Volume ejakulasi merupakan topik yang seringkali menjadi perhatian banyak pria. Volume yang dianggap normal umumnya berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml per ejakulasi. Meskipun volume yang lebih besar sering dikaitkan dengan kesuburan atau vitalitas, penting untuk dipahami bahwa jumlah sperma yang sehat dan berkualitas jauh lebih penting daripada volume cairannya semata.
Banyak faktor yang memengaruhi seberapa banyak cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu mengoptimalkan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Volume cairan mani tidak selalu stabil. Beberapa praktik dan kondisi fisiologis dapat menyebabkan variasi signifikan:
Ini adalah faktor yang paling jelas. Semakin sering seorang pria berejakulasi dalam periode waktu tertentu (misalnya, dalam 24 jam), semakin kecil volume yang dihasilkan pada setiap ejakulasi berikutnya. Hal ini karena tubuh memerlukan waktu untuk memproduksi dan mengisi kembali cairan semen yang terdiri dari air, fruktosa (dari kelenjar seminalis), dan cairan dari kelenjar prostat.
Cairan semen sebagian besar terdiri dari air. Dehidrasi, bahkan yang ringan, dapat mengurangi produksi cairan tubuh secara keseluruhan, yang otomatis berdampak pada volume ejakulat. Memastikan asupan air yang cukup sepanjang hari sangat krusial.
Beberapa nutrisi berperan penting dalam produksi cairan semen. Makanan yang kaya akan zink, asam amino (seperti L-arginin), dan antioksidan dapat mendukung kesehatan testis dan kelenjar penghasil cairan. Kekurangan nutrisi esensial ini dapat memengaruhi volume total.
Volume cenderung meningkat setelah periode pantang yang lebih lama. Meskipun periode pantang yang terlalu lama (misalnya, lebih dari 5-7 hari) kadang-kadang dapat menurunkan kualitas atau motilitas sperma, volume biasanya mencapai puncaknya setelah beberapa hari tanpa ejakulasi.
Seiring bertambahnya usia, produksi cairan semen mungkin mengalami penurunan alami. Selain itu, kondisi medis seperti infeksi pada prostat (prostatitis) atau masalah hormonal dapat secara drastis mengurangi volume ejakulasi.
Fokus utama harus selalu pada peningkatan kesehatan secara umum, yang secara tidak langsung akan mendukung volume ejakulasi yang optimal:
Volume ejakulasi di bawah 1,5 ml (disebut hypospermia) mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika disertai dengan kesulitan mendapatkan keturunan atau perubahan warna dan bau yang drastis.
Perlu diingat bahwa volume yang lebih besar tidak selalu berarti lebih subur. Dokter spesialis andrologi atau urologi dapat melakukan analisis semen (spermiogram) untuk menilai jumlah sperma, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sperma Anda, yang merupakan indikator kesuburan yang jauh lebih akurat.