Memohon Kesembuhan Melalui Surat Al-Isra

Ketika seseorang dihadapkan pada ujian sakit, baik fisik maupun batin, umat Islam senantiasa berpaling kepada sumber petunjuk dan rahmat, yaitu Al-Qur'an. Di antara sekian banyak surah, Surat Al-Isra (juga dikenal sebagai Bani Israil) menyimpan ayat-ayat yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai doa dan permohonan kesembuhan, khususnya ayat-ayat yang berkaitan dengan rahmat dan penyembuhan ilahi.

Surat Al-Isra, surah ke-17 dalam Al-Qur'an, membahas perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, serta berbagai kisah dan peringatan penting. Khusus dalam konteks penyakit, membaca dan merenungkan ayat-ayat dalam surah ini dipercaya dapat memberikan ketenangan jiwa, memperkuat iman, dan menjadi wasilah (perantara) diterimanya doa memohon kesembuhan dari Allah SWT.

Pentingnya Tawakal dan Ikhtiar

Penyakit adalah ketetapan Allah, dan kesembuhan sepenuhnya berada di tangan-Nya. Oleh karena itu, pembacaan ayat Al-Qur'an seperti Surat Al-Isra adalah bentuk ikhtiar spiritual yang harus disertai dengan tawakal penuh. Surat ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah Sang Penyembuh (Asy-Syafi) yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam situasi sakit, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir, salat sunah, dan membaca Al-Qur'an. Salah satu momen yang sangat baik untuk membaca Surat Al-Isra adalah setelah salat fardu atau pada sepertiga malam terakhir, ketika hati lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Ilustrasi Cahaya Penyembuhan dari Kitab Suci

Ayat-Ayat Khusus yang Dianjurkan

Meskipun membaca seluruh surat Al-Isra adalah baik, ada beberapa ayat yang sering dikaitkan dengan harapan kesembuhan, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan untuk penyakit dalam konteks spesifik itu, namun maknanya sangat mendukung permohonan rahmat dan penyembuhan Ilahi. Di antaranya adalah ayat-ayat yang berbicara tentang rahmat Allah:

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (QS. Al-Isra [17]: 82)

Ayat ke-82 dari Surat Al-Isra ini adalah landasan utama. Kata "syifa'" (penawar/obat) dan "rahmat" menegaskan bahwa Al-Qur'an secara keseluruhan berfungsi sebagai penyembuh—baik penyakit fisik maupun kerusakan spiritual atau keraguan hati. Ketika membaca ayat ini, fokuskan niat bahwa Al-Qur'an adalah penawar yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menghilangkan segala penyakit.

Selain itu, mengingatkan diri akan kebesaran Allah dalam ayat lain di surat tersebut juga penting untuk menguatkan mental pasien. Misalnya, ayat yang mengingatkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan sempurna dan kemudian mengembalikannya, menekankan bahwa segala sesuatu tunduk pada takdir dan kuasa-Nya.

Ketenangan Melalui Bacaan

Bagi orang yang sakit, kecemasan dan ketakutan sering kali menjadi penyakit tambahan. Pembacaan Surat Al-Isra, dengan ritme ayatnya yang menenangkan dan kisah-kisah di dalamnya, membantu memecah fokus dari rasa sakit menuju kebesaran Allah. Ini adalah terapi jiwa yang paling murni.

Pastikan pembacaan dilakukan dengan hati yang hadir (khusyu). Jika pasien tidak mampu membaca sendiri, anggota keluarga atau kerabat dapat membacakannya di sampingnya dengan suara yang jelas dan penuh pengharapan. Doa yang menyertai pembacaan—memohon kesembuhan dengan menyebut nama-nama Allah yang Maha Penyembuh—diperkuat oleh lantunan kalamullah.

Penyembuhan Holistik

Penyembuhan yang sejati adalah penyembuhan yang mencakup tubuh, jiwa, dan spiritualitas. Surat Al-Isra mengingatkan kita bahwa penyakit adalah ujian, dan kesabaran dalam menghadapinya adalah ibadah. Dengan menjadikan ayat-ayat ini sebagai amalan harian saat sakit, seorang Muslim tidak hanya mencari obat medis, tetapi juga mencari obat spiritual yang lebih fundamental.

Maka, jadikan Surat Al-Isra sebagai teman setia saat berjuang melawan penyakit. Percayalah bahwa setiap huruf yang dibaca adalah pahala, dan setiap makna yang direnungkan adalah penyejuk hati yang mendatangkan rahmat dan kesembuhan dari sisi Allah SWT.

🏠 Homepage