Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus ke dunia ini sebagai rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam). Salah satu warisan terpenting yang beliau tinggalkan adalah teladan akhlaknya yang mulia. Akhlak beliau adalah cerminan sempurna dari ajaran Al-Qur'an, menjadikannya panutan utama bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan duniawi menuju kebahagiaan akhirat.
Memahami dan mengamalkan akhlak beliau bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci menuju kebahagiaan sejati. Berikut adalah 10 akhlak utama Rasulullah SAW yang dapat kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kejujuran (As-Shiddiq)
Sejak sebelum diangkat menjadi Nabi, Muhammad SAW telah dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya) karena kejujurannya yang luar biasa. Sikap jujur ini merupakan fondasi utama dalam segala interaksi sosial dan ibadah.
2. Amanah
Beliau selalu menunaikan janji dan menjaga titipan. Sikap amanah ini berlaku dalam urusan kecil maupun besar, menunjukkan integritas yang sempurna sebagai seorang pemimpin dan hamba Allah.
3. Keramahan dan Kasih Sayang
Rasulullah SAW sangat penyayang kepada seluruh makhluk, termasuk anak-anak, orang tua, bahkan musuh-musuhnya. Senyum beliau adalah sedekah, dan tutur katanya selalu menyejukkan hati.
4. Kesabaran (Ash-Shabr)
Dalam menghadapi cobaan dakwah yang berat, beliau menunjukkan kesabaran yang tiada tara. Kesabaran beliau mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam menghadapi kesulitan hidup.
5. Rendah Hati (Tawadhu')
Meskipun memiliki kedudukan tertinggi, Rasulullah SAW tidak pernah merasa lebih tinggi dari orang lain. Beliau mau duduk bersama orang miskin, melayani keluarganya, dan tidak pernah menolak ajakan makan bersama.
6. Pemaaf (Al-'Afw)
Ketika kaum Quraisy melakukan kekejaman yang tak terperi, ketika beliau berhasil menaklukkan Mekkah, beliau memaafkan mereka semua. Sikap pemaaf ini menunjukkan keluasan hati dan ketinggian budi pekerti.
7. Tidak Pernah Marah Karena Urusan Duniawi
Kemarahan Rasulullah SAW hanya muncul ketika ada pelanggaran terhadap batasan-batasan syariat Allah SWT. Untuk urusan pribadi atau duniawi, beliau selalu menahan amarahnya.
8. Ketegasan dan Keadilan
Di samping sifatnya yang lembut, beliau sangat tegas dalam menegakkan keadilan, bahkan kepada orang yang paling dicintai sekalipun. Keadilan adalah prinsip yang tidak bisa ditawar dalam Islam.
9. Tidak Suka Mengeluh
Rasulullah SAW menerima setiap ketetapan Allah dengan lapang dada. Beliau mengajarkan umatnya untuk selalu bersyukur dalam keadaan lapang maupun sempit, dan tidak berlebihan dalam mengeluhkan nasib.
10. Sederhana dalam Hidup (Az-Zuhd)
Kehidupan Rasulullah SAW jauh dari kemewahan materi. Beliau makan seadanya, tidur di tikar sederhana, dan pakaiannya pun tidak mencolok. Kesederhanaan ini mengajarkan kita untuk tidak terjerumus pada materialisme yang melalaikan akhirat.
Kesepuluh akhlak mulia ini merupakan inti dari risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk cinta kita yang paling nyata kepada beliau, sekaligus jalan terbaik untuk meraih keridhaan Allah SWT.