Surat Al-Hijr adalah surah ke-15 dalam Al-Qur'an. Terletak di Juz 14, surah ini terdiri dari 99 ayat dan diturunkan di Mekah (termasuk golongan Makkiyah). Nama "Al-Hijr" sendiri merujuk pada suatu daerah tempat tinggal kaum Tsamud yang merupakan kaum Nabi Shaleh AS, tempat mereka memahat rumah di gunung-gunung.
Pembahasan utama dalam surah ini meliputi pengakuan atas keesaan Allah, kisah-kisah nabi terdahulu seperti Nabi Ibrahim, Nabi Luth, dan kaum Tsamud, serta penegasan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu yang dijaga kemurniannya. Surat ini juga berisi peringatan keras bagi mereka yang menolak kebenaran.
1. Alif, Laam, Ra. Tilka Aayaatul Kitaabi wa Quraanin Mubiin.
[1] Alif, Laam, Ra. Inilah ayat-ayat Al-Kitab dan Al-Qur'an yang jelas.
2. Rubbama yawaddullaziina kafruu law kaanuu Muslimiin.
[2] Orang-orang yang kafir itu, sekali-kali akan merasakan betapa senangnya kiranya mereka menjadi orang Muslim.
3. Dzarhum ta’kulu wa tamatta’u wa yulhihimul amal, fasawfa ya’lamuun.
[3] Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
4. Wa maa ahlaknaa min qaryatin illaa wa lahaa kitaabum ma’luum.
[4] Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri pun kecuali setelah ada ketentuan yang ditetapkan (bagi mereka).
5. Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wa maa yata’akhkharuun.
[5] Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajal (ketetapan)-nya, dan tidak pula dapat mengundurkannya.
6. Wa qaalụ yaa ayyuhallazii nuzzila ‘alaihil dzikru innaka lamajnuun.
[6] Dan mereka berkata, "Hai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.
7. Law maa ta’tinaa bil malaa’ikati in kunta minash shaadiqiin.
[7] Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?”
8. Maa nunazzilul malaa’ikata illaa bil haqqi wa maa kaanuu idzan munzariin.
[8] Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (dan jika mereka turun), pada saat itu mereka tidak diberi tangguh.
9. Innnaa nahnu nazzalna adzdzikra wa innaa lahuu lahaa fiizun.
[9] Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
10. Wa laqad arsalnaa min qablika fii syiya’il awwaliin.
[10] Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) sebelum kamu pada golongan-golongan yang terdahulu.
11. Wa maa ya’tihim min nabiyyin illaa kaanuu bihii yastahzi’uun.
[11] Dan tidak ada seorang rasul pun yang datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
12. Kadzaalika naslukuhu fii quluubil mujrimiina.
[12] Demikianlah Kami memasukkan rasa keingkaran itu ke dalam hati orang-orang yang durjana.
13. Laa yu’minuuna bihii wa qad madhat sunnatul awwaliin.
[13] Mereka tidak beriman kepada Al-Qur'an, padahal telah berlalu ketetapan (sunnatullah) terhadap orang-orang yang terdahulu.
14. Wa lau fatahnaa ‘alaihim baaban minas samaa’i fa zalluu fiihi ya’rujuun.
[14] Dan seandainya Kami bukakan kepada mereka sebuah pintu dari langit, lalu mereka terus-menerus naik ke dalamnya,
15. Laqaaluu innamaa su’idat aynaazunaa bal nahnu qawmun mas-huuruun.
[15] niscaya mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikelabui; bahkan barangkali kami adalah kaum yang disihir."
16. Wa laqad ja’alnaa fii samaa’i buruujan wa zayyannahaa lin naadziriin.
[16] Dan sungguh, telah Kami ciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami perindah (pemandangan)nya bagi orang-orang yang memandang.
17. Wa hafizhnaahaa min kulli syaitanim marjuud.
[17] Dan Kami menjaganya (langit) dari setiap setan yang terkutuk.
18. Illall ladzii yastariqush sam’a fa atba’ahu syihabum mubiin.
[18] Kecuali (setan) yang dapat mencuri-curi pendengaran, maka ia dikejar oleh persiur yang terang.
19. Wal ardha madadnaahaa wa alqaynaa fiihaa rawaasiya wa anbatnaa fiihaa min kulli syai’im mauzuun.
[19] Dan bumi itu telah Kami hamparkan, dan Kami pancangkan gunung-gunung padanya dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran tertentu.
20. Wa ja’alnaa lakum fiihaa ma’aaysy wa liman lastum bihii bi khaa’iziin.
[20] Dan Kami telah mengadakan bagimu di bumi pelbagai keperluan hidup, dan (Kami adakan pula) bagi makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukanlah pemberi rezekinya.
21. Wa in min syai’in illaa ‘indanaa khazaainuhu wa maa nunazziluhu illaa biqadarim ma’luum.
[21] Dan tidak ada sesuatu pun melainkan di sisi Kamilah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
22. Wa arsalnar riyaaha lawaaqih fa anzalnaa minas samaa’i maa’an fa asqaynaakumuu wa maa antum lahuu bi khaaziniin.
[22] Dan Kami telah meniupkan angin sebagai penyerbuk (bagi tanam-tanaman), maka Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali kamu bukanlah penyimpanannya.
23. Wa innaa lanahnu nuhyi wa numiitu wa nahnu alwaaritsuun.
[23] Dan sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan yang mematikan dan Kamilah (pewaris) segala sesuatu.
24. Wa laqad ‘alimanal mustaqdi miina minkum wa laqad ‘alimanal musta’khiiriin.
[24] Dan sungguh Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu di antara kamu dan sungguh Kami telah mengetahui (pula) orang-orang yang datang kemudian.
25. Wa inna Rabbaka Huwa Yahsyuruhum, innahu Hakiimun ‘Aliim.
[25] Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui.
26. Wa laqad khalaqnal insaana min shal-shalin min tina-min mashnuun.
[26] Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk,
27. Wal jaann khalaqnaahu min qablu min naris-samuum.
[27] dan (Kami telah menciptakan) jin dari nyala api yang tidak berasap.
28. Wa idz qaala Rabbuka lil malaa’ikati innii khaaliqum basyaram min shol-shalin min tina-min mashnuun.
[28] Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk.
29. Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhi faaqa’uu lahuu saajidiin.
[29] Maka apabila Aku telah menyempurnakan (bentuk)nya dan meniupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya, maka tundukkanlah diri kepadanya dengan bersujud.
30. Fasajadal malaa’ikatu kulluhum ajma’uun.
[30] Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya, kecuali Iblis.
31. Illa Iblisa abaa an yakuuna ma’as saajidiin.
[31] Kecuali Iblis. Ia enggan turut bersama-sama (mereka) yang sujud.
32. Qaala yaa Iblisu maa laka allaa takuuna ma’as saajidiin.
[32] Tuhan berfirman, "Hai Iblis, mengapa kamu tidak (ikut) bersama-sama mereka yang bersujud itu?”
33. Qaala lam akun li asjuda libasyarin khalaqtahuu min shal-shalin min tina-min mashnuun.
[33] Iblis berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakan dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk.”
34. Qaala fakhruj minhaa fa innaka rajiim.
[34] Tuhan berfirman, "Maka keluarlah kamu dari sana, sesungguhnya kamu diusir.
35. Wa inna ‘alaika lanatan ilaa yaumid diin.
[35] Dan sesungguhnya kutukan itu tetap atasmu sampai hari kiamat.”
36. Qaala rabbif anzhirnii ilaa yaumi yub’atsiin.
[36] Iblis berkata, "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.
37. Qaala innaka minal munzhariin.
[37] Tuhan berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
38. Ilaa yawmil waqtil ma’luum.
[38] sampai hari yang telah ditentukan waktunya.”
39. Qaala rabbibimaa aghwaytanîi la uzayyinanna lahum fil ardhi wa la-ughwiyannhum ajma’iin.
[39] Iblis berkata, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku tersesat, pasti akan aku jadikan (syahwat) kemaksiatan itu terasa indah bagi mereka di bumi, dan pasti akan aku sesatkan mereka semuanya,
40. Illa ‘ibaadaka minhumul mukhlasiin.
[40] kecuali hamba-hamba Engkau yang telah disucikan di antara mereka.”
41. Qaala haadzaa shiraathun ‘alayya mustaqiim.
[41] Tuhan berfirman, "Inilah jalan (siksaan) yang lurus yang menuju kepada-Ku.
42. Inna ‘ibaadii laysa laka ‘alaihim sulthaanun illaa manit taba’aka minal ghaawiin.
[42] Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun atas hamba-hamba-Ku, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat.
43. Wa inna jahannama la maw’iduhum ajma’iin.
[43] Dan sesungguhnya Jahannam itulah tempat yang dijanjikan bagi mereka (pengikut setan) semuanya.
44. Lahaa sab’atu abwaabin, likulli baabin minhum juz’un maqsum.
[44] Jahannam itu mempunyai tujuh pintu; untuk setiap pintu (golongan) dari mereka telah ditentukan bagiannya.
45. Innall muttaqiina fii jannaatin wa ‘yuunin.
[45] Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan mata air.
46. Udkhuluuhaa bi salaamin aaminiin.
[46] (Dikatakan kepada mereka), "Masuklah ke dalamnya dengan selamat dan tenteram.
47. Wa naza’naa maa fii shuduurihim min ghillin khawaanatann ‘ala ikhwaanin ‘alaa sururim mutaqabiiliin.
[47] Dan Kami cabut segala macam dendam yang ada di dalam dada mereka; (sehingga) mereka menjadi bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas ranjang-ranjang.
48. Laa yamassu hum fiihaa lasabun wa laa hum minhaa yukhrajuun.
[48] Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sedikit pun tidak akan dikeluarkan dari surga itu.
49. Nabbi’ ‘ibaadii annii anal ghafuurur rahiim.
[49] Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
50. Wa anna ‘adzaabiialahwal ‘adzaabul liim.
[50] Dan bahwasanya adzab-Ku-lah adzab yang sangat pedih.
*Teks Latin ini adalah transliterasi untuk memudahkan pembacaan bagi yang belum mahir membaca Al-Qur'an secara langsung.*