Urutan

Urutan dan Keutamaan Surat Al-Maidah dalam Al-Qur'an

Nama Surat: Al-Maidah (Hidangan)

Nomor Urut: 5

Jumlah Ayat: 120 Ayat

Golongan: Madaniyah (diturunkan di Madinah)

Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang terdiri dari 114 surat. Setiap surat memiliki posisi dan urutan spesifik yang telah ditetapkan oleh Allah SWT melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Surat Al-Maidah menempati posisi yang sangat penting karena merupakan surat kelima dalam susunan mushaf, tepat setelah Surat Ali 'Imran dan sebelum Surat Al-An'am.

Urutan surat dalam Al-Qur'an ini dikenal sebagai Tawqifi, artinya penempatannya adalah berdasarkan ketetapan Ilahi, bukan berdasarkan panjang pendeknya surat atau kronologi turunnya wahyu. Meskipun demikian, posisi Al-Maidah di urutan kelima ini menandakan bahwa ia membawa tema-tema penting yang menyambung pembahasan surat sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan hukum syariat, perjanjian, dan etika sosial.

Mengapa Surat Al-Maidah Penting dalam Urutan?

Surat Al-Maidah, yang memiliki arti "Hidangan" atau "Jamuan", dikenal sebagai salah satu surat Madaniyah terakhir yang diturunkan. Surat ini kaya akan penetapan hukum-hukum dasar dalam Islam, seperti hukum makanan (halal dan haram), hukum pernikahan, serta aturan mengenai perburuan saat ihram. Penempatannya di urutan kelima, setelah Surat Ali 'Imran (yang membahas tentang keluarga Imran dan keimanan) dan sebelum Al-An'am (yang membahas tentang ternak dan tauhid), menunjukkan fase perkembangan hukum Islam di Madinah yang semakin matang.

Dalam konteks urutan, Al-Maidah sering dianggap melengkapi fondasi hukum yang diletakkan oleh surat-surat Madaniyah sebelumnya. Misalnya, ayat-ayat tentang perjanjian dan kepemimpinan dibahas secara mendalam. Keutamaan surat ini juga terletak pada ayat penutupnya yang sering dirujuk sebagai penegasan kesempurnaan agama Islam.

Detail Urutan Dalam Kompilasi Al-Qur'an

Ketika kita merujuk pada mushaf Al-Qur'an yang kita baca saat ini, susunan suratnya mengikuti Mushaf Utsmani yang diwariskan dari generasi ke generasi. Surat kelima ini terletak setelah:

  1. Surat Al-Fatihah (1)
  2. Surat Al-Baqarah (2)
  3. Surat Ali 'Imran (3)
  4. Surat An-Nisa (4)

Menariknya, Al-Maidah berada di Juz ke-6 hingga pertengahan Juz ke-7. Transisi dari Surat An-Nisa (yang banyak membahas hukum keluarga dan waris) ke Al-Maidah (yang membahas hukum publik, perjanjian, dan ritual ibadah) menunjukkan bagaimana syariat Islam berkembang untuk mengatur kehidupan komunitas Muslim yang semakin mapan di Madinah.

Kandungan Utama yang Menguatkan Urutan

Isi Surat Al-Maidah mencakup berbagai aspek kehidupan sosial dan ritual. Beberapa tema sentral yang menjadi penanda surat ini antara lain:

1. Hukum Makanan dan Persembahan

Ayat-ayat awal menekankan pentingnya memenuhi janji dan mematuhi hukum halal-haram terkait makanan, termasuk larangan memakan bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih atas nama selain Allah. Ini adalah dasar regulasi diet yang jelas bagi umat Muslim.

2. Ketentuan Hukum Pidana dan Keadilan

Surat ini juga memuat perintah untuk menegakkan keadilan secara mutlak, bahkan jika hal itu harus ditujukan kepada diri sendiri atau orang yang dibenci (QS. Al-Maidah: 8). Ini memperkuat fondasi moral dan hukum masyarakat Islam.

3. Kisah Hidangan (Al-Maidah)

Nama surat ini diambil dari kisah Nabi Isa AS dan kaum Hawariyyin yang meminta hidangan dari langit, sebuah mukjizat yang menegaskan keesaan Allah dan kenabian Isa. Kisah ini ditempatkan dalam narasi yang relevan dengan pembahasan Ahli Kitab.

4. Kesempurnaan Agama

Ayat terakhir Surat Al-Maidah sering dikutip sebagai penutup pembahasan hukum dan syariat, menegaskan bahwa agama Islam telah disempurnakan oleh Allah SWT. Penempatan ayat ini di akhir surat memberikan penekanan bahwa semua ajaran yang dibahas sebelumnya, termasuk urutan hukum yang ditetapkan, telah final dan lengkap.

Memahami urutan surat Al-Maidah, yang berada di posisi kelima, membantu kita dalam mempelajari perkembangan legislasi Islam secara kronologis dalam kerangka Al-Qur'an. Setiap surat, termasuk Al-Maidah, memainkan peran unik dalam membangun keseluruhan narasi dan hukum Islam yang komprehensif.

🏠 Homepage