Teks dan Terjemahan Surah Al-Hijr Ayat 49
Surah Al-Hijr adalah surah ke-15 dalam Al-Qur'an. Ayat ke-49 turun sebagai penegasan akan rahmat Allah SWT yang luas, terutama bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan selalu mencari perlindungan serta ampunan-Nya.
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hijr: 49)
Ayat ini merupakan puncak dari serangkaian ayat yang membahas tentang kebenaran Al-Qur'an dan peringatan bagi mereka yang mendustakan. Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menyampaikan pesan yang sangat melegakan ini kepada umat manusia.
Makna Mendalam: Rahmat yang Meliputi Segalanya
Fokus utama dari Surah Al-Hijr ayat 49 terletak pada dua sifat agung Allah SWT yang ditekankan secara eksplisit: Al-Ghafur (Maha Pengampun) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Penempatan kata "Kabarkanlah" (نَبِّئْ - Nabbi’) menunjukkan urgensi dan kebahagiaan kabar ini.
1. Al-Ghafur (Maha Pengampun)
Sifat Al-Ghafur menegaskan bahwa meskipun manusia adalah makhluk yang seringkali lalai dan melakukan kesalahan, pintu ampunan Allah SWT selalu terbuka lebar. Pengampunan ini tidak didasarkan pada perbuatan baik yang setara dengan dosa, melainkan murni karunia dari Allah. Ini memberikan harapan besar bagi setiap orang yang bertobat, sekecil apa pun dosanya. Allah menjanjikan penghapusan catatan buruk selama hamba tersebut tulus dalam penyesalannya.
2. Ar-Rahim (Maha Penyayang)
Sementara Al-Ghafur berkaitan dengan penghapusan hukuman atas dosa, Ar-Rahim berfokus pada pemberian kebaikan, kasih sayang, dan rahmat yang berkelanjutan. Rahmat ini mencakup rezeki, kesehatan, bimbingan dalam hidup, hingga kenikmatan terbesar, yaitu kemudahan dalam menerima Islam dan janji surga.
Ketika kedua sifat ini disandingkan, maknanya menjadi sempurna: Allah tidak hanya akan menghapus masa lalu yang kelam (mengampuni), tetapi juga akan mengisi masa depan dengan kebaikan dan kasih sayang-Nya (menyayangi). Ini adalah fondasi utama dalam hubungan seorang hamba dengan Penciptanya.
Konteks Penegasan Wahyu
Penting untuk dicatat bahwa ayat 49 ini datang setelah Allah SWT menjelaskan tentang kedustaan kaum musyrik Mekah yang meragukan keaslian Al-Qur'an dan bahkan meminta mukjizat yang lebih konkret. Allah menjawab keraguan tersebut bukan dengan ancaman langsung, melainkan dengan penguatan janji rahmat-Nya kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Pesan ini berfungsi ganda: sebagai ancaman halus bagi pendusta dan sebagai penenang batin bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya yang saat itu mungkin merasa tertekan.
Surah Al-Hijr secara keseluruhan menyinggung kisah kaum Nabi Luth AS dan kaum Tsamud, kaum yang dihancurkan karena kesombongan dan penolakan mereka terhadap peringatan. Di tengah cerita-cerita peringatan tersebut, ayat 49 muncul seperti oasis, mengingatkan bahwa meskipun azab itu nyata bagi yang mengingkari, rahmat itu tersedia bagi mereka yang mendekat.
Aplikasi Spiritual Ayat 49 dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengamalkan makna Surah Al-Hijr ayat 49 dalam kehidupan modern berarti menumbuhkan dua sikap spiritual utama:
- Keberanian untuk Bertobat: Mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun seharusnya menghilangkan rasa putus asa setelah berbuat dosa. Jangan menunda tobat karena merasa dosa terlalu besar. Kehadiran sifat Al-Ghafur adalah jaminan bahwa pengampunan selalu lebih cepat daripada dosa kita.
- Menyebarkan Harapan: Sebagai umat Muslim, kita diperintahkan untuk menjadi pembawa kabar baik. Ketika melihat sesama muslim terjerumus dalam maksiat atau keputusasaan, tugas kita adalah mengingatkan mereka tentang keluasan rahmat Allah, bukan hanya fokus pada konsekuensi dosa.
- Memperkuat Ibadah: Sifat Ar-Rahim mendorong kita untuk semakin mencintai Allah, karena kasih sayang-Nya jauh melampaui pemahaman kita. Rasa cinta ini memotivasi kita untuk beribadah bukan karena takut murka, tetapi karena mengharap limpahan kasih sayang-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita untuk hidup dalam keseimbangan antara rasa takut (terhadap konsekuensi perbuatan) dan harap (terhadap ampunan dan kasih sayang Ilahi). Dengan memahami Surah Hijr ayat 49, seorang mukmin akan selalu merasa aman dalam naungan kebesaran dan kemurahan Allah SWT.