Surah Al-Zalzalah (atau Az-Zalzalah) adalah salah satu surah pendek dalam Al-Qur'an, terdiri dari 8 ayat. Surah ini memiliki pesan fundamental mengenai goncangan hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan manusia. Salah satu pertanyaan mendasar dalam studi tafsir dan sejarah Islam adalah mengenai lokasi geografis di mana surah ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Mengetahui konteks ini membantu memperjelas makna dan urgensi ayat-ayat tersebut.
Dimana Surah Al-Zalzalah Diturunkan?
Secara umum, para ulama tafsir mengkategorikan surah-surah dalam Al-Qur'an menjadi Makkiyah (diturunkan sebelum Hijrah ke Madinah) atau Madaniyah (diturunkan setelah Hijrah). Penentuan lokasi penurunan ini sangat penting karena menentukan konteks sosial, politik, dan spiritual saat ayat itu diwahyukan. Mengenai **surah Al-Zalzalah diturunkan di kota** mana, konsensus kuat dari mayoritas mufassir menunjukkan bahwa surah ini tergolong dalam kelompok surah Makkiyah.
Jika Al-Zalzalah adalah surah Makkiyah, maka dapat disimpulkan bahwa surah ini diturunkan di kota **Makkah** (Mekkah) sebelum peristiwa Hijrah besar Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Periode Makkiyah dikenal sebagai masa penanaman dasar-dasar akidah, pengenalan konsep tauhid, hari akhir, dan peringatan tentang azab ilahi bagi mereka yang ingkar.
Ilustrasi Konteks Wahyu di Lingkungan Awal Islam.
Mengapa Konteks Makkiyah Penting?
Surah Al-Zalzalah dimulai dengan deskripsi yang sangat dramatis: "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan beban berat yang dikandungnya." (Ayat 1-2). Gambaran kengerian hari kiamat ini sangat sesuai dengan fokus dakwah di Makkah.
Pada periode Makkah, fokus utama Nabi Muhammad adalah meyakinkan masyarakat Quraisy tentang keesaan Allah dan kepastian adanya hari pembalasan. Dengan menekankan goncangan akhirat, surah ini memberikan peringatan keras bahwa fondasi duniawi yang mereka banggakan (kekayaan, status sosial) akan hancur lebur. Karena itu, persiapan amal saleh adalah satu-satunya hal yang berarti.
Jika **surah Al-Zalzalah diturunkan di kota** Madinah, konteksnya mungkin lebih berkaitan dengan hukum, peperangan, atau penguatan komunitas Muslim yang sudah mapan. Namun, karena ia berbicara mengenai dasar akidah dan akhirat secara universal, penurunannya di Makkah memperkuat fungsinya sebagai pengingat universal yang ditujukan kepada semua umat manusia, terlepas dari geografi atau waktu.
Keterkaitan Al-Zalzalah dengan Peristiwa di Makkah
Meskipun tidak ada riwayat sahih yang secara spesifik menyebutkan peristiwa tertentu di Makkah yang memicu turunnya Al-Zalzalah, suasana keimanan yang masih lemah dan penolakan keras kaum musyrik membuat ayat-ayat peringatan seperti ini sangat relevan. Ayat-ayat penutup surah ini menegaskan prinsip keadilan mutlak:
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (Ayat 7-8)
Pesan ini sangat vital di Makkah, di mana banyak Muslim lemah yang mungkin merasa bahwa pengorbanan kecil mereka tidak akan diperhitungkan. Surah ini datang untuk menjamin bahwa sekecil apapun amal mereka, Allah Maha Mengetahui dan tidak akan menyia-nyiakannya. Intinya, terlepas dari perdebatan apakah ada peristiwa seismik yang mendorong penurunan ayat ini, statusnya sebagai surah Makkiyah menempatkannya dalam konteks dakwah akidah murni di kota suci Makkah.
Kesimpulannya, ketika kita membahas **surah Al-Zalzalah diturunkan di kota**, jawabannya mengarah kuat pada Makkah, menegaskan perannya dalam membangun fondasi keimanan akan hari akhir sebelum kaum Muslimin membangun masyarakat Islam yang lebih luas di Madinah.