Akrilik, atau sering dikenal dengan nama dagang seperti Plexiglas atau PMMA, adalah material serbaguna yang sangat populer untuk berbagai aplikasi, mulai dari signage, display produk, hingga konstruksi interior. Salah satu aspek krusial saat melakukan pemesanan atau perencanaan proyek adalah mengetahui ukuran lembaran akrilik standar yang tersedia di pasaran.
Secara umum, lembaran akrilik diproduksi dalam dimensi yang relatif besar. Dimensi standar ini memudahkan distributor dan produsen untuk memotongnya sesuai kebutuhan spesifik pelanggan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun ada standar, ketersediaan ukuran dapat bervariasi tergantung pada pemasok, negara, dan jenis akrilik (misalnya, lembaran cor atau ekstrusi).
Dua dimensi utama yang harus Anda ketahui adalah panjang dan lebar lembaran. Di banyak wilayah, ukuran lembaran akrilik terbesar yang umum ditemui adalah:
Selain dimensi ini, akrilik juga sering tersedia dalam lembaran yang lebih kecil atau format setengah lembar untuk memudahkan penanganan atau proyek skala kecil.
Representasi visual lembaran akrilik standar.
Saat mencari informasi mengenai ukuran lembaran akrilik, ketebalan (atau Tebal) adalah variabel kedua yang sama pentingnya dengan dimensi permukaan. Ketebalan akrilik sangat menentukan kekuatan struktural, kemampuan menahan beban, dan tujuan aplikasinya.
Ketebalan akrilik biasanya diukur dalam milimeter (mm) atau terkadang dalam satuan inci (terutama di Amerika Utara).
| Aplikasi Umum | Kisaran Ketebalan (mm) | Keterangan |
|---|---|---|
| Display Kecil, Kerajinan Tangan | 1 mm – 3 mm | Fleksibel, mudah dipotong dengan pemanas. |
| Signage Indoor, Rak Pameran | 4 mm – 6 mm | Ketebalan paling populer untuk papan nama standar. |
| Aquarium Kecil, Panel Pelindung Mesin | 8 mm – 12 mm | Memiliki kekakuan yang baik dan kejernihan optik tinggi. |
| Dinding Partisi, Display Berat, Perabot | 15 mm ke atas | Membutuhkan dukungan struktural yang lebih kuat. |
Ketebalan akrilik juga dapat dipengaruhi oleh proses pembuatannya. Akrilik cor (cast) sering kali memiliki toleransi ketebalan yang sedikit lebih baik, yang penting untuk aplikasi presisi tinggi atau ketika menggunakan lembaran dalam jumlah banyak yang harus cocok sempurna.
Pemilihan ukuran lembaran akrilik secara langsung berdampak pada anggaran proyek Anda. Lembaran ukuran standar (4x8 kaki) umumnya lebih ekonomis karena diproduksi secara massal dan mudah diangkut. Ketika Anda meminta ukuran kustom yang lebih kecil, biaya per meter persegi seringkali menjadi lebih tinggi karena sisa material (scrap) yang dihasilkan dari pemotongan lembaran standar dianggap sebagai kerugian.
Untuk menghemat biaya, desainer profesional biasanya mencoba merancang produk mereka sedemikian rupa sehingga memanfaatkan sepenuhnya dimensi 1220x2440 mm. Jika Anda membutuhkan beberapa potong kecil, susun tata letak pemotongan Anda (nesting layout) secara efisien untuk meminimalkan sisa bahan. Ini adalah praktik standar dalam industri fabrikasi.
Selain dimensi fisik, ukuran lembaran juga bisa dibatasi oleh ketersediaan warna. Misalnya, warna-warna khusus atau akrilik dengan efek tertentu (seperti reflektif atau buram) mungkin hanya tersedia dalam ukuran lembaran tertentu, atau mungkin hanya tersedia dalam batch terbatas.
Kesimpulannya, sebelum memulai pekerjaan apa pun yang melibatkan akrilik, pastikan Anda telah mengunci tiga parameter utama: Panjang, Lebar, dan Ketebalan. Memahami ukuran standar industri akan membantu Anda bernegosiasi harga yang lebih baik dan memastikan kelancaran proses fabrikasi.