A M ... Aksara

Mengenal Tulisan Carakan Madura Lengkap

Madura, sebuah pulau yang kaya akan tradisi dan budaya, memiliki warisan linguistik yang unik salah satunya adalah sistem penulisannya yang dikenal sebagai Carakan Madura. Sistem penulisan ini, yang merupakan turunan dari aksara Nusantara, memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri yang mencerminkan identitas masyarakat Madura. Mempelajari Carakan Madura tidak hanya membuka jendela pada sejarah dan literatur daerah, tetapi juga merupakan upaya pelestarian budaya agar tidak lekang dimakan zaman.

Carakan Madura, sebagaimana aksara sejenis lainnya di Indonesia, memiliki akar yang kuat dari tradisi tulis Hindu-Buddha yang berkembang di Nusantara ribuan tahun lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, aksara ini mengalami adaptasi dan modifikasi sesuai dengan fonetik dan kebutuhan bahasa Madura. Sehingga, muncullah bentuk-bentuk aksara yang khas dan berbeda dari aksara Jawa atau Bali, meskipun memiliki kesamaan dalam struktur dan filosofi dasar.

Struktur Dasar Carakan Madura

Sama seperti aksara Hanacaraka pada umumnya, Carakan Madura tersusun atas dasar-dasar huruf (aksara nglegena) yang kemudian dapat dimodifikasi dengan gugus tanda baca (sandhangan) untuk membentuk suku kata atau memberikan bunyi vokal tertentu. Aksara nglegena ini merupakan konsonan dasar yang ketika berdiri sendiri dibaca dengan vokal 'a'. Dalam Carakan Madura, terdapat 20 aksara nglegena pokok:

Aksara Transliterasi Nama/Bunyi
H ha ha
Na na na
Ca ca ca
Ra ra ra
Ka ka ka
Da da da
Ta ta ta
Sa sa sa
Wa wa wa
La la la
Pa pa pa
Ba ba ba
Ma ma ma
Ga ga ga
Nga nga nga
Ja ja ja
Ya ya ya
Nya nya nya
Nda nda nda
Nta nta nta
Nya' nya' nya'

Selain aksara dasar ini, Carakan Madura juga memiliki "aksara layar" atau yang sering disebut dengan "pa'baca" yang berfungsi untuk menghilangkan vokal 'a' pada akhir suku kata, sehingga membentuk konsonan murni. Aksara ini sangat krusial dalam penulisan bahasa Madura yang banyak memiliki akhiran konsonan.

Sandhangan dan Modifikasi

Keindahan dan fleksibilitas Carakan Madura terletak pada penggunaan sandhangan. Sandhangan adalah tanda baca yang ditempatkan di atas, di bawah, atau di samping aksara nglegena untuk mengubah bunyi vokalnya. Beberapa sandhangan penting dalam Carakan Madura antara lain:

Kombinasi aksara nglegena dengan berbagai sandhangan inilah yang memungkinkan Carakan Madura untuk mewakili seluruh bunyi dalam bahasa Madura. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk aksara rekan (aksara serapan) untuk bunyi-bunyi tertentu yang tidak ada dalam bahasa Madura asli, namun sering digunakan dalam penyerapan kata dari bahasa lain.

Manfaat Mempelajari Carakan Madura

Dalam era digital ini, mempelajari Carakan Madura mungkin terasa seperti sebuah tantangan. Namun, manfaatnya sangatlah besar. Pertama, ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam melestarikan warisan budaya tak benda. Kedua, bagi masyarakat Madura sendiri, penguasaan Carakan Madura dapat memperdalam pemahaman akan akar budaya dan sejarah nenek moyang. Ketiga, bagi peneliti atau pemerhati bahasa dan aksara Nusantara, Carakan Madura menawarkan studi kasus yang menarik tentang evolusi dan adaptasi sistem penulisan.

Tulisan-tulisan kuno, prasasti, naskah sastra lama, dan berbagai artefak budaya lainnya yang menggunakan Carakan Madura menjadi saksi bisu perjalanan peradaban Pulau Garam ini. Membaca dan memahami Carakan Madura berarti membuka gerbang untuk berkomunikasi langsung dengan masa lalu.

"Madura bangkit, sastra lestari, carakan abadi."

Meskipun penggunanya saat ini mungkin tidak sebanyak dahulu, semangat untuk mempelajari dan menghidupkan kembali Carakan Madura harus terus dipupuk. Berbagai komunitas, pegiat budaya, dan institusi pendidikan kini mulai gencar melakukan sosialisasi dan pelatihan. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat kembali akrab dengan salah satu kekayaan linguistik bangsa ini.

🏠 Homepage