Ilustrasi: Walaupun jumlahnya sedikit, jika sperma berkualitas, peluang kehamilan tetap ada.
Pertanyaan mengenai apakah volume ejakulasi yang rendah atau jumlah sperma yang sedikit dapat menyebabkan kehamilan adalah hal yang umum dialami oleh pasangan yang sedang berusaha memiliki anak. Dalam dunia kesuburan pria, kuantitas (jumlah) sperma memang menjadi salah satu faktor penting, namun bukan satu-satunya penentu keberhasilan pembuahan.
Secara medis, kondisi di mana jumlah sperma dalam ejakulat berada di bawah batas normal disebut oligospermia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah sperma normal dalam satu mililiter (ml) cairan semen adalah 15 juta atau lebih. Jika angkanya di bawah itu, peluang pembuahan alami mungkin menurun, tetapi tidak berarti nol.
Meskipun dibutuhkan jutaan sperma untuk meningkatkan peluang membuahi satu sel telur, fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan hamil sangat bergantung pada kualitas sperma, bukan sekadar volumenya. Berikut adalah beberapa aspek kualitas yang krusial:
Oleh karena itu, sebuah sampel ejakulat dengan volume yang rendah (sperma sedikit) masih bisa membuahi jika sperma yang ada memiliki motilitas dan morfologi yang sangat baik.
Penurunan jumlah sperma memang meningkatkan tantangan dalam proses pembuahan alami. Dalam siklus menstruasi normal, hanya sekitar 100 hingga 300 sperma yang berhasil mencapai tuba falopi dari jutaan yang dilepaskan. Jika jumlah awal yang dilepaskan sudah sangat minim (misalnya, di bawah 5 juta per ml), meskipun sebagian kecil berhasil, peluang alami menjadi sangat kecil.
Dokter biasanya akan menyarankan pasangan untuk mencari bantuan medis jika setelah satu tahun percobaan kehamilan alami belum berhasil, terutama jika hasil analisis sperma (spermiogram) menunjukkan adanya oligospermia berat atau bahkan azoospermia (tidak ada sperma sama sekali).
Jika didiagnosis memiliki jumlah sperma yang rendah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, baik perubahan gaya hidup maupun intervensi medis:
Kesimpulannya, sperma sedikit tidak selalu berarti tidak mungkin hamil. Namun, ini adalah indikasi bahwa peluang pembuahan alami mungkin lebih rendah dibandingkan pasangan dengan hitungan sperma normal. Konsultasi dengan spesialis kesuburan akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peluang dan opsi penanganan terbaik berdasarkan hasil analisis sperma yang komprehensif.
Penting untuk Diketahui: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi edukatif dan tidak menggantikan nasihat, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan kekhawatiran kesehatan Anda dengan dokter atau profesional medis yang berkualifikasi.