Ilustrasi perjalanan spiritual Isra Mi'raj.
Pengantar Kisah Agung Nabi Muhammad SAW
Perjalanan Isra Mi'raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah manifestasi agung dari kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya. Isra sendiri merujuk pada perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan Mi'raj, yaitu penaikan Nabi dari Baitul Maqdis ke tingkatan-tingkatan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk lain.
Tafsir Isra Mi'raj mencakup dimensi historis, teologis, dan spiritual yang sangat kaya. Dari sisi historis, peristiwa ini terjadi pada masa-masa sulit dalam dakwah Nabi, saat beliau menghadapi penolakan keras dari kaum Quraisy setelah kehilangan dukungan pamannya, Abu Thalib, dan istri tercintanya, Khadijah. Perjalanan ini menjadi peneguhan ilahi (ta’yid) bahwa perjuangan beliau tidak sia-sia dan berada di bawah perlindungan langsung Allah SWT.
Makna dan Hikmah di Balik Perjalanan Isra
Isra, perjalanan malam ke Al-Aqsa, memiliki hikmah mendasar. Pertama, ini adalah pemindahan pusat aktivitas dakwah sementara waktu untuk menunjukkan kesinambungan risalah Islam dengan risalah para nabi terdahulu yang berpusat di Baitul Maqdis. Nabi diperlihatkan keutamaan salat di Al-Aqsa yang nilainya berlipat ganda dibandingkan salat di masjid lain. Hal ini menegaskan bahwa Islam adalah penyempurnaan dari ajaran tauhid yang dibawa oleh para rasul sebelumnya, termasuk Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa AS.
Kedua, selama perjalanan Isra, Nabi dipertemukan dengan roh para nabi. Beliau mengimami salat bersama mereka di Al-Aqsa. Ini adalah isyarat simbolis bahwa umat Islam berada di garis penerus risalah kenabian yang universal. Tafsir kontemporer sering menyoroti aspek ini sebagai penegasan bahwa Islam menyatukan seluruh benang merah ajaran ilahi.
Puncak Spiritual: Mi'raj ke Hadirat Ilahi
Mi'raj adalah bagian yang paling misterius dan penuh keajaiban. Nabi naik melewati lapisan-lapisan langit, bertemu dengan para malaikat, dan menyaksikan berbagai pemandangan yang hanya bisa dipahami melalui wahyu. Dalam berbagai riwayat tafsir, disebutkan bahwa setiap lapisan langit memperlihatkan kepada Nabi kondisi umat manusia, baik yang beruntung karena ketaatan maupun yang menerima azab karena kemaksiatan.
Puncak dari Mi'raj adalah ketika Nabi mencapai Sidratul Muntaha, batas pengetahuan makhluk. Di sinilah Allah SWT mewajibkan salat lima waktu secara langsung kepada Nabi tanpa perantara, menjadikannya pilar utama dan ibadah fisik yang paling utama dalam Islam. Kewajiban salat ini turun langsung dari derajat tertinggi di alam semesta, menunjukkan betapa pentingnya hubungan ritual antara hamba dan Tuhan. Tafsir mengenai "Sidratul Muntaha" sering diartikan sebagai pohon suci yang menjadi batas pengetahuan malaikat pun tidak boleh melewatinya.
Dampak dan Relevansi Kontemporer
Tafsir Isra Mi'raj tidak hanya berhenti pada narasi sejarah. Kisah ini memberikan pelajaran fundamental bagi umat Islam. Pertama, ujian keimanan. Ketika Nabi kembali dan menceritakan perjalanannya, banyak yang ragu, kecuali Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung membenarkannya tanpa syarat. Ini menunjukkan bahwa iman sejati adalah keyakinan yang melampaui batasan logika empiris semata.
Kedua, Mi'raj adalah metafora bagi seorang mukmin untuk mencapai kedekatan spiritual tertinggi. Seperti halnya Nabi melakukan perjalanan fisik yang spektakuler, seorang muslim harus terus melakukan "mi'raj ruhani" melalui salat, zikir, dan introspeksi diri agar jiwanya terangkat dari kekotoran duniawi menuju kesucian yang mendekati keridhaan Allah. Perjalanan ini mengingatkan bahwa tujuan akhir setiap amalan adalah pertemuan batiniah dengan Yang Maha Benar.
Dengan memahami tafsir Isra Mi'raj secara mendalam, umat Islam diingatkan bahwa perjuangan dakwah harus dibarengi dengan fondasi spiritual yang kokoh, dibuktikan dengan ketaatan total, dan selalu mencari kedekatan spiritual tertinggi dalam setiap aspek kehidupan mereka.