Surat Ke-99 dan Lanjutannya dalam Mushaf
Al-Qur'an tersusun secara sistematis, dimulai dari Surah Al-Fatihah hingga An-Nas. Setiap surat memiliki posisi dan konteksnya sendiri. Bagi mereka yang sedang mempelajari urutan surat dalam mushaf standar, pertanyaan mengenai surat setelah Al-Zalzalah sering muncul.
Surah Az-Zalzalah (Surah ke-99) adalah surat yang cukup singkat namun memiliki peringatan yang sangat kuat mengenai hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan sekecil apapun. Setelah selesai membaca atau mempelajari ayat-ayat penuh guncangan tersebut, pembaca akan menemukan surat berikutnya dalam susunan mushaf Utsmani.
Surat yang secara berurutan terletak tepat setelah Surah Al-Zalzalah adalah **Surah Al-'Adiyat** (Surah ke-100).
Mengenal Surah Al-'Adiyat
Surah Al-'Adiyat, yang berarti "Kuda Perang yang Berlarian Kencang", adalah surat pendek lainnya yang diturunkan di Mekkah. Surah ini merupakan penutup dari kelompok surat-surat pendek yang berisi sumpah Allah SWT untuk menegaskan pentingnya sebuah kebenaran atau peringatan.
Ayat pertama Al-'Adiyat dibuka dengan sumpah Allah: "Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah." Sumpah ini digunakan untuk menggambarkan semangat dan kegigihan, namun konteksnya diarahkan kepada perilaku manusia dalam ketaatan atau kedurhakaan terhadap perintah Tuhan.
Konteks dan Tema Utama
Jika Al-Zalzalah berfokus pada guncangan bumi sebagai metafora hari akhir dan penimbangan amal, Al-'Adiyat tampaknya menekankan pada sifat dasar manusia yang mencintai harta benda secara berlebihan. Surat ini secara implisit mengingatkan bahwa kecintaan duniawi yang berlebihan dapat melalaikan manusia dari persiapan akhirat.
Ayat-ayat selanjutnya menjelaskan bahwa manusia itu sangat ingkar kepada Tuhannya, dan sesungguhnya dia adalah saksi atas keingkarannya sendiri. Bahkan, digambarkan bahwa di saat harta dikumpulkan dan disimpan, manusia akan mendapati bahwa:
- Ketika bumi diguncangkan dengan dahsyat.
- Dan mengeluarkan segala isinya.
- Dan manusia bertanya, "Ada apa dengan bumi ini?"
- Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya.
- Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan demikian kepadanya.
Ayat-ayat inilah yang menghubungkan tema Al-'Adiyat dengan Al-Zalzalah. Kedua surat ini, meskipun terpisah nomor urut, sering kali diposisikan secara berdekatan dalam mushaf untuk memberikan penekanan ganda pada peristiwa kiamat dan pertanggungjawaban mutlak.
Mengapa Urutan Ini Penting?
Meskipun banyak ulama berpendapat bahwa urutan penulisan (nuzul) surat tidak selalu sama dengan urutan pembacaan (tartib) dalam mushaf, susunan yang kita kenal saat ini (tartib) memiliki hikmah yang mendalam. Ketika kita membaca Al-Zalzalah yang menegaskan guncangan hebat, dilanjutkan dengan Al-'Adiyat yang menggambarkan kondisi manusia yang lupa diri karena keserakahan, ini menciptakan sebuah rangkaian pelajaran yang logis.
Ini seolah-olah mengingatkan: "Ingatlah hari ketika semua yang kalian kumpulkan akan ditinggalkan, karena keserakahan itu akan terungkap di hadapan Allah saat bumi diguncangkan."
Surat setelah Al-Zalzalah (yaitu Al-'Adiyat) menutup rangkaian surat-surat pendek yang mendominasi bagian akhir Al-Qur'an, sebelum kita memasuki Surah At-Takatsur dan Al-Ashr yang juga membahas tema serupa mengenai orientasi hidup manusia.
Memahami surat setelah Al-Zalzalah bukan hanya soal mengetahui nomor urut, tetapi juga menangkap kesinambungan pesan ilahiah yang disampaikan oleh Al-Qur'an secara keseluruhan, yaitu pentingnya ketaqwaan, keikhlasan, dan persiapan untuk Hari Perhitungan.