Tafsir Surah Al-Isra Ayat 84

Ilustrasi Pencarian dan Petunjuk Ilahi Q A H Manusia

Teks dan Terjemahan Surah Al-Isra Ayat 84

قُلۡ كُلٌّ يَّعۡمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۚ فَرَبُّكُمۡ اَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ اَهۡدٰى سَبِيۡلًا

Terjemahan: Katakanlah, "Setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."

Konteks Ayat: Keunikan dan Tujuan Setiap Individu

Surah Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, mengandung banyak pelajaran penting mengenai perjalanan umat manusia, tantangan yang dihadapi, dan tuntunan ilahi. Ayat ke-84 ini datang sebagai respons terhadap keraguan atau perbedaan perilaku yang ditunjukkan oleh berbagai kelompok manusia. Ayat ini secara tegas memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan pesan penutup mengenai prinsip keadilan dan pemahaman tentang tabiat manusia.

Pesan utama ayat ini adalah pengakuan bahwa setiap individu memiliki kecenderungan, karakter, dan jalan hidup (syakilatihi) yang unik. Kata syakilah (asal kata dari syakilatihi) berarti cara, keadaan, atau kecenderungan batiniah. Dalam konteks tafsir, ini merujuk pada motif, keyakinan dasar, dan cara pandang yang membentuk tindakan seseorang. Ada yang berbuat karena didorong oleh keimanan murni, ada yang berbuat karena dorongan hawa nafsu, dan ada pula yang berbuat karena kebiasaan atau adat istiadat.

Penjelasan Mendalam Mengenai "Syakilatihi"

Fokus ayat ini bukanlah pada penghakiman yang instan, melainkan pada pengakuan universalitas perbedaan tersebut. Allah SWT, dalam kemahatahuan-Nya, mengetahui dengan sempurna siapa yang benar-benar berada di jalan yang lurus (ahda sabila).

  1. Prinsip Pertanggungjawaban Individual: Ayat ini menegaskan bahwa pertanggungjawaban amal perbuatan bersifat sangat personal. Seseorang tidak bisa lepas dari konsekuensi tindakannya sendiri, terlepas dari apa yang dilakukan orang lain di sekitarnya.
  2. Keadilan Ilahi: Frasa "Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya" adalah penegasan mutlak atas keadilan Allah. Meskipun manusia mungkin salah menilai niat atau jalan hidup orang lain, tidak ada satu pun niat tersembunyi yang luput dari pengawasan-Nya. Ini memberikan ketenangan bagi orang-orang beriman bahwa usaha mereka di jalan kebenaran akan dinilai secara akurat.
  3. Pesan Kepada Rasul: Ayat ini juga berfungsi sebagai hiburan dan arahan bagi Nabi Muhammad SAW. Di tengah perbedaan pandangan dan penolakan yang beliau hadapi, beliau diperintahkan untuk tidak memaksakan kehendak, tetapi cukup menyampaikan kebenaran, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah yang Maha Tahu niat terdalam setiap hamba.

Relevansi Kontemporer Surah Al-Isra Ayat 84

Di era modern, di mana arus informasi dan ideologi begitu deras, ayat ini menjadi pengingat krusial. Kehidupan sosial sering kali menuntut kita untuk mengikuti mayoritas atau tren tertentu. Namun, Surah Al-Isra ayat 84 mengajarkan bahwa nilai sejati tindakan kita terletak pada integritas batiniah (syakilah) kita, bukan semata-mata kesesuaian lahiriah dengan lingkungan.

Ketika dihadapkan pada situasi di mana orang lain mungkin tampak lebih sukses namun melalui jalan yang meragukan, ayat ini mengingatkan kita untuk tetap teguh pada prinsip kebenaran yang kita yakini sesuai dengan petunjuk ilahi. Kita fokus pada perbaikan diri dan konsistensi tindakan sesuai hati nurani yang bersih. Penghakiman akhir, dan penentuan siapa yang benar-benar berada di jalan yang paling benar, adalah hak prerogatif Allah SWT semata. Ayat ini mendorong refleksi diri yang mendalam daripada sibuk mengamati dan menghakimi jalan orang lain.

🏠 Homepage