Mengembalikan Sihir dengan Surah Al Zalzalah

Dalam keyakinan spiritual Islam, ketika seseorang diyakini terkena dampak sihir atau gangguan metafisik, pencarian solusi seringkali mengarah pada ayat-ayat suci Al-Qur'an. Salah satu surah yang sering disebut memiliki kekuatan dahsyat dalam menangkal dan mengembalikan energi negatif adalah Surah Az-Zalzalah (Al-Zalzalah). Surah ini, yang memiliki arti "Kegoncangan", menggambarkan hari kiamat dengan goncangan bumi yang dahsyat, sebuah gambaran kekuatan yang mutlak dari Allah SWT.

Menggunakan surah tertentu sebagai metode pengobatan (ruqyah) bukanlah praktik yang didasarkan pada sihir pembalasan, melainkan permohonan perlindungan dan pertolongan langsung dari Allah SWT, memohon agar kezaliman yang ditujukan kepada seseorang dikembalikan kepada pelakunya, sesuai keadilan Ilahi.

Memahami Kekuatan Surah Al Zalzalah

Surah Al-Zalzalah (Surah ke-99) terdiri dari 8 ayat pendek namun sarat makna. Kekuatan utama surah ini terletak pada penggambaran goncangan besar di akhir zaman, di mana bumi akan mengeluarkan semua beban dan rahasianya. Ayat kunci dalam konteks ini adalah:

"Yauma’idzin tuḥadditsu akhbārahā. Bi’anna rabbaka awḥā lahā." (Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu mewahyukan yang demikian kepadanya.)

Para ulama menafsirkan bahwa ketika bumi diperintahkan untuk "menceritakan beritanya," ini berarti semua perbuatan, baik tersembunyi maupun yang dilakukan di bawah tanah, akan diungkapkan. Dalam konteks pengembalian sihir, ini diartikan sebagai permohonan agar setiap perbuatan sihir (yang seringkali dikubur atau disembunyikan) terungkap dan energinya kembali kepada sumbernya, atas izin Allah.

Cara Mengembalikan Sihir dengan Surah Al Zalzalah

Proses pengembalian dampak sihir melalui ruqyah syar’iyyah (pengobatan sesuai syariat) memerlukan niat yang tulus, keyakinan penuh (tawakkal), dan keikhlasan. Berikut adalah panduan umum mengenai cara mengembalikan sihir dengan surah Al Zalzalah yang sering diamalkan:

  1. Niat yang Benar (Niyyah): Mulailah dengan niat tulus untuk mencari perlindungan dan kesembuhan dari Allah, bukan untuk membalas dendam. Niatkan agar energi negatif yang dikirimkan segera kembali kepada pengirimnya melalui kekuasaan Allah.
  2. Bersuci (Thaharah): Pastikan Anda dalam keadaan suci (berwudhu) sebelum memulai pembacaan.
  3. Membaca Ta'awwudz dan Basmalah: Awali dengan membaca Ta'awwudz ("A'udzu billahi minasy syaithanir rajim") dan Basmalah ("Bismillahi rrahmani rrahim") sebanyak tiga kali.
  4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas: Umumnya, surah-surah pelindung ini dibaca terlebih dahulu sebagai benteng utama.
  5. Pembacaan Surah Al-Zalzalah: Bacalah Surah Al-Zalzalah sebanyak tujuh kali (atau kelipatan ganjil lainnya, tergantung pada arahan ruqyah yang diyakini). Selama pembacaan, fokuskan hati Anda pada makna ayat goncangan yang membongkar rahasia bumi.
  6. Doa Pengembalian: Setelah pembacaan, panjatkan doa khusus, memohon kepada Allah agar segala bentuk gangguan sihir, guna-guna, atau hasad yang menimpa diri Anda dikembalikan kepada pelakunya dalam keadaan hancur dan tidak berdaya.
  7. Aplikasi Fisik (Opsional): Beberapa praktisi menyarankan air yang telah dibacakan ayat-ayat tersebut diminum atau digunakan untuk mandi. Namun, ini harus dilakukan dengan pemahaman bahwa air hanyalah perantara, kekuatannya datang dari Kalamullah.

Pentingnya Keyakinan dan Konsistensi

Perlu ditekankan bahwa keberhasilan dalam cara mengembalikan sihir dengan surah Al Zalzalah sangat bergantung pada kualitas iman dan keyakinan (yaqin) pembacanya. Al-Qur'an adalah penyembuh (syifa) dan perisai. Sihir bekerja karena adanya celah atau kelemahan spiritual, atau karena izin Allah SWT untuk menguji keimanan hamba-Nya.

Proses ini mungkin tidak memberikan hasil instan. Konsistensi dalam berzikir dan membaca ayat-ayat perlindungan, termasuk Al-Zalzalah, setiap hari adalah kunci untuk menjaga benteng spiritual tetap kokoh. Ketika benteng ini kuat, energi negatif yang dikirimkan akan terpantul kembali, bukan karena kekuatan pembaca, melainkan karena perlindungan langsung dari Dzat yang menurunkan surah tersebut.

Selalu ingat, tujuan utama adalah mendekatkan diri kepada Allah, dan Al-Qur'an adalah sarana paling utama dalam segala aspek kehidupan, termasuk menghadapi gangguan gaib.

Ilustrasi Simbolik Goncangan dan Cahaya Perlindungan QS
🏠 Homepage