Akhlak adalah cerminan sejati dari keimanan seseorang. Dalam Islam, terdapat dua kategori utama akhlak: Akhlak Mahmudah (terpuji) dan Akhlak Mazmumah (tercela atau buruk). Mengenali dan menjauhi akhlak mazmumah adalah langkah fundamental menuju kesucian jiwa dan kedekatan dengan Tuhan.
Akhlak mazmumah sering kali berakar dari hawa nafsu yang tidak terkontrol dan egoisme. Sifat-sifat ini tidak hanya merusak hubungan vertikal kita dengan Sang Pencipta, tetapi juga menghancurkan harmoni dalam interaksi sosial kita sehari-hari. Berikut adalah 10 contoh utama akhlak mazmumah yang patut kita waspadai dan perangi dari diri kita sendiri.
10 Contoh Akhlak Mazmumah yang Harus Dihindari
-
Syirik (Menyekutukan Allah)
Ini adalah dosa terbesar. Syirik adalah menempatkan sesuatu atau seseorang pada kedudukan yang seharusnya hanya milik Allah, baik dalam ibadah maupun dalam pengharapan mutlak.
-
Kufur Nikmat
Sikap tidak tahu terima kasih atas segala karunia yang telah diberikan oleh Allah, baik berupa kesehatan, rezeki, maupun kesempatan hidup. Kufur nikmat seringkali muncul dalam bentuk kesombongan atau merasa bahwa semua pencapaian adalah murni hasil usaha sendiri.
-
Riya' (Pamer)
Melakukan amal ibadah (seperti sedekah, shalat, atau membaca Al-Qur'an) dengan tujuan dilihat dan dipuji oleh manusia, bukan karena mencari keridhaan Allah semata. Riya' merusak nilai pahala perbuatan tersebut.
-
Hasad (Dengki)
Perasaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan kenikmatan atau kebaikan, dan harapan agar kenikmatan tersebut hilang dari mereka. Dengki adalah penyakit hati yang sangat merusak kedamaian batin.
-
Ghibah (Menggunjing)
Membicarakan keburukan atau aib seseorang di belakangnya, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya. Ghibah adalah pengkhianatan terhadap kehormatan seseorang.
-
Namimah (Adu Domba)
Menyebarkan ucapan atau fitnah dengan tujuan memisahkan dua pihak atau merusak hubungan antara sesama manusia. Sifat ini seringkali dipicu oleh hasad atau kepentingan pribadi.
-
Sombong (Takabbur)
Merasa diri lebih unggul daripada orang lain, baik dalam hal ilmu, keturunan, harta, maupun status sosial. Kesombongan menolak kebenaran dan meremehkan sesama makhluk Allah.
-
Ujub (Berbangga Diri)
Rasa kagum dan bangga yang berlebihan terhadap amal kebaikan atau kelebihan diri sendiri. Ujub mirip dengan riya', namun ujub terjadi di dalam hati sementara riya' diekspresikan secara lahiriah.
-
Rakus dan Tamak (Serakah)
Keinginan yang berlebihan untuk mengumpulkan harta dunia tanpa merasa pernah cukup, serta enggan untuk berbagi atau bersyukur atas apa yang dimiliki.
-
Malas dan Berputus Asa
Sikap enggan beribadah atau beramal saleh karena rasa malas yang mendalam, serta mudah patah semangat dan berputus asa dari rahmat Allah ketika menghadapi kesulitan.
Dampak Penghancuran Akhlak Mazmumah
Mengapa akhlak-akhlak tercela ini begitu berbahaya? Sebab, mereka bekerja secara sistematis untuk mengisolasi diri dari kebaikan. Seseorang yang didominasi kesombongan akan menolak nasihat, membuatnya sulit untuk memperbaiki diri. Sementara itu, sifat ghibah dan namimah akan menumbuhkan permusuhan dan kebencian di tengah masyarakat. Ketika hati sudah dipenuhi racun-racun akhlak mazmumah, ibadah yang dilakukan sekalipun—seperti shalat dan puasa—menjadi kering karena niatnya telah ternoda oleh motif duniawi.
Memerangi akhlak mazmumah memerlukan kesadaran yang tinggi, introspeksi diri yang jujur (muhasabah), dan usaha keras untuk menggantinya dengan lawan katanya yang terpuji (akhlak mahmudah). Misalnya, mengganti dengki dengan menahan diri atau bahkan mendoakan kebaikan bagi orang yang didengki, serta mengganti kesombongan dengan kerendahan hati dan menerima kebenaran dari mana pun ia datang.
Kesimpulannya, pembersihan jiwa dari 10 contoh akhlak mazmumah di atas adalah sebuah perjalanan seumur hidup. Ini adalah medan jihad terbesar seorang mukmin, sebab musuh yang paling dekat dan paling licik adalah hawa nafsunya sendiri yang sering dibisikkan oleh godaan buruk tersebut.