Ilustrasi termometer raksa
Ketika berbicara tentang pengukuran suhu, terutama suhu tubuh, termometer raksa adalah salah satu alat yang paling dikenal dan sering digunakan di masa lalu. Meskipun kini telah banyak digantikan oleh termometer digital, pemahaman mengenai termometer raksa tetap penting. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu termometer raksa, bagaimana cara kerjanya, kelebihan, kekurangan, serta tips penggunaannya.
Termometer raksa adalah alat ukur suhu yang menggunakan cairan raksa (mercuri) sebagai indikator perubahan suhu. Cairan raksa dipilih karena memiliki sifat pemuaian yang baik dan seragam ketika dipanaskan atau didinginkan. Prinsip kerja utamanya adalah berdasarkan pemuaian volume zat cair.
Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang ramping, di salah satu ujungnya terdapat wadah (reservoar) kecil berisi cairan raksa. Di dalam tabung kaca tersebut, terdapat skala ukuran suhu (biasanya dalam Celsius (°C) atau Fahrenheit (°F)). Ketika suhu lingkungan atau benda yang diukur meningkat, raksa di dalam reservoar akan memuai dan naik melalui tabung kapiler. Sebaliknya, ketika suhu menurun, raksa akan menyusut dan turun. Ketinggian raksa yang berhenti pada skala tertentu menunjukkan nilai suhu tersebut.
Cara kerja termometer raksa sangat bergantung pada sifat fisik raksa. Raksa memiliki titik beku -38.83 °C dan titik didih 356.73 °C, menjadikannya cocok untuk mengukur rentang suhu tubuh manusia dan lingkungan yang umum.
Ketika digunakan untuk mengukur suhu tubuh, misalnya, reservoar termometer yang berisi raksa ditempatkan pada bagian tubuh yang suhunya ingin diukur (seperti di bawah lidah, ketiak, atau anus). Panas dari tubuh akan ditransfer ke raksa. Seiring dengan peningkatan suhu, partikel-partikel raksa akan bergerak lebih cepat dan saling mendorong, menyebabkan volume raksa meningkat. Peningkatan volume ini mendorong raksa naik ke dalam tabung kapiler yang sempit. Karena tabung kapiler sangat sempit, sedikit saja perubahan volume raksa akan terlihat sebagai pergerakan yang signifikan pada kolom raksa di sepanjang skala.
Setelah beberapa saat, keseimbangan suhu tercapai antara tubuh dan raksa. Ketinggian kolom raksa yang terhenti kemudian dibaca pada skala yang tertera di tabung kaca. Untuk menggunakan termometer ini kembali, biasanya perlu digoyang-goyangkan hingga kolom raksa turun kembali ke posisi semula.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, termometer raksa memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya populer di zamannya:
Seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran akan bahaya, termometer raksa juga memiliki beberapa kelemahan yang signifikan:
Jika Anda masih menggunakan termometer raksa, penting untuk mematuhi prosedur penggunaan yang aman:
Mengingat potensi bahayanya, banyak negara dan institusi kesehatan telah mendorong penghentian penggunaan termometer raksa demi beralih ke alternatif yang lebih aman dan modern. Namun, pemahaman tentang termometer raksa adalah fondasi penting untuk mengapresiasi perkembangan teknologi kesehatan yang kita nikmati saat ini.