Surat Al-Zalzalah Termasuk Golongan Surat

الزلزلة (Az-Zalzalah) Visualisasi getaran bumi saat hari kiamat.

Surat Al-Zalzalah (Az-Zalzalah) merupakan salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang memiliki posisi penting dan pesan yang sangat mendalam. Jika ditinjau dari klasifikasinya, surat Al-Zalzalah termasuk golongan surat Madaniyah. Meskipun pendek, isinya memuat gambaran dahsyat hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan manusia di hadapan Allah SWT.

Klasifikasi Surat Madaniyah

Untuk memahami mengapa surat Al-Zalzalah tergolong Madaniyah, penting untuk mengetahui perbedaan mendasar antara surat Makkiyah dan Madaniyah. Surat Makkiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, sedangkan surat Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan setelah beliau menetap di Madinah. Secara umum, surat-surat Madaniyah cenderung membahas permasalahan sosial, hukum perdata dan pidana, ketentuan ibadah, serta struktur kehidupan bermasyarakat.

Meskipun Al-Zalzalah berfokus pada gambaran hari kiamat yang seringkali dikaitkan dengan tema Makkiyah (akidah dan keesaan Allah), mayoritas ulama memasukkannya ke dalam kelompok Madaniyah. Alasan utama penggolongan ini seringkali didasarkan pada konteks turunnya atau kesesuaian tematik dengan surat-surat lain yang turun di Madinah, meskipun perbedaannya tidak selalu sejelas surat-surat lain seperti Al-Baqarah atau An-Nisa.

Kandungan Utama Surat Al-Zalzalah

Surat Al-Zalzalah terdiri dari delapan ayat. Nama surat ini diambil dari kata "Zalzalah" yang berarti kegempaan atau guncangan hebat. Ayat pertama langsung menggambarkan kondisi bumi pada saat kiamat tiba:

"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi-isi beratnya."

Getaran hebat ini bukan hanya mengguncang daratan, tetapi juga mengungkap segala isi dan rahasia yang terpendam di dalamnya—seperti harta karun, mayat, atau segala perbuatan yang telah dilakukan di permukaan bumi. Ini adalah pengungkapan total sebelum proses perhitungan dimulai.

Prinsip Pertanggungjawaban Amal

Inti pesan yang dibawa oleh surat Al-Zalzalah terletak pada ayat-ayat selanjutnya, yaitu penekanan bahwa tidak ada perbuatan sekecil apapun yang akan luput dari perhitungan Allah. Setiap individu akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.

Ayat:

"Pada hari itu bumi menceritakan berita-beritanya, karena sesungguhnya Tuhannya telah memerintahkan demikian kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka."

Konsep pertanggungjawaban ini sangat menekankan keadilan Ilahi. Tidak ada ruang untuk penyangkalan atau manipulasi data. Bumi, sebagai saksi bisu atas seluruh aktivitas manusia, akan menjadi pembawa berita (syahadah) yang jujur. Dalam konteks hukum Islam, penekanan pada saksi dan bukti ini sangat relevan, dan sering kali pembahasan mendalam mengenai sistem peradilan dan kesaksian menjadi ciri surat-surat Madaniyah.

Signifikansi Bagi Umat Islam

Meskipun Al-Zalzalah termasuk golongan surat Madaniyah, pesan universalnya tentang akhirat berlaku bagi seluruh umat Islam, di mana pun mereka berada dan kapan pun diturunkan. Surat ini berfungsi sebagai pengingat keras (wa'd) bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan akan diikuti oleh kehidupan abadi berdasarkan catatan amal. Kesadaran akan hari di mana guncangan dahsyat terjadi dan setiap atom kebaikan atau keburukan akan ditampakkan seharusnya mendorong seorang Muslim untuk senantiasa berbuat kebajikan dan menjauhi kemungkaran.

Pemahaman bahwa surat Al-Zalzalah termasuk golongan surat Madaniyah memberikan konteks tambahan mengenai perkembangan dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah, di mana komunitas Muslim mulai membangun fondasi sosial dan hukum berdasarkan ajaran Islam secara menyeluruh, termasuk keyakinan kuat terhadap hari pembalasan yang akan datang.

Kesimpulan

Secara ringkas, surat Al-Zalzalah adalah surat pendek yang termasuk kategori Madaniyah. Surat ini memberikan gambaran visual yang kuat tentang Hari Kiamat, di mana bumi akan diguncang hebat dan rahasia-rahasianya akan terungkap. Tujuan utamanya adalah mengingatkan manusia bahwa pertanggungjawaban amal perbuatan itu pasti terjadi, sekecil apapun tindakannya, menegaskan prinsip keadilan mutlak dalam ajaran Islam.

🏠 Homepage