Surah Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, adalah salah satu surat Madaniyah dalam Al-Qur'an yang sarat akan pelajaran penting mengenai keesaan Allah, kekuasaan-Nya yang tak terbatas, serta peringatan bagi umat manusia. Ayat 1 hingga 7 dari surat ini secara khusus menyoroti peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra' Mi'raj, sekaligus memberikan gambaran tentang kehancuran dan kebangkitan Bani Israil berdasarkan perbuatan mereka.
Ayat 1: Keagungan Isra' Mi'raj
Ayat pertama membuka dengan sebuah pernyataan yang mengagumkan:
(1) Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat ini menegaskan kebesaran Allah (Subhana) yang memindahkan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam dari Ka'bah di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra'). Perjalanan ini bukan sekadar peristiwa fisik, tetapi juga sarana Allah untuk menunjukkan sebagian dari ayat-ayat-Nya yang maha agung kepada Rasul-Nya. Ini merupakan penghormatan tertinggi dan penguatan iman bagi Nabi sebelum menghadapi tantangan dakwah yang lebih berat.
Ayat 2 dan 3: Anugerah kepada Musa dan Peringatan
Selanjutnya, Allah menyebutkan anugerah kepada Nabi Musa AS:
(2) Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (seraya berkata), "Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا(3) (Merekalah) keturunan orang-orang yang Kami selamatkan bersama menuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah seorang hamba (Allah) yang sangat bersyukur.
Ayat 2 menekankan bahwa Al-Qur'an memiliki kedudukan yang sama dengan Taurat sebagai petunjuk, namun peringatan tegas diberikan kepada Bani Israil untuk tidak berpaling dari Allah dan hanya menjadikan-Nya sebagai pelindung. Ayat 3 mengingatkan mereka bahwa nenek moyang mereka adalah orang-orang yang diselamatkan bersama Nabi Nuh karena kesyukurannya, sebuah teladan yang seharusnya mereka ikuti.
Ayat 4 dan 5: Kehancuran Pertama Bani Israil
Ayat-ayat berikutnya menjelaskan bahwa kerusakan yang dilakukan Bani Israil akan mendatangkan dua kali azab dari Allah:
(4) Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan melampaui batas dengan keangkuhan yang besar."
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا(5) Maka apabila datang janji (pelaksanaan azab) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang sangat keras permusuhan-Nya, lalu mereka merajalela di kampung-kampung; dan itulah janji yang pasti terlaksana.
Allah memberitahu bahwa kerusakan yang mereka lakukan di Bumi akan terjadi dua kali, diikuti dengan keangkuhan yang melampaui batas. Janji kehancuran pertama terwujud melalui pengiriman pasukan kuat yang menghancurkan pemukiman mereka.
Ayat 6 dan 7: Pemulihan dan Kehancuran Kedua
Setelah kehancuran pertama, Allah memberikan kesempatan kedua kepada mereka untuk bangkit, namun mereka tetap mengulang kesalahan yang sama:
(6) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran (untuk mengalahkan) mereka, dan Kami tambahkan kepadamu harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا(7) (Dikatakan kepada mereka), "Jika kamu berbuat baik, (kebaikan itu) untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian itu) untuk dirimu juga." Maka, apabila datang janji (pelaksanaan azab) yang kedua, (Kami datangkan musuh lain) untuk menyuramkan muka-muka kalian dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsa) sebagaimana mereka memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan segala sesuatu yang mereka kuasai dengan sebenar-benarnya.
Ayat 6 menjelaskan bahwa setelah kehancuran pertama, Allah memulihkan kekuasaan mereka, memberikan harta dan keturunan yang banyak. Namun, ayat 7 berfungsi sebagai peringatan keras: kebaikan atau keburukan yang mereka lakukan akan kembali kepada diri mereka sendiri. Ketika mereka kembali berbuat kerusakan dan melampaui batas, janji azab kedua akan tiba, membawa kehancuran total ke Masjidil Aqsa, persis seperti kehancuran yang pertama, sebagai konsekuensi atas pengkhianatan dan keangkuhan mereka terhadap nikmat yang telah diberikan Allah.
Secara keseluruhan, Surah Al-Isra ayat 1-7 memberikan fondasi keimanan melalui peristiwa Isra' Mi'raj, sekaligus menjadi pelajaran abadi mengenai konsekuensi logis dari perbuatan manusia, terutama bagi Bani Israil yang beberapa kali mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri namun memilih jalan kesombongan.