Dalam menjalani kehidupan, menjaga kualitas diri melalui akhlakul karimah (akhlak yang terpuji) adalah kunci utama. Namun, godaan untuk terjerumus pada kebiasaan buruk atau akhlak tercela sangatlah nyata. Akhlak-akhlak ini, jika dibiarkan, dapat merusak hubungan dengan sesama, menjauhkan dari ketenangan batin, serta menimbulkan kerugian spiritual.
Penting bagi setiap individu untuk secara sadar mengidentifikasi dan berupaya meninggalkan perilaku-perilaku negatif ini. Berikut adalah daftar 20 akhlak tercela yang perlu kita hindari dan perbaiki secara berkelanjutan:
Daftar 20 Akhlak Tercela
- Kesombongan (Kibr): Merasa diri lebih baik dari orang lain.
- Riya': Melakukan perbuatan baik hanya untuk dilihat dan dipuji orang lain.
- Ujub: Merasa kagum dan bangga atas kebaikan diri sendiri.
- Ghibah (Menggunjing): Membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka.
- Namimah (Adu Domba): Menyebarkan berita bohong untuk memecah belah persatuan.
- Hasad (Dengki): Tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat.
- Tamak (Serakah): Keinginan berlebihan terhadap harta dunia tanpa rasa syukur.
- Kikir (Bakhil): Enggan berbagi harta yang dimilikinya meskipun mampu.
- Marah yang Tidak Terkendali: Melepaskan emosi secara destruktif.
- Ghadzab (Kemarahan): Rasa jengkel yang berlebihan yang menghalangi kebenaran.
- Bakhil Lisan: Pelit dalam memberikan pujian atau perkataan baik.
- Sikap Meremehkan (Ittiham): Selalu berprasangka buruk terhadap niat orang lain.
- Kecurangan: Tidak jujur dalam berjanji, berdagang, atau bermuamalah.
- Mengingkari Janji: Tidak menepati komitmen yang telah dibuat.
- Penyebar Kebohongan (Kadzzab): Seringkali berbicara dusta.
- Sifat Malas (Kasalan): Menunda-nunda pekerjaan baik atau kewajiban.
- Hasrat Duniawi Berlebihan: Cinta dunia yang melalaikan akhirat.
- Sikap Menghina: Merendahkan martabat orang lain dengan perkataan atau perbuatan.
- Pamrih (Mengharap Balasan): Melakukan kebaikan hanya demi imbalan duniawi.
- Jidal (Suka Berdebat): Senang membantah dan mencari-cari celah kesalahan orang lain tanpa tujuan yang benar.
Pentingnya Menjauhi Perilaku Negatif
Daftar di atas merupakan penyakit hati yang jika dibiarkan akan tumbuh subur. Akhlak tercela seringkali menjadi akar dari berbagai konflik sosial. Sebagai contoh, ghibah dan namimah dapat meruntuhkan kepercayaan antarwarga, sementara kesombongan menghalangi seseorang menerima kebenaran. Perbaikan dimulai dari kesadaran diri yang jujur.
Untuk memerangi akhlak tercela, diperlukan usaha mujahadah (perjuangan keras) yang didukung dengan muhasabah (introspeksi diri) rutin. Ketika kita berhasil membuang satu sifat buruk, kita membuka ruang bagi tumbuhnya satu sifat baik. Proses ini menuntut kesabaran, sebab mengubah kebiasaan yang sudah tertanam bukanlah hal yang mudah. Tujuannya adalah mencapai ketenangan batin dan ridha Ilahi, karena akhlak adalah cerminan sejati dari kualitas keimanan seseorang.