Akreditasi A dalam program studi Teknik Kimia bukan sekadar label kehormatan; ini adalah penanda mutu tertinggi yang diakui secara nasional maupun internasional. Bagi calon mahasiswa dan orang tua, akreditasi ini menjamin bahwa kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajar telah memenuhi standar paling ketat. Dalam dunia industri yang sangat kompetitif, lulusan dari program Teknik Kimia berakreditasi A seringkali memiliki preferensi lebih tinggi di mata perusahaan multinasional maupun BUMN strategis. Mereka diasumsikan telah menguasai dasar-dasar proses kimia, rekayasa reaksi, termodinamika, dan unit operasi dengan kompetensi yang terjamin.
Mencapai status akreditasi A memerlukan komitmen luar biasa dari institusi. Proses ini melibatkan evaluasi mendalam terhadap setiap aspek akademik dan non-akademik. Ini mencakup kualitas penelitian dosen, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri 4.0, rasio dosen dan mahasiswa yang ideal, serta ketersediaan laboratorium modern yang berfungsi optimal untuk mendukung praktik mahasiswa dalam skala pilot plant atau simulasi canggih.
Untuk mempertahankan atau mencapai Akreditasi A, sebuah program studi Teknik Kimia biasanya berfokus pada tiga pilar utama: Sumber Daya Manusia (SDM), Fasilitas Pembelajaran, dan Riset Terapan.
Dosen harus memiliki kualifikasi akademik tertinggi (mayoritas Doktor) dan aktif dalam kegiatan ilmiah. Selain itu, penekanan ditempatkan pada pengembangan soft skill mahasiswa, seperti kemampuan pemecahan masalah kompleks (complex problem solving), berpikir kritis, dan etika profesional. Kurikulum harus responsif, misalnya dengan memasukkan mata kuliah spesialisasi seperti Bioteknologi Industri, Kimia Hijau (Green Chemistry), atau Material Maju.
Laboratorium menjadi jantung studi Teknik Kimia. Institusi dengan akreditasi A wajib memiliki peralatan yang setara dengan standar industri. Ini mencakup spektroskopi canggih, kromatografi, dan yang paling penting, fasilitas unit operasi skala laboratorium yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan desain proses, bukan hanya teori. Kemitraan erat dengan industri melalui magang wajib juga menjadi komponen penting untuk memastikan kesiapan kerja lulusan.
Akreditasi A menuntut adanya luaran riset yang signifikan. Dosen dan mahasiswa didorong untuk menghasilkan paten, publikasi di jurnal internasional bereputasi, dan proyek hilirisasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Misalnya, riset mengenai pengembangan katalis baru untuk efisiensi energi atau optimasi pabrik pengolahan limbah menjadi indikator kuat capaian mutu riset.
Bagi calon mahasiswa, menjadikan akreditasi A sebagai kriteria utama adalah langkah awal yang cerdas. Namun, perlu digali lebih dalam. Cari tahu mengenai prestasi alumni terbaru, lihat portofolio penelitian unggulan dosen, dan jika memungkinkan, kunjungi kampus untuk meninjau kondisi laboratorium. Pastikan bahwa "Akreditasi A" yang diperoleh adalah hasil dari upaya berkelanjutan dalam peningkatan mutu, bukan sekadar pencapaian historis. Program yang benar-benar unggul akan selalu transparan mengenai pencapaian dan rencana pengembangan mereka ke depan. Investasi pendidikan di bidang Teknik Kimia yang terakreditasi tinggi akan membuka pintu karir yang lebih luas dan stabil.