Ziarah kubur merupakan praktik spiritual yang lazim dilakukan di berbagai budaya, terutama dalam tradisi Islam dan kepercayaan lokal di Indonesia. Salah satu elemen yang sering dibawa dan digunakan saat mengunjungi makam leluhur atau orang terkasih adalah air mawar. Penggunaan air mawar ini bukan sekadar tradisi tanpa makna, melainkan sarat dengan simbolisme penghormatan, penyucian, dan memori keharuman almarhum.
Secara historis, bunga mawar dan turunannya telah lama dikenal karena wanginya yang khas dan kemampuannya memberikan efek menenangkan. Dalam konteks ziarah, air mawar yang disiramkan ke batu nisan atau area sekitar makam memiliki beberapa tujuan mendasar yang berkaitan erat dengan penghormatan kepada almarhum.
Pemilihan air mawar dibandingkan air biasa atau wewangian lain didasarkan pada beberapa alasan utama:
Prosedur penggunaan air mawar saat mengunjungi kuburan cenderung sederhana namun dilakukan dengan penuh khidmat. Umumnya, peziarah membawa botol kecil berisi air mawar, seringkali dicampur sedikit air biasa agar tidak terlalu pekat.
Setelah membersihkan nisan dari debu atau kotoran menggunakan air biasa, barulah air mawar dituangkan secara perlahan. Ritual ini biasanya didahului dengan pembacaan doa atau tahlil. Tujuannya adalah agar energi positif dan aroma wangi air mawar menyertai doa yang dipanjatkan. Tidak jarang, peziarah juga menaburkan kelopak bunga mawar segar bersamaan dengan penyiraman air tersebut.
Penting untuk dicatat bahwa air mawar yang digunakan umumnya adalah ekstrak bunga mawar alami atau produk yang mengandung esens mawar tanpa alkohol tinggi (yang sering ditemukan dalam parfum komersial). Penggunaan wewangian beralkohol tinggi pada makam terkadang dihindari dalam beberapa pandangan keagamaan karena dianggap kurang sesuai untuk area yang disucikan. Air mawar, dengan sifatnya yang alami dan berbasis air, dianggap lebih netral dan mendekati unsur alamiah.
Di luar aspek ritualistik, air mawar memiliki ikatan emosional yang kuat. Mungkin almarhum semasa hidupnya sangat menyukai aroma mawar, atau air mawar pernah menjadi bagian penting dalam kenangan bersama. Dengan membawa aroma tersebut ke kuburan, peziarah merasa seolah-olah sedang berbagi momen sederhana dengan orang yang mereka rindukan. Aroma berfungsi sebagai pemicu memori yang kuat, membawa kembali kenangan akan kebaikan dan kehangatan almarhum.
Penggunaan air mawar buat kuburan adalah cerminan dari kebutuhan manusia untuk melakukan ritual yang bermakna sebagai jembatan antara dunia yang hidup dan dunia yang telah berpulang. Ini adalah cara yang lembut dan anggun untuk menyampaikan rasa cinta abadi dan harapan agar almarhum beristirahat dalam ketenangan yang harum.