Menelusuri Kronologi: Surah Al-Zalzalah Diturunkan Sesudah Surat Apa?

Simbol Kronologi dan Ilmu Al-Qur'an Diagram sederhana yang menunjukkan urutan wahyu dengan panah dan buku terbuka. S-A Al-Zalzalah S-B

Memahami kronologi turunnya wahyu Al-Qur'an adalah salah satu disiplin ilmu yang sangat penting dalam studi tafsir dan sirah, yaitu ilmu Nuzulul Qur'an. Setiap ayat dan surah memiliki konteks historisnya sendiri. Salah satu pertanyaan menarik yang sering muncul terkait urutan adalah mengenai Surah Al-Zalzalah (Az-Zalzalah), yang memiliki nomor urut 99 dalam mushaf standar. Banyak yang bertanya, surah Al-Zalzalah diturunkan sesudah surat apa dalam urutan pewahyuan?

Penentuan urutan turunnya surah berdasarkan riwayat sahih dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Berbeda dengan urutan penulisan dalam mushaf Utsmani yang merupakan susunan tawqifi (berdasarkan ketetapan Allah melalui Jibril), urutan pewahyuan bersifat kronologis. Dalam hal ini, Al-Zalzalah berada di periode akhir kenabian.

Konteks Pewahyuan Surah Al-Zalzalah

Surah Al-Zalzalah, yang terkenal dengan ayatnya yang menggambarkan guncangan hebat hari kiamat, secara umum diklasifikasikan sebagai surah Madaniyah, meskipun beberapa ulama menempatkannya di akhir periode Mekah (sebelum Hijrah). Klasifikasi Madaniyah didasarkan pada fokus ayat-ayatnya yang berbicara tentang perhitungan amal dan kebangkitan yang lebih spesifik, tema yang sering muncul setelah Rasulullah SAW mendirikan fondasi masyarakat Islam di Madinah.

Namun, dalam konteks urutan pewahyuan, para mufassir dan ahli sejarah umumnya menempatkan Surah Al-Zalzalah setelah surah-surah yang turun di Madinah. Informasi yang paling sering dikutip mengenai urutan surah berdasarkan riwayat yang diyakini oleh banyak ahli adalah bahwa Surah Al-Zalzalah diturunkan setelah Surah Al-Mumtahanah (Surah ke-60).

Menurut pendapat yang kuat dalam kajian Asbabun Nuzul dan kronologi wahyu, Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99) diwahyukan setelah Surah Al-Mumtahanah (Surah ke-60) dalam urutan pewahyuan, meskipun penomoran mushaf sangat berbeda.

Perlu dicatat bahwa penomoran surah dalam Al-Qur'an yang kita pegang saat ini (standar Utsmani) adalah berdasarkan kesepakatan sahabat dan ketetapan dari Allah melalui Rasulullah, yang berbeda dari urutan kronologis ketika wahyu itu diterima. Misalnya, Surah Al-Alaq (yang diyakini sebagai wahyu pertama) berada di urutan ke-96, sementara Surah Al-Fatihah (yang mungkin turun belakangan, meskipun ada perbedaan pendapat) berada di urutan pertama.

Perbedaan Urutan Pewahyuan dan Urutan Mushaf

Fenomena ini seringkali membingungkan umat awam. Jika Al-Zalzalah adalah surah ke-99 dalam mushaf, apakah ia diwahyukan mendekati akhir risalah? Jawabannya cenderung ya, berdasarkan posisi surah-surah Madaniyah yang lebih panjang dan rinci mengenai hukum dan kehidupan sosial. Surah-surah yang datang belakangan cenderung membahas konsekuensi dari perbuatan manusia di akhirat dengan detail yang lebih gamblang, dan Al-Zalzalah sangat menekankan pertanggungjawaban individual.

Surah-surah yang turun di Madinah seringkali membahas aspek legalitas, peperangan, dan tata kelola umat, sementara surah-surah di akhir periode kenabian seringkali berfungsi sebagai peringatan keras terakhir mengenai ketetapan Allah atas amal perbuatan sekecil apa pun. Ayat 7 dan 8 dari Al-Zalzalah, "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya," adalah penutup yang kuat mengenai akuntabilitas universal.

Dalam urutan pewahyuan, Surah Al-Mumtahanah sendiri membahas tentang loyalitas dan ujian keimanan, khususnya terkait hubungan Muslim dengan non-Muslim yang memusuhi Islam. Setelah tantangan-tantangan ini ditegaskan, wahyu berikutnya yang datang (yaitu Al-Zalzalah) mengalihkan fokus kepada ujian pamungkas: goncangan bumi dan pertanggungjawaban mutlak di hadapan Allah SWT.

Penting untuk dipahami bahwa meskipun mengetahui urutan turunnya adalah kemuliaan dalam ilmu Al-Qur'an, fokus utama seorang Muslim tetaplah pada makna dan pengamalan ajaran yang terkandung di dalamnya, terlepas dari apakah surah tersebut turun di awal atau akhir masa kenabian. Namun, mengetahui bahwa surah Al-Zalzalah diturunkan sesudah surat tertentu membantu kita memahami perkembangan bertahap ajaran Islam dan bagaimana pemahaman tauhid diperkuat seiring waktu.

Singkatnya, ketika kita bertanya surah Al-Zalzalah diturunkan sesudah surat apa, jawaban yang paling diterima dalam disiplin ilmu sirah adalah setelah Surah Al-Mumtahanah, menandakan bahwa ajaran tentang perhitungan amal akhirat ini disampaikan pada fase akhir kenabian, sebagai penekanan final sebelum wafatnya Rasulullah SAW.

🏠 Homepage