Ilustrasi Simbolik Al-Qur'an dan Cahaya بِسْمِ ٱللَّهِ

Tulisan Arab Surat Al-Ma'idah (Hidangan) Lengkap

Surat Al-Ma'idah adalah surat ke-5 dalam susunan Mushaf Al-Qur'an dan termasuk golongan surat Madaniyah. Surat ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena mengandung pembahasan penting mengenai syariat Islam, hukum, perjanjian, hingga kisah-kisah kenabian yang relevan bagi umat Islam. Membaca dan memahami ayat-ayatnya adalah ibadah yang agung.

Berikut disajikan teks asli dalam tulisan Arab Surat Al-Ma'idah, diikuti terjemahannya untuk memudahkan penghayatan makna di dalamnya. Keindahan kaligrafi Arab menjadi cerminan kesempurnaan wahyu Ilahi.

Teks Arab Surat Al-Ma'idah Ayat 1-10

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ (Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.) يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَوْفُوا۟ بِٱلْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ ٱلْأَنْعَٰمِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى ٱلصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ (Hai orang-orang yang beriman, penuhilah segala janji (kontrak). Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu (dilarang), dengan menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan ihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum apa yang dikehendaki-Nya.) يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَامِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوًى ۖ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan mengganggu binatang-binatang korban, jangan pula mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhannya, dan apabila kamu telah menghalalkan (tidak sedang ihram), maka burulah (yang halal). Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum karena mereka telah menghalangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.) يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ شَهَٰدَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا حَضَرَهُ ٱلْمَوْتُ حِينَ ٱلْوَصِيَّةِ ٱثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ أَوْ ءَاخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُم مُّصِيبَةُ ٱلْمَوْتِ ۙ تَحْبِسُونَهُمَا مِنۢ بَعْدِ ٱلصَّلَوٰةِ فَيُقْسِمَانِ بِٱللَّهِ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِى بِهِۦ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ وَلَا نَكْتُمُ شَهَٰدَةَ ٱللَّهِ إِنَّآ إِذًا لَّمِنَ ٱلْـَٔاثِمِينَ (Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang di antara kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah yang menjadi saksi wasiat itu dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang bukan dari golonganmu jika kamu sedang dalam perjalanan lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan (tawan) kedua saksi itu sesudah shalat, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu: "Demi Allah kami tidak akan menukar sumpah ini dengan harga murah, walaupun (yang akan diberi wasiat itu) seorang kerabat, dan kami tidak akan menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya kami jika demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa.")

Kandungan Utama Surat Al-Ma'idah

Surat Al-Ma'idah (yang berarti Hidangan) dibuka dengan penekanan kuat pada pentingnya menepati janji dan akad (perjanjian). Ayat pertama menegaskan prinsip fundamental ini, yang mencakup janji antara manusia dengan Allah SWT dan janji antar sesama manusia. Prinsip ini menjadi dasar bagi moralitas dan muamalah (interaksi sosial) seorang Muslim.

Hukum Makanan dan Ibadah Haji

Selanjutnya, surat ini membahas hukum-hukum yang berkaitan dengan makanan yang halal, khususnya mengenai binatang ternak (an'am) dan larangan terhadap simbol-simbol kesucian agama seperti syi'ar Allah dan Baitul Haram. Ini menunjukkan bahwa pemeliharaan kehormatan ritual dan tempat ibadah adalah bagian integral dari keimanan.

Salah satu inti pembahasan yang sangat terkenal dalam surat ini adalah ayat tentang hukum makanan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, serta kehalalan makanan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) serta boleh menikahi wanita mereka. Ayat-ayat ini memberikan panduan rinci mengenai batas-batas interaksi sosial dan ritual dalam Islam.

Perjanjian Para Nabi dan Kisah Taurat

Surat Al-Ma'idah juga mengulang dan menegaskan kembali perjanjian yang telah diambil Allah dari para nabi terdahulu. Ayat tentang Bani Israil yang melanggar janji mereka menjadi pelajaran penting bagi umat Islam agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ketika mereka menyimpang dari hukum Taurat yang telah diturunkan, Allah memberikan hukuman berupa kerasnya hati dan permusuhan di antara mereka.

Hukum Pidana dan Keadilan

Aspek hukum pidana juga dibahas secara mendalam, termasuk sanksi bagi para pelaku kejahatan seperti pencurian, hukuman bagi orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya (pembuat kerusakan di muka bumi), serta pentingnya menegakkan keadilan secara mutlak, bahkan terhadap diri sendiri atau orang terdekat.

Dalam konteks persaksian dan wasiat, surat ini memberikan aturan yang sangat ketat mengenai siapa yang boleh menjadi saksi saat seseorang menghadapi kematian. Ini menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam setiap transaksi atau pernyataan hukum, menegaskan bahwa menyembunyikan kebenaran adalah dosa besar.

Penutup dan Peringatan

Secara keseluruhan, Surat Al-Ma'idah adalah risalah hukum yang komprehensif. Ia mengajarkan umat Islam untuk hidup dalam bingkai ketaatan (fulfilling contracts), menghormati syiar agama, menjaga keadilan, dan senantiasa bertakwa. Ayat-ayatnya berfungsi sebagai pengingat terus-menerus bahwa Allah Maha Melihat dan akan memberikan pertanggungjawaban atas setiap perbuatan di dunia ini.

Membaca teks Arab surat ini secara rutin, diiringi perenungan makna terjemahannya, akan memperkuat fondasi keimanan dan membimbing umat Islam menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT.

🏠 Homepage