Kisah Penciptaan Manusia Menurut Al-Hijr Ayat 26

Ilustrasi Proses Pembentukan Manusia dari Tanah Liat yang Kering Tanah Liat Pembentukan Tiupan Roh Insan

Dalam Al-Qur'an, terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang asal-usul penciptaan manusia sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT. Salah satu ayat kunci yang menyoroti tahapan spesifik proses ini adalah **Surah Al-Hijr ayat 26**.

Teks dan Terjemahan Al-Hijr Ayat 26

Ayat ini secara tegas menjelaskan materi dasar pembentukan manusia dan metode yang digunakan oleh Sang Pencipta:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن صَلْصَـٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

(Wa laqad khalaqnal-insāna min ṣalṣālim min ḥama'im masnūn)

Terjemahan: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk."

Analisis Komponen Penciptaan

Ayat 26 Surah Al-Hijr (ayat ke-15 dalam urutan mushaf) ini mengandung tiga poin penting terkait penciptaan fisik manusia:

1. Materi Dasar: Tanah (أرض)

Seperti banyak ayat lain (misalnya Al-An'am ayat 2 dan As-Sajdah ayat 7), Al-Hijr 26 menegaskan bahwa dasar penciptaan Adam AS, dan secara implisit keturunan manusia, adalah tanah. Ini menunjukkan kesederhanaan materi awal manusia, meskipun hasil akhirnya adalah makhluk yang mulia.

2. Kondisi Material: Shalshal (صَلْصَـٰلٍ)

Kata "ṣalṣāl" sering diartikan sebagai tanah liat yang telah mengering dan mengeluarkan bunyi denting apabila diketuk. Dalam konteks Al-Qur'an, ini mengisyaratkan bahwa tanah liat tersebut bukan lagi dalam bentuk basah atau lembut, melainkan sudah melalui proses pengolahan awal—mungkin sudah dipanaskan atau dijemur sehingga memiliki struktur yang padat namun belum sepenuhnya menjadi batu.

Tahap ini menunjukkan kesempurnaan proses persiapan materi oleh Allah SWT. Proses ini melibatkan tahapan yang membutuhkan ketekunan, mirip dengan seorang pengrajin yang mengolah bahan bakunya sebelum dibentuk.

3. Kualitas Tanah: Hama'in Masnun (حَمَإٍ مَّسْنُونٍ)

Ini adalah deskripsi yang sangat spesifik. "Ḥama'" berarti lumpur hitam atau lumpur yang berasal dari dasar air. Sementara "masnūn" berarti tanah yang telah diaduk, dicampur, atau diberi bentuk (diolah). Ini menyiratkan bahwa tanah yang digunakan bukanlah tanah biasa, melainkan lumpur yang kaya akan mineral yang telah dicampur dengan baik hingga homogen.

Penggabungan "ṣalṣāl" dan "ḥama'im masnūn" menunjukkan tahapan yang bertingkat: dari air menjadi lumpur (ḥama'), lumpur tersebut diolah (masnūn), dan kemudian dibiarkan mengering hingga mengeluarkan bunyi (ṣalṣāl) sebelum ditiupkan roh.

Konteks dalam Surah Al-Hijr

Surah Al-Hijr (yang berarti Lembah atau Batu) secara umum berbicara tentang keesaan Allah, kebenaran Al-Qur'an, serta kisah-kisah para nabi terdahulu.

Ayat 26 ini diletakkan setelah ayat 25 yang berbicara tentang Hari Kiamat dan hari penghakiman. Dengan mengingatkan manusia tentang asal mereka yang sederhana—berasal dari tanah—Allah SWT hendak mengingatkan mereka akan kefanaan mereka dan bahwa kebangkitan kembali adalah hal yang jauh lebih mudah bagi-Nya daripada penciptaan awal.

Pelajaran Ketawadhu'an (Kerendahan Hati)

Salah satu hikmah terbesar dari ayat ini adalah pelajaran mengenai tawadhu'. Ketika kita memahami bahwa tubuh kita yang terdiri dari daging dan tulang ini bermula dari debu dan lumpur yang hina, kesombongan seharusnya sirna dari hati.

Manusia diberi kemuliaan bukan karena materi asalnya, melainkan karena karunia akal dan tiupan ruh Ilahi yang diberikan setelah proses pembentukan fisik itu selesai. Kesempurnaan manusia terletak pada aspek spiritual dan intelektualnya, bukan pada komposisi tanahnya.

Oleh karena itu, ayat ini menjadi pengingat abadi: meskipun kita mampu membangun peradaban besar, kita harus selalu ingat bahwa kembali kepada Allah dalam keadaan apapun adalah kepastian, dan kehormatan kita berasal dari Pencipta, bukan dari bahan baku kita.

Ayat-ayat selanjutnya dalam Al-Hijr melanjutkan narasi tentang penciptaan, terutama tiupan ruh yang memberikan kehidupan, memantapkan bahwa manusia adalah ciptaan yang istimewa di antara makhluk lainnya.

🏠 Homepage