Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Delapan ayat pertama surat ini mengandung makna yang sangat mendalam, terutama terkait dengan keagungan Allah SWT, kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW (Isra' Mi'raj), dan peringatan penting bagi Bani Israil.
Ayat 1: Kemahatahuan dan Perjalanan Malam (Isra')
(1) Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-MasjidilAqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat ini membuka surat dengan bertasbih (mengucapkan Subhanallah), menegaskan keunikan Allah SWT. Ayat ini mengisahkan peristiwa Isra', perjalanan malam Rasulullah SAW dari Ka'bah di Mekkah menuju Baitul Maqdis (Al-Aqsa) di Yerusalem. Keberkahan di sekeliling Al-Aqsa menunjukkan pentingnya tempat tersebut. Tujuan perjalanan ini adalah untuk menunjukkan sebagian dari keajaiban dan kebesaran Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai penguatan iman dan bukti kenabian.
Ayat 2 & 3: Pemberian Taurat dan Peringatan
(2) Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat), dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil, (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku." (3) (Ingatlah) wahai anak cucu orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia adalah seorang hamba yang banyak bersyukur.
Allah mengingatkan anugerah berupa Kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s., yang dijadikan petunjuk bagi Bani Israil. Penekanan utama di sini adalah larangan untuk menjadikan selain Allah sebagai pelindung (wali) atau penolong. Ayat ini juga mengaitkan Bani Israil dengan kisah Nabi Nuh a.s., menggarisbawahi bahwa mereka adalah keturunan orang-orang yang diselamatkan bersama Nabi Nuh, dan Nabi Nuh sendiri adalah hamba yang sangat bersyukur.
Ayat 4 & 5: Kebinasaan Pertama dan Kekuasaan Kedua Bani Israil
(4) Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di bumi ini sebanyak dua kali dan pasti kamu akan melampaui batas dengan keangkuhan yang besar." (5) Maka apabila tiba saatnya (terlaksananya) hukuman bagi yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang sangat keras pertempuran(nya), lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah janji yang pasti terlaksana.
Ayat ini merupakan peringatan tegas yang disampaikan melalui Taurat. Allah memberitahukan bahwa Bani Israil akan melakukan dua kali kerusakan besar (fasad) di muka bumi, diikuti dengan kesombongan (keangkuhan) yang sangat besar. Ketika kerusakan pertama terjadi, Allah akan mengirimkan pasukan yang kuat sebagai hukuman, yang akan menjelajahi dan menghancurkan pemukiman mereka. Ini adalah ancaman ilahi yang pasti terjadi jika mereka melanggar batasan.
Ayat 6 & 7: Kesempatan Kedua dan Hukuman Terakhir
(6) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran (untuk mengalahkan) mereka, dan Kami tambahkan kepadamu harta dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya). (7) Jika kamu berbuat baik, maka (kebaikan itu) untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (keburukan itu) untuk dirimu sendiri pula. Maka apabila datang saatnya (terlaksananya) janji yang kedua, (Kami datangkan musuh baru) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid (Al-Aqsa), sebagaimana mereka memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan segala sesuatu yang kamu kuasai dengan total kehancuran.
Setelah kehancuran pertama, Allah memberi mereka kesempatan kedua, mengembalikan kekuasaan mereka, bahkan melimpahkan harta dan keturunan. Namun, ayat ini kembali menekankan prinsip sebab-akibat: kebaikan kembali kepada diri sendiri, dan keburukan juga akan kembali. Ketika kerusakan kedua terjadi, hukuman yang datang akan jauh lebih parah, di mana musuh akan memasuki Masjidil Aqsa dan menghancurkan apa pun yang telah mereka bangun atau kuasai dengan totalitas.
Ayat 8: Pemasukan dan Amalan Baik
(8) Mudah-mudahan Tuhanmu akan mengasihani kamu; dan jika kamu mengulang (pelanggaran itu), maka Kami pun akan mengulangi (menurunkan hukuman); dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara yang menyengsarakan bagi orang-orang kafir.
Ayat penutup delapan ayat awal ini memberikan sedikit harapan rahmat, dengan syarat: "Mudah-mudahan Tuhanmu akan mengasihani kamu." Namun, ini diikuti dengan peringatan keras: "Dan jika kamu mengulang (pelanggaran itu), maka Kami pun akan mengulangi (menurunkan hukuman)." Ayat ini menutup dengan konfirmasi bahwa bagi mereka yang terus menerus kafir dan melampaui batas, neraka Jahannam telah disiapkan sebagai penjara yang menyengsarakan. Keseluruhan ayat 1-8 ini berfungsi sebagai landasan sejarah, peringatan moral, dan pengingat tentang keadilan serta kekuasaan absolut Allah SWT.
Memahami delapan ayat pertama Surat Al-Isra ini memberikan perspektif mendalam mengenai perjalanan kenabian, pentingnya kebenaran yang dibawa oleh para nabi, serta konsekuensi logis dari kesombongan dan perusakan di muka bumi. Ayat-ayat ini relevan hingga kini sebagai pengingat akan pentingnya bersyukur dan menjauhi kezaliman.