Pertanyaan mengenai posisi spesifik surat-surat pendek dalam Al-Qur'an sering muncul, terutama bagi mereka yang baru memulai menghafal atau mempelajari urutan mushaf. Salah satu surat yang memiliki peringatan keras tentang hari akhir adalah Surat Al-Zalzalah. Untuk menjawab pertanyaan mendasar, Surat Al-Zalzalah terletak di Juz ke-30 Al-Qur'an.
Penempatan Strategis di Juz Terakhir
Juz ke-30, yang juga dikenal sebagai Juz 'Amma, adalah bagian terakhir dari Al-Qur'an. Bagian ini terkenal karena didominasi oleh surat-surat pendek (surat-surat Makkiyah awal) yang memiliki pesan tauhid yang kuat, deskripsi hari kiamat, serta keagungan penciptaan. Surat Al-Zalzalah (Az-Zalzalah), yang memiliki arti "Kegoncangan", menduduki posisi penting di dalam juz ini.
Secara urutan di dalam mushaf, Al-Zalzalah adalah surat ke-99 dalam susunan mushaf standar, namun ia terletak di Juz 30 karena penomoran juz seringkali didasarkan pada pembagian surat yang mendekati akhir Al-Qur'an. Surat Al-Zalzalah dibuka setelah Surat Al-Bayyinah (Surat ke-98) dan sebelum Surat Al-'Adiyat (Surat ke-100). Meskipun Al-Zalzalah berada di bagian akhir, ia termasuk dalam kelompok surat yang sering kali dibaca karena kandungannya yang ringkas namun sangat padat maknanya.
Kandungan Utama Surat Al-Zalzalah
Ayat pertama surat ini langsung memberikan gambaran tentang peristiwa dahsyat yang akan terjadi: "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat." (QS. Al-Zalzalah: 1). Poin utama dari surat yang terdiri dari delapan ayat ini adalah penekanan bahwa sekecil apapun perbuatan manusia, baik atau buruk, tidak akan luput dari perhitungan di Hari Kiamat.
Ayat kuncinya adalah:
- Ayat 7: "Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
- Ayat 8: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
Penempatan surat ini di Juz 30 berfungsi sebagai pengingat final bagi seorang Muslim menjelang akhir bacaan Al-Qur'an mereka. Ketika seseorang menutup mushaf setelah membaca Juz 30, surat seperti Al-Zalzalah ini meninggalkan kesan mendalam tentang pertanggungjawaban individu (hisab).
Perbedaan Antara Urutan Mushaf dan Urutan Pewaktuan Juz
Penting untuk dipahami bahwa urutan surat dalam mushaf (tartib) seringkali berbeda dengan pembagian juz yang dibuat oleh para ulama untuk memudahkan pembacaan harian. Surat Al-Zalzalah berada di urutan ke-99 secara kronologis berdasarkan wahyu dan penulisan di mushaf. Namun, pembagian juz dilakukan untuk membagi total 114 surat ke dalam 30 bagian kurang lebih sama rata.
Juz 30 sendiri dimulai dari Surat An-Naba' (Surat ke-78) dan berakhir pada Surat An-Nas (Surat ke-114). Karena Al-Zalzalah adalah surat ke-99, ia jatuh jauh di tengah-tengah Juz 30, bersama dengan surat-surat pendek lainnya seperti Al-Qari'ah, At-Takatsur, dan Al-'Ashr. Struktur Juz 30 ini sangat membantu dalam menjaga fokus pada tema-tema eskatologis dan tauhid praktis.
Mengapa Surat Pendek Ditempatkan di Juz Akhir?
Secara umum, banyak surat di Juz 30, termasuk Al-Zalzalah, diturunkan saat Nabi Muhammad SAW masih di Mekkah (Makkiyah). Surat-surat Makkiyah cenderung berfokus pada dasar-dasar akidah, keesaan Allah, dan gambaran akhirat. Ketika Al-Qur'an dibukukan dan disusun (tartib) setelah wafatnya Nabi, para sahabat menempatkan surat-surat yang lebih panjang (Madaniyah) di awal dan surat-surat yang lebih pendek (Makkiyah) di akhir, meskipun ada pengecualian seperti Al-Baqarah yang panjang berada di awal.
Oleh karena itu, posisi Surat Al-Zalzalah di Juz ke-30 ini menegaskan fokusnya pada peringatan akhirat yang mendesak. Keberadaannya bersama surat-surat penutup juz berfungsi sebagai penutup yang kuat, mengingatkan pembaca untuk senantiasa waspada dan memperbaiki amal perbuatan mereka sebelum waktu perhitungan tiba. Pemahaman ini sangat vital untuk menghayati makna Al-Qur'an secara menyeluruh, tidak hanya sekadar menghafal nomor surat atau juznya saja.