Ilustrasi konsep berbakti dan larangan berkata kasar.
وَّقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا ۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Al-Isra wal Mi'raj, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an. Ayat ke-23 secara tegas memuat dua pilar utama dalam ajaran Islam setelah perintah mengesakan Allah (Tauhid), yaitu perintah untuk berbuat baik (ihsan) kepada kedua orang tua. Ayat ini sering dikutip karena urgensinya yang diletakkan segera setelah perintah ibadah murni.
Allah SWT menetapkan bahwa hak orang tua berada pada posisi tertinggi setelah hak Allah. Perintah ini bukan sekadar saran, melainkan ketetapan ilahi. Berbuat baik (ihsan) mencakup segala bentuk perlakuan terbaik, baik secara materiil, emosional, maupun spiritual. Ini berarti memenuhi kebutuhan mereka, menghormati mereka, dan mendoakan mereka.
Bagian kedua dari ayat ini memberikan detail spesifik mengenai batas-batas etika terhadap orang tua, terutama ketika mereka memasuki usia lanjut. Masa tua seringkali membawa perubahan fisik dan mental, seperti menurunnya daya ingat (pikun) atau peningkatan kebutuhan emosional. Dalam kondisi inilah ujian kesabaran seorang anak sangat diuji.
Dua larangan utama yang disebutkan adalah:
Sebagai konsekuensi dari larangan di atas, Allah memerintahkan agar seorang anak senantiasa mengucapkan "perkataan yang mulia" (قَوْلًا كَرِيْمًا). Perkataan mulia ini mencakup:
Ayat ini secara eksplisit menekankan perhatian pada masa usia lanjut (ketika mereka mencapai umur 60 tahun ke atas atau mengalami kemunduran). Pada fase ini, posisi orang tua menjadi sangat rentan. Mereka membutuhkan kelembutan dan pengertian ekstra. Perlakuan kita terhadap mereka adalah cerminan sejati dari keimanan kita terhadap ajaran Al-Qur'an. Jika kita mampu bersabar dan berbuat ihsan pada saat mereka paling membutuhkan, maka pahala yang dijanjikan sangatlah besar. Hormatilah mereka bukan hanya karena jasa mereka di masa lalu, tetapi karena mereka adalah amanah yang dititipkan Allah kepada kita saat ini.
Memahami Surat Al-Isra ayat 23 mengajarkan bahwa hubungan orang tua dan anak adalah kontrak abadi yang harus dijaga kesuciannya melalui ketaatan mutlak kepada Allah dan perlakuan penuh kasih sayang kepada ayah dan ibu.