Simbol pembelajaran dan pembentukan karakter.
Pendidikan agama Islam, khususnya mata pelajaran Akidah Akhlak, memegang peranan krusial dalam membentuk pondasi keimanan dan karakter individu. Akidah merujuk pada keyakinan dasar seorang Muslim terhadap rukun iman, sementara akhlak adalah manifestasi perilaku yang baik dan terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran Akidah Akhlak dirancang secara komprehensif untuk memastikan peserta didik tidak hanya memahami konsep teologis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya menjadi tindakan nyata yang positif.
Pondasi Keimanan yang Kokoh (Akidah)
Tujuan utama dari pembelajaran Akidah adalah menanamkan pemahaman yang benar dan mendalam mengenai konsep ketuhanan dan segala sesuatu yang wajib diimani. Ini bukan sekadar hafalan, melainkan penanaman keyakinan yang rasional dan teruji. Peserta didik diharapkan mampu menjadikan akidah sebagai benteng spiritual mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
1. Penguatan Iman Kepada Allah SWT
Tujuan mendasar adalah agar siswa dapat meyakini keesaan Allah (Tauhid), serta memahami sifat-sifat-Nya yang sempurna. Pemahaman ini harus membawa implikasi bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berada dalam kendali dan hikmah Ilahi. Mereka harus mampu menolak segala bentuk kemusyrikan dan pemikiran yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni.
2. Pemahaman Rukun Iman Lainnya
Pembelajaran Akidah juga bertujuan agar siswa mengimani malaikat, kitab-kitab suci, rasul-rasul utusan Allah, hari akhir, serta takdir baik dan buruk (Qada dan Qadar). Penguasaan materi ini harus menghasilkan ketenangan jiwa, karena seorang yang beriman akan menerima setiap ketetapan Allah dengan lapang dada dan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat kebaikan.
Pembentukan Karakter Mulia (Akhlak)
Jika akidah adalah "apa yang diyakini di dalam hati," maka akhlak adalah "apa yang tercermin di dalam perbuatan." Tujuan pembelajaran akhlak adalah mengubah pengetahuan teologis menjadi etika sosial dan moral yang Islami. Ini merupakan inti dari bagaimana seorang Muslim berinteraksi dengan Tuhannya, sesama manusia, dan lingkungannya.
3. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Salah satu tujuan penting adalah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswah hasanah (teladan terbaik). Siswa didorong untuk mempelajari dan meniru sifat-sifat terpuji beliau, seperti jujur (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan kebenaran (tabligh), dan cerdas dalam mengambil keputusan (fathonah). Peneladanan ini harus terlihat dalam interaksi sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
4. Pengembangan Akhlak Terpuji (Mahmudah)
Pembelajaran berfokus pada pembiasaan diri dengan akhlak mahmudah (terpuji). Tujuan spesifiknya meliputi:
- Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diterima.
- Mendorong sikap toleransi dan menghargai perbedaan.
- Membiasakan perilaku santun dan menghormati orang yang lebih tua.
- Melatih empati dan kepedulian sosial terhadap sesama.
5. Penghindaran Akhlak Tercela (Madzmumah)
Selain menumbuhkan kebaikan, tujuan pembelajaran juga mencakup upaya preventif. Siswa harus mampu mengidentifikasi dan secara sadar menghindari akhlak madzmumah (tercela) seperti iri hati, dengki, sombong, pemalas, dan suka berbohong. Kesadaran ini lahir dari pemahaman bahwa perilaku buruk merusak hubungan dengan Allah dan merugikan diri sendiri di dunia maupun akhirat.
Integrasi dan Aplikasi dalam Kehidupan
Tujuan akhir dari mata pelajaran Akidah Akhlak adalah integrasi sempurna antara keyakinan dan perilaku. Akidah yang benar tanpa akhlak yang baik dianggap kurang sempurna, demikian pula akhlak tanpa akidah yang kokoh cenderung rapuh.
Oleh karena itu, pembelajaran ini harus mampu menjadikan siswa pribadi yang berintegritas. Mereka dididik untuk menjadi individu yang bertanggung jawab secara moral, memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Ilahi, dan mampu berkontribusi positif bagi kemaslahatan umat manusia. Dengan demikian, tujuan pembelajaran Akidah Akhlak tercapai manakala lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga suci secara spiritual dan mulia dalam budi pekerti.
Proses pendidikan yang efektif dalam Akidah Akhlak memerlukan metode yang bervariasi, melibatkan keteladanan, pembiasaan, dan pendalaman konsep secara terus-menerus agar nilai-nilai yang ditanamkan benar-benar menyatu dan membentuk karakter yang ideal sesuai tuntunan ajaran Islam.