Keagungan Surah Al-Zalzalah dan Lafal Penutupnya

Surah Al-Zalzalah (atau Surah Az-Zalzalah), yang merupakan surah ke-99 dalam urutan mushaf, adalah salah satu surah pendek namun padat makna dalam Al-Qur'an. Surah ini berbicara tentang hari kiamat, guncangan dahsyat yang akan melanda bumi, serta pertanggungjawaban mutlak setiap amal perbuatan manusia, sekecil apa pun.

Guncangan Hari Akhir

Pembukaan surah ini sangat dramatis, menggambarkan peristiwa yang akan terjadi saat Hari Pembalasan tiba. Allah SWT berfirman:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1)

(1) Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.

Guncangan ini bukan sekadar gempa bumi biasa, melainkan sebuah peristiwa kosmik yang menandai berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya fase penghitaman (hisab). Bumi akan mengeluarkan segala beban dan rahasianya, seolah-olah ia "muntah" isi perutnya.

Pertanggungjawaban Mutlak

Setelah menggambarkan keguncangan tersebut, ayat-ayat selanjutnya mengarahkan fokus kepada manusia. Setiap jiwa akan dihadapkan pada realitas perbuatannya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari perhitungan Allah SWT.

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2)
وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3)

(2) dan bumi mengeluarkan isi perutnya, (3) dan manusia bertanya, "Ada apa dengan bumi ini?"

Kengerian hari itu membuat manusia kebingungan. Di tengah kebingungan itu, Allah Yang Maha Kuasa memberikan jawaban melalui wahyu-Nya, menjelaskan bahwa hari itu adalah hari perhitungan. Baik kebaikan sekecil atom maupun keburukan sekecil debu akan ditampakkan.

Lafal Penutup yang Menggugah Iman

Puncak penekanan dalam Surah Al-Zalzalah terletak pada dua ayat terakhir. Setelah menjelaskan bahwa setiap amal akan dibalas setimpal, surah ini ditutup dengan penegasan yang sangat tegas dan mutlak mengenai keadilan Ilahi.

Ayat penutup ini merupakan kesimpulan logis dari seluruh rangkaian peringatan yang telah disampaikan. Allah SWT menegaskan bahwa setiap orang akan menerima balasan sesuai dengan apa yang mereka lakukan selama hidup di dunia.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (7)
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

(7) Pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka balasan perbuatan mereka. (8) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya.

Lafal yang menjadi penutup Surah Al-Zalzalah adalah penekanan pada pembalasan mutlak: "Wa man ya'mal misqāla ḏarratin syarrāy yarah." Lafal ini berfungsi sebagai lonceng peringatan terakhir. Kata "zarrah" (ذَرَّةٍ), yang sering diartikan sebagai atom atau partikel terkecil yang tak terlihat mata, menunjukkan cakupan ilmu dan keadilan Allah yang meliputi segala sesuatu.

Pesan yang dibawa oleh Surah Al-Zalzalah ini sangat vital bagi seorang Muslim. Ia mendorong kesadaran diri (muhasabah) secara terus-menerus. Kita harus selalu sadar bahwa setiap tindakan, niat, ucapan, dan bahkan diam kita dicatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta. Tidak ada amal yang sia-sia, baik itu kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas maupun keburukan yang dianggap remeh.

Signifikansi Lafal Penutup

Mengapa penekanan diberikan pada "seberat zarrah"? Ini adalah salah satu bentuk rahmat dan keadilan Allah. Rahmat-Nya memastikan bahwa amal baik terkecil pun tidak akan hilang. Keadilan-Nya memastikan bahwa kejahatan sekecil apa pun akan mendapat konsekuensinya. Surah ini menuntut keseriusan dalam menjalani hidup, karena pertanggungjawaban itu pasti datang, bersamaan dengan guncangan bumi yang mengakhiri segalanya.

Oleh karena itu, memahami dan merenungkan Surah Al-Zalzalah, terutama lafal penutupnya, menjadi pengingat kuat untuk senantiasa berbuat baik, menjauhi maksiat, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk hari ketika bumi telah mengeluarkan segala bebannya.

Visualisasi Keadilan dan Timbangan Kebaikan (Khair) Kejahatan (Syarr)

Refleksi Surah Al-Zalzalah mendorong kesiapan spiritual menghadapi hari perhitungan.

🏠 Homepage