Termometer air raksa, alat yang umum digunakan untuk mengukur suhu tubuh, memang efektif dan terjangkau. Namun, kekhawatiran terbesar muncul ketika termometer ini pecah. Pecahnya termometer air raksa bukan hanya soal membersihkan pecahan kaca, tetapi juga melibatkan penanganan zat berbahaya di dalamnya, yaitu merkuri.
Merkuri adalah logam berat yang bersifat toksik, bahkan dalam jumlah kecil. Paparan merkuri, terutama melalui inhalasi uapnya, dapat berbahaya bagi kesehatan, mempengaruhi sistem saraf, ginjal, dan organ lainnya. Oleh karena itu, mengetahui cara menangani termometer air raksa yang pecah dengan aman adalah keterampilan yang sangat penting bagi setiap rumah tangga.
Mengapa Penanganan Termometer Air Raksa Pecah Sangat Penting?
Merkuri dalam termometer hadir dalam bentuk cair yang menguap pada suhu ruangan. Uap merkuri tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sangat sulit dideteksi. Jika termometer pecah di area tertutup, uap merkuri dapat terakumulasi dan menimbulkan risiko kesehatan serius, terutama bagi anak-anak dan wanita hamil yang lebih rentan.
Pecahan kaca termometer sendiri dapat menyebabkan luka sayat. Namun, bahaya utama terletak pada bola-bola kecil merkuri yang tersebar. Ukuran bola merkuri bisa sangat kecil, seringkali lebih kecil dari sebutir pasir, membuatnya mudah menyebar ke area yang lebih luas jika tidak ditangani dengan benar.
Langkah-langkah Aman Membersihkan Termometer Air Raksa Pecah
Jika Anda mendapati termometer air raksa pecah, jangan panik. Ikuti langkah-langkah berikut dengan cermat untuk meminimalkan risiko paparan:
Segera Lakukan Ini:
- Evakuasi Area: Segera minta semua orang, terutama anak-anak dan hewan peliharaan, untuk keluar dari ruangan tempat termometer pecah. Jangan biarkan siapa pun berjalan di area tersebut untuk mencegah penyebaran merkuri.
- Buka Jendela: Buka semua jendela di ruangan tersebut untuk sirkulasi udara. Matikan kipas angin atau sistem ventilasi AC yang dapat menyebarkan uap merkuri ke ruangan lain. Biarkan area tersebut berventilasi selama minimal 24 jam jika memungkinkan.
- Cuci Tangan: Setelah berada di luar area yang terkontaminasi, segera cuci tangan Anda dengan sabun dan air.
Persiapan Pembersihan
Sebelum mulai membersihkan, pastikan Anda telah mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan:
- Sarung tangan karet atau lateks
- Masker (opsional, tetapi disarankan jika Anda memiliki riwayat masalah pernapasan)
- Kertas tebal atau karton
- Tetes mata atau pipet
- Selotip atau lakban
- Korek api atau senter (untuk membantu menemukan bola merkuri kecil)
- Kain lap atau tisu
- Wadah kedap udara dengan tutup (misalnya, stoples kaca dengan tutup yang rapat)
- Kantong plastik tebal yang bisa ditutup
Proses Pembersihan Bola Merkuri
Dengan menggunakan sarung tangan, mulailah proses pembersihan:
- Kumpulkan Pecahan Kaca: Gunakan kertas tebal atau karton untuk mengumpulkan pecahan kaca yang lebih besar. Hindari menggunakan sapu atau penyedot debu karena dapat menyebarkan merkuri lebih jauh dan lebih halus.
- Tangkap Bola Merkuri: Bola-bola merkuri yang kecil akan terlihat seperti tetesan perak. Gunakan tetes mata atau pipet untuk menyedot bola-bola merkuri ini. Anda juga bisa menggunakan selotip atau lakban untuk menempel dan mengangkat bola-bola merkuri yang sangat kecil.
- Gunakan Senter: Arahkan senter ke lantai dari berbagai sudut. Bola merkuri akan memantulkan cahaya, sehingga memudahkan Anda menemukannya, terutama yang berukuran sangat kecil.
- Pindahkan ke Wadah: Pindahkan semua bola merkuri yang telah Anda kumpulkan ke dalam wadah kedap udara yang sudah disiapkan.
Setelah Pembersihan Awal
Setelah semua pecahan kaca dan bola merkuri dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah membersihkan sisa-sisanya:
- Lap Permukaan: Gunakan lap basah atau tisu yang sudah dibasahi sedikit air atau larutan pembersih untuk mengelap area tempat termometer pecah. Lakukan dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran merkuri.
- Kumpulkan Limbah: Masukkan semua alat pembersih yang terkontaminasi (seperti lap, tisu, selotip, sarung tangan bekas) ke dalam kantong plastik tebal yang bisa ditutup rapat.
- Tutup Wadah: Pastikan wadah yang berisi bola merkuri tertutup rapat.
Hal-hal yang HARUS DIHINDARI:
- Jangan Gunakan Penyedot Debu (Vacuum Cleaner): Ini adalah kesalahan umum yang dapat menyebarkan uap merkuri ke seluruh ruangan dan membuat penyedot debu Anda terkontaminasi.
- Jangan Gunakan Sapu: Sapu akan memecah bola merkuri menjadi partikel yang lebih kecil dan menyebarkannya.
- Jangan Buang ke Saluran Air: Merkuri dapat mencemari sumber air.
- Jangan Membuang ke Tempat Sampah Biasa: Ini dapat mencemari lingkungan.
Pembuangan Limbah Merkuri yang Aman
Limbah yang mengandung merkuri (termasuk pecahan termometer, bola merkuri, dan alat pembersih yang terkontaminasi) harus dibuang sebagai limbah berbahaya. Hubungi dinas lingkungan hidup setempat atau fasilitas pengelolaan limbah berbahaya di kota Anda untuk mengetahui prosedur pembuangan yang tepat. Jangan sekali-kali membuangnya ke tempat sampah umum.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Jika termometer pecah di karpet, pakaian, atau furnitur berpori lainnya, merkuri mungkin sulit dihilangkan sepenuhnya. Dalam kasus seperti ini, atau jika Anda merasa jumlah merkuri yang tumpah cukup banyak dan Anda khawatir akan paparan, pertimbangkan untuk menghubungi tim penanganan bahan berbahaya dari dinas pemadam kebakaran atau perusahaan spesialis penanganan lingkungan.
Mengatasi termometer air raksa yang pecah memang memerlukan ketelitian dan kehati-hatian ekstra. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan bahwa proses pembersihan dilakukan dengan aman, melindungi diri Anda, keluarga, dan lingkungan dari bahaya merkuri.