Urutan Wahyu Ilahi: Surah Az-Zalzalah

Surah Sebelumnya Az-Zalzalah Surah Sesudah Wahyu Turun

Visualisasi urutan penurunan wahyu.

Memahami Urutan Turunnya Surah Az-Zalzalah

Pertanyaan mengenai urutan turunnya surah dalam Al-Qur'an adalah topik penting dalam ilmu Ulumul Qur'an, khususnya dalam studi Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat) dan Tartib an-Nuzul (urutan penurunan wahyu). Banyak ayat dan surah yang turun untuk merespons peristiwa spesifik atau sebagai penegasan ajaran yang sudah ada. Surah Az-Zalzalah, yang memiliki delapan ayat singkat namun padat makna, sering kali menimbulkan rasa ingin tahu mengenai posisinya dalam kronologi kenabian.

Secara umum, Al-Qur'an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Penulisan mushaf saat ini mengikuti susunan yang ditetapkan berdasarkan tawqifi, yaitu petunjuk langsung dari Rasulullah Muhammad SAW, dan bukan sepenuhnya berdasarkan urutan kronologis turunnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui surah mana yang turun sebelum dan sesudah Az-Zalzalah, kita perlu merujuk pada riwayat-riwayat yang sahih mengenai urutan penurunan wahyu.

Posisi Az-Zalzalah dalam Kronologi Wahyu

Mayoritas ulama yang fokus pada penentuan kronologi penurunan wahyu menempatkan Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99) sebagai salah satu surah yang tergolong Madaniyah, meskipun ada juga pandangan yang mengklasifikasikannya sebagai Makkiyah awal. Namun, konsensus yang lebih kuat, berdasarkan analisis isi dan konteks riwayat, mengarah pada statusnya sebagai surah yang diturunkan di Madinah, atau pada masa transisi akhir di Makkah.

Berdasarkan beberapa penomoran kronologis yang populer, seperti yang disusun oleh para mufassir dan sejarawan berdasarkan urutan pewahyuan (bukan urutan mushaf), Surah Az-Zalzalah diturunkan setelah Surah Al-Kafirun dan sebelum Surah Al-Mumtahanah atau surah-surah lain yang memiliki konteks Madaniyah yang lebih kuat.

Jika kita merujuk pada urutan penurunan yang lebih detail, Surah Az-Zalzalah diturunkan setelah Surah At-Takatsur (Surah ke-102 dalam susunan mushaf), dan sebelum surah-surah terakhir yang turun mendekati akhir masa kenabian. Perlu dicatat bahwa perbedaan dalam penomoran kronologis ini sering terjadi karena metode penafsiran dan sumber riwayat yang digunakan oleh para ahli. Namun, yang pasti adalah Az-Zalzalah bukanlah surah yang turun di awal masa kenabian di Makkah.

Konteks Penurunan dan Pesan Surah

Surah Az-Zalzalah mengandung peringatan keras mengenai Hari Kiamat. Ayat-ayatnya menggambarkan bagaimana bumi akan mengguncang hebat, mengeluarkan segala isinya, dan manusia akan bertanya, "Mengapa bumi ini bergoncang?" Jawabannya tegas: karena Allah telah memerintahkannya untuk mengungkapkan berita penting tentang apa yang ada di dalamnya. Pesan utamanya adalah pertanggungjawaban total atas setiap perbuatan, sekecil apapun itu, sebagaimana difirmankan, "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya."

Konteks Madaniyah atau akhir periode Makkah sangat sesuai dengan tema surah ini. Pada fase akhir dakwah, fokus wahyu seringkali beralih kepada penekanan isu-isu akhirat, perhitungan amal, dan kepastian hukum ilahi, yang menjadi fondasi penting bagi umat Islam yang baru membangun masyarakat di Madinah. Penurunan surah ini setelah surah-surah yang membahas persaingan duniawi (seperti At-Takatsur, yang membahas kebanggaan akan harta dan keturunan) berfungsi sebagai koreksi mendasar bahwa nilai sejati kehidupan terletak pada amal perbuatan di hadapan Allah, bukan pada kemewahan duniawi.

Jadi, secara ringkas mengenai pertanyaan surah Az-Zalzalah diturunkan setelah surah mana, jawabannya bervariasi tergantung katalog kronologi yang digunakan, namun umumnya diletakkan setelah surah-surah yang membahas persaingan duniawi dan sebelum wahyu-wahyu penutup yang bersifat penegasan hukum dan akhirat, menempatkannya di fase kedewasaan dakwah Islam.

Implikasi Urutan Kronologis

Meskipun urutan mushaf (susunan Al-Qur'an yang kita baca saat ini) lebih diutamakan untuk tujuan tilawah dan penghafalan, memahami urutan penurunan membantu kita menempatkan ayat dalam konteks sejarah dakwah Nabi. Surah Az-Zalzalah, yang turun pada periode di mana kesadaran akan pertanggungjawaban individu sangat dibutuhkan, berfungsi sebagai pengingat universal tentang keadilan mutlak Allah.

Pemahaman bahwa surah ini turun setelah periode tertentu berarti bahwa umat Islam pada saat itu telah diperkenalkan dengan dasar-dasar akidah tauhid, perintah salat, dan kisah-kisah nabi sebelumnya. Az-Zalzalah kemudian datang untuk menguatkan pilar akidah mengenai Hari Kebangkitan dan timbangan amal. Dengan demikian, urutan penurunan ini menunjukkan proses pendidikan spiritual yang terstruktur dan bertahap yang diterima oleh Rasulullah SAW.

🏠 Homepage