan tidak disertai gejala yang mengkhawatirkan seperti nyeri, gatal, atau bau yang tidak biasa, kemungkinan besar itu adalah tanda kesehatan reproduksi yang normal. Namun, dalam dunia kesehatan, perubahan mendadak dan berkelanjutan selalu menjadi alasan untuk mencari nasihat profesional. Pemantauan terhadap konsistensi dan warna adalah bagian kecil dari menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan.