Mukadimah Ayat-Ayat Penting
Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah salah satu surah penting dalam Al-Qur'an yang memuat banyak pelajaran historis dan spiritual. Di antara ayat-ayat yang sarat makna, terdapat ayat 81 dan 82 yang secara khusus membahas tentang kebenaran wahyu dan dampaknya terhadap kebatilan.
Ayat-ayat ini seringkali dikutip dalam konteks perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah kebenaran di tengah penolakan kaumnya. Pemahaman mendalam terhadap ayat ini memberikan kita wawasan tentang janji Allah SWT mengenai kemenangan hak dan kehancuran batil.
Surah Al-Isra Ayat 81
Artinya: "Dan katakanlah: 'Kebenaran (Al-Qur'an) telah datang, dan kebatilan telah lenyap.' Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap."
Ayat 81 ini adalah sebuah deklarasi tegas. Kata "Al-Haqq" (Kebenaran) merujuk pada Islam, Al-Qur'an, dan syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Sementara "Al-Bathil" (Kebatilan) merujuk pada kekufuran, kesesatan, dan segala bentuk penyimpangan dari ajaran tauhid. Allah SWT menjamin bahwa kebenaran, pada akhirnya, akan menang dan menyingkirkan kebatilan.
Frasa "Innal batila kana zahuqan" (Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap) adalah janji ilahiah yang mutlak. Ini memberikan semangat kepada para pengikut kebenaran bahwa meskipun tantangan dan penolakan mungkin datang silih berganti, kemenangan akhir selalu menjadi milik kebenaran. Dalam konteks sejarah Islam, ayat ini terwujud nyata ketika Mekah ditaklukkan dan berhala-berhala dihancurkan dari Ka'bah.
Surah Al-Isra Ayat 82
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman; dan (Al-Qur'an) itu tidak menambah apapun bagi orang-orang yang zalim selain kerugian."
Ayat 82 menjelaskan fungsi Al-Qur'an, yang merupakan manifestasi dari kebenaran itu sendiri. Al-Qur'an memiliki dua peran utama bagi orang beriman: **syifa'** (penyembuh) dan **rahmah** (rahmat). Penyembuhan di sini mencakup penyembuhan spiritual dari keraguan dan penyakit hati, serta penyembuhan fisik, berdasarkan izin Allah. Rahmat adalah kasih sayang dan petunjuk yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sebaliknya, bagi mereka yang zalim—mereka yang menolak kebenaran—Al-Qur'an justru hanya menambah **khasarah** (kerugian). Ini karena penolakan mereka menjadikan ayat-ayat suci sebagai hujjah (bukti) yang memberatkan mereka di hari perhitungan kelak. Semakin banyak mereka mendengar kebenaran tetapi memilih berpaling, semakin besar kerugian yang mereka kumpulkan.
Relevansi Kontemporer Surah Al-Isra Ayat 81-82
Pelajaran dari ayat 81 dan 82 tetap relevan hingga kini. Dalam menghadapi berbagai ideologi atau informasi yang menyesatkan di era modern, ayat-ayat ini menjadi pengingat bahwa kebenaran yang bersumber dari wahyu ilahi pasti akan menemukan jalannya untuk bersinar.
Sebagai umat Islam, tugas kita adalah terus menyuarakan dan mengamalkan kebenaran (Al-Haqq) dengan keyakinan penuh, sebagaimana diajarkan oleh ayat 81. Kita tidak perlu gentar terhadap kekuatan kebatilan karena kita telah diberi kepastian bahwa kebatilan itu akan sirna. Sementara itu, ayat 82 mengajarkan kita untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber penyembuhan dan pedoman utama, menjauhkannya dari menjadi sekadar bacaan tanpa implementasi.
Memperdalam hubungan dengan Al-Qur'an melalui tadabbur (perenungan) akan menguatkan fondasi spiritual kita, melindungi kita dari kerugian duniawi dan ukhrawi, serta menegaskan bahwa janji Allah SWT tidak pernah meleset.