Warna cairan mani atau sperma pada pria biasanya berwarna putih keabu-abuan atau sedikit transparan. Namun, beberapa pria mungkin menyadari adanya perubahan warna yang lebih kentara, salah satunya adalah sperma kuning. Perubahan warna ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, meskipun dalam banyak kasus, kondisi ini tidak selalu mengindikasikan masalah kesehatan yang serius.
Memahami apa yang menyebabkan sperma berubah menjadi kuning sangat penting untuk menentukan apakah diperlukan penanganan medis lebih lanjut atau cukup dengan penyesuaian gaya hidup. Perubahan warna ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari diet, tingkat hidrasi, hingga kondisi medis tertentu.
Penyebab Umum Sperma Kuning
Ada beberapa alasan utama mengapa cairan mani bisa tampak kekuningan. Salah satu penyebab paling umum dan relatif tidak berbahaya adalah sisa air mani sebelumnya yang mengering atau bercampur dengan urine. Urine memiliki pigmen kuning, dan jika ada residu yang tertinggal di uretra (saluran kencing), maka ejakulasi berikutnya bisa tampak sedikit keruh atau kuning.
Selain itu, faktor diet juga berperan. Konsumsi makanan tertentu, terutama yang tinggi zat pewarna alami atau suplemen yang mengandung sulfur (seperti bawang putih atau asparagus), terkadang dapat sedikit memengaruhi warna cairan tubuh, termasuk sperma.
Kaitan Sperma Kuning dengan Infeksi dan Penyakit
Meskipun penyebab di atas bersifat ringan, sperma kuning juga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang memerlukan perhatian dokter. Salah satu penyebab utamanya adalah infeksi pada saluran reproduksi. Infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia, atau infeksi pada kelenjar prostat (prostatitis) atau epididimis (epididimitis), dapat menyebabkan sel darah putih bercampur dengan cairan mani.
Sel darah putih (leukosit) ini berfungsi melawan infeksi. Ketika jumlahnya meningkat drastis dalam ejakulat, hal ini seringkali membuat cairan mani terlihat keruh, kuning, atau bahkan kehijauan. Perubahan warna ini biasanya disertai gejala lain seperti nyeri saat ejakulasi, sensasi terbakar saat buang air kecil, atau pembengkakan di area testis.
Jaundice (Penyakit Kuning)
Dalam kasus yang jarang terjadi, warna kuning cerah pada sperma bisa menjadi indikasi adanya penyakit kuning atau jaundice. Jaundice disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah, yang biasanya menandakan adanya masalah pada hati atau kantung empedu. Jika Anda mengalami kulit dan mata menguning bersamaan dengan sperma kuning, segera cari pertolongan medis.
Kapan Harus ke Dokter?
Perubahan warna sperma menjadi kuning sesekali yang tidak disertai gejala lain kemungkinan besar bersifat sementara. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengamati sperma kuning secara konsisten selama beberapa hari atau disertai gejala-gejala berikut:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil (disuria).
- Nyeri pada testis, penis, atau perut bagian bawah.
- Demam atau menggigil.
- Bau yang sangat tidak sedap pada cairan mani.
- Adanya darah dalam sperma (hematospermia).
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin tes laboratorium, seperti analisis sperma atau tes urine, untuk mengidentifikasi sumber masalah. Jika penyebabnya adalah infeksi, antibiotik biasanya akan diresepkan untuk mengatasinya.
Penanganan dan Pencegahan
Jika perubahan warna disebabkan oleh dehidrasi ringan atau diet, meningkatkan asupan cairan (air putih) dan memastikan pola makan seimbang seringkali sudah cukup untuk mengembalikan warna sperma menjadi normal. Menghindari kebersihan yang berlebihan pada area genital juga bisa membantu, karena sabun keras dapat mengiritasi dan menyebabkan sedikit perubahan warna sementara.
Penting untuk diingat bahwa menjaga kesehatan seksual secara keseluruhan, termasuk praktik seks aman untuk mencegah IMS, adalah langkah pencegahan terbaik terhadap kondisi yang dapat menyebabkan perubahan warna sperma patologis. Jangan biarkan rasa malu menghalangi Anda mencari bantuan profesional jika perubahan warna ini disertai gejala yang mengkhawatirkan.