Urutan Pewahyuan: Surah Al-Zalzalah dan Kronologi Kenabian

AL-ZALZALAH Kiamat Kecil/Besar

Ilustrasi representasi guncangan pada hari akhir.

Dalam studi ilmu Al-Qur'an, terdapat dua klasifikasi utama terkait urutan pewahyuan ayat dan surah, yaitu urutan mushaf (sebagaimana tertulis dalam cetakan Al-Qur'an saat ini) dan urutan nuzul (urutan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW). Pertanyaan mengenai kapan suatu surah diturunkan sangat penting untuk memahami konteks historis dan sosiologis di mana wahyu tersebut diterima. Salah satu surah yang sering menjadi fokus perdebatan mengenai urutan turunnya adalah Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99).

Untuk menjawab secara spesifik pertanyaan mengenai surah al zalzalah diturunkan sesudah surah apa, kita perlu merujuk pada riwayat-riwayat yang dikumpulkan oleh para ulama tafsir dan asbabun nuzul. Berdasarkan kompilasi naskah-naskah yang paling terpercaya mengenai kronologi pewahyuan, Surah Al-Zalzalah tergolong sebagai surah Makkiyah, meskipun beberapa riwayat menyebutkan ada ayat-ayatnya yang turun di Madinah. Namun, mayoritas ulama menetapkan bahwa surah ini turun menjelang akhir periode kenabian di Makkah.

Posisi Kronologis Surah Al-Zalzalah

Para ahli tafsir yang mengkaji urutan nuzul—seperti yang diuraikan oleh Jalaluddin as-Suyuthi dalam karyanya—cenderung menempatkan Az-Zalzalah pada urutan yang cukup akhir di antara surah-surah Makkiyah. Secara spesifik, terdapat kesepakatan bahwa surah al zalzalah diturunkan sesudah surah yang membahas tema-tema aqidah dasar yang sangat fundamental dan telah lama menjadi inti dakwah Nabi di Makkah.

Meskipun sulit untuk memastikan satu surah spesifik sebagai pendahulu langsung tanpa adanya hadis yang eksplisit, konsensus menunjukkan bahwa Al-Zalzalah turun setelah surah-surah Makkiyah yang lebih panjang dan kompleks, dan berada di antara surah-surah yang menjelaskan kedahsyatan hari kiamat. Sebagai contoh, banyak riwayat menempatkannya setelah Surah Al-Inshiqaq (Surah 84) atau Surah Al-Infitar (Surah 82), yang keduanya secara tematis sangat erat kaitannya dengan goncangan bumi dan penyingkapan rahasia di hari perhitungan.

Konteks Penurunan: Mengapa Penting Mengetahui Urutan Nuzul?

Pemahaman mengenai surah al zalzalah diturunkan sesudah surah tertentu, khususnya surah-surah yang membahas kiamat dan hari pembalasan, membantu kita melihat bagaimana penekanan dakwah Nabi bergeser seiring berjalannya waktu. Pada periode awal dakwah di Makkah, fokus utama adalah tauhid dan penolakan terhadap berhala. Seiring dakwah yang semakin matang dan tantangan yang semakin besar, wahyu-wahyu kemudian turun untuk memperkuat keyakinan tentang keadilan mutlak Allah.

Al-Zalzalah, dengan ayatnya yang menggetarkan, "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi beratnya," berfungsi sebagai pengingat yang kuat bahwa setiap perbuatan, sekecil apa pun, tidak akan luput dari perhitungan. Ketika surah ini turun, kaum Muslimin di Makkah sudah mengakar kuat dalam keimanan, sehingga wahyu ini berfungsi sebagai peneguhan dan peringatan keras terhadap kaum musyrikin mengenai konsekuensi perbuatan mereka.

Perbandingan dengan Surah Madaniyah

Penting untuk dicatat bahwa Surah Al-Zalzalah, walaupun temanya dahsyat seperti beberapa surah Madaniyah (yang turun setelah Hijrah), memiliki nuansa pengajaran yang khas Makkiyah, yaitu fokus pada keyakinan batin dan peringatan akhirat, bukan pada aspek hukum dan sosial yang mendominasi wahyu-wahyu Madaniyah. Kronologi penempatan yang relatif akhir di periode Makkah menunjukkan bahwa masyarakat telah siap menerima gambaran visual yang paling ekstrem mengenai Hari Penghakiman.

Sebagai kesimpulan, meskipun penentuan urutan nuzul selalu memiliki ruang diskusi di kalangan ulama karena sifatnya yang berdasarkan periwayatan, posisi surah al zalzalah diturunkan sesudah surah-surah yang membangun fondasi tauhid di Makkah. Ia merupakan bagian dari rangkaian penguatan keyakinan sebelum umat Islam menghadapi fase baru dalam sejarah kenabian di Madinah. Pemahaman ini menegaskan gradualitas wahyu, di mana setiap surah memiliki peran spesifik dalam membentuk spiritualitas mukminin.

Keindahan Al-Qur'an terletak pada kesempurnaan susunan yang ditetapkan oleh Allah dalam mushaf, meskipun urutan turunnya memiliki hikmah kronologisnya sendiri. Dengan memahami kedua urutan ini, seorang Muslim dapat lebih menghargai konteks di mana setiap ayat dan surah diperkenalkan kepada Nabi Muhammad SAW.

🏠 Homepage