Surah ke-99 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 8 ayat.
Surah Az-Zalzalah, yang berarti "Kegoncangan", adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang memiliki pesan sangat mendalam mengenai hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan manusia. Surah ini dibuka dengan penggambaran visual yang menakutkan tentang peristiwa dahsyat yang akan melanda bumi.
Ayat pertama hingga kelima fokus pada deskripsi fisik kiamat. Keguncangan bumi yang luar biasa digambarkan sebagai awal dari proses pembalasan. Bumi, yang selama ini menjadi saksi bisu segala aktivitas manusia—baik kebaikan maupun keburukan—diperintahkan oleh Allah SWT untuk "berbicara" atau mengungkapkan semua yang telah terjadi di atas permukaannya. Perintah ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apa pun, yang luput dari catatan dan kesaksian alam semesta.
Ketika bumi telah mengungkapkan isinya, termasuk semua rahasia yang terpendam, manusia akan keluar dari kubur mereka dalam keadaan terpisah-pisah (asytaatan), menunjukkan bahwa pada momen tersebut, setiap individu akan berdiri sendiri menghadapi Tuhannya. Ini adalah momen penghakiman yang universal.
Puncak penekanan surah ini terletak pada dua ayat terakhir (Ayat 7 dan 8). Ayat ini menegaskan prinsip keadilan mutlak dalam Islam: perhitungan amal. Konsep "seberat zarah" (atom terkecil) adalah metafora untuk sekecil apa pun perbuatan manusia—baik itu niat tulus atau kejahatan tersembunyi—semuanya akan diperlihatkan. Tidak ada ruang untuk penyesalan yang sia-sia, karena apa yang telah ditanam (amal) akan dituai hasilnya di akhirat.
Pesan dari Az-Zalzalah ini sangat berfungsi sebagai pengingat agar setiap Muslim senantiasa waspada dan menjaga kualitas tindakannya dalam kehidupan duniawi. Karena dunia ini hanyalah ladang tanam, dan hasil panennya akan dinikmati sepenuhnya di saat bumi diguncang dan rahasia-rahasianya dibongkar. Memahami terjemahan surah ini mendorong peningkatan amal shaleh dan menjauhi perbuatan maksiat, menyadari bahwa audit terakhir adalah pasti dan tidak dapat dihindari.