Menulis surat-surat pendek dalam Al-Qur'an adalah salah satu bentuk ibadah dan upaya untuk memahami pesan-pesan ilahi secara lebih mendalam. Salah satu surat yang sarat dengan gambaran dahsyat tentang akhir zaman adalah Surat Al-Zalzalah (Surat Kegoncangan), yaitu surat ke-99 dalam susunan mushaf. Bagi seorang Muslim, kegiatan menulis surat ini seringkali dilakukan untuk menghafal, menelaah makna, atau sekadar sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT.
Ketika Anda memutuskan untuk tulis surat Al Zalzalah, Anda sedang mempersiapkan diri untuk merefleksikan salah satu deskripsi paling dramatis tentang hari kiamat. Surat ini hanya terdiri dari delapan ayat, namun bobot maknanya sangat luar biasa. Kejelasan dan kesederhanaan bahasanya membuatnya mudah diingat, namun kekuatannya terletak pada isinya yang menggetarkan jiwa.
Surat Al-Zalzalah diawali dengan pertanyaan retoris yang langsung memicu kesadaran pendengar: "Apabila bumi diguncangkan dengan goncangan yang hebat (pertama)." Ayat pembuka ini bukan sekadar deskripsi geologis, melainkan penanda awal dari peristiwa terbesar yang akan dialami alam semesta.
Tujuan utama surat ini adalah memberikan peringatan keras tentang pertanggungjawaban individu (hisab) di Hari Kiamat. Ia menekankan bahwa sekecil apapun amal perbuatan—baik atau buruk—tidak akan luput dari perhitungan Allah SWT. Inilah esensi mengapa surat ini sering diulang-ulang dalam shalat, sebagai pengingat bahwa kita selalu diawasi.
Untuk membantu Anda menulis surat ini dengan benar, baik secara teks Arab, transliterasi, maupun terjemahannya, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti:
Jika Anda ingin menulis mushafiah (sesuai kaidah penulisan Al-Qur'an), pastikan menggunakan kertas yang baik dan alat tulis yang permanen. Namun, jika tujuan Anda adalah sekadar mencatat makna untuk hafalan, buku catatan biasa sudah cukup. Pastikan Anda memiliki sumber rujukan yang terpercaya untuk akurasi teks Arab.
Ini adalah bagian terpenting. Pastikan penulisan teks Arabnya benar, terutama tanda baca dan harakatnya. Berikut adalah susunan ayat yang harus Anda tulis:
Setelah menulis teks Arab, sangat disarankan untuk menyertakan terjemahan dan penafsiran singkat agar pemahaman Anda utuh. Perhatikan kata kunci seperti "zilzalaha" (goncangan hebat), "atsqalaha" (beban-bebannya—yaitu mayat dan harta karun), dan "mitsqala dzarrah" (seberat partikel terkecil).
Ayat 6 adalah inti peringatan: "Pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok, agar diperlihatkan kepada mereka balasan dari perbuatan-perbuatan mereka." Ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban akan dilakukan secara terbuka dan tidak ada tempat untuk bersembunyi.
Menggambarkan bagaimana bumi akan "berbicara" atau "memberitakan" (Ayat 4) adalah metafora yang kuat. Bumi, yang selama ini menjadi saksi bisu setiap perbuatan kita—baik rahasia maupun terang-terangan—pada hari itu akan diperintahkan Allah untuk bersaksi. Dalam konteks menulis, ini mendorong kita untuk menyadari bahwa setiap langkah, setiap kata, dan setiap niat kita tercatat di alam semesta ini.
Penekanan pada "mitsqala dzarrah" (Ayat 7 dan 8) berfungsi sebagai penyeimbang. Tidak ada amal baik sekecil apapun yang dianggap remeh, dan sebaliknya, tidak ada kejahatan sekecil apapun yang terlewat. Surat Al-Zalzalah mengajarkan prinsip keadilan mutlak. Ketika Anda menulis surat ini, bayangkan keseimbangan sempurna yang diterapkan Allah dalam menghitung setiap atom dari perbuatan kita.
Setelah selesai tulis surat Al Zalzalah, luangkan waktu untuk merenungkan implikasinya. Surat ini seharusnya memotivasi kita untuk berhati-hati dalam setiap tindakan dan perkataan di dunia, karena dunia hanyalah ladang penanaman sebelum panen besar di akhirat. Memahami dan menulis surat ini bukan sekadar latihan literasi agama, melainkan sebuah latihan spiritual untuk meningkatkan takwa.
Surat Al-Zalzalah, dengan kedahsyatannya, berfungsi sebagai pengingat universal bahwa kehidupan dunia ini fana, dan pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Kuasa adalah pasti. Dengan merenungkan setiap ayat yang telah Anda tulis, diharapkan kesadaran akan hari penghisaban semakin tertanam kuat dalam diri.