Jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman pangan terpenting di dunia. Meskipun perhatian utama sering tertuju pada tongkol dan bijinya yang kaya karbohidrat, kekuatan sejati tanaman ini sesungguhnya terletak di bawah permukaan tanah: pada akar jagung. Jaringan akar yang kompleks dan masif ini adalah kunci keberhasilan budidaya jagung, mempengaruhi penyerapan nutrisi, stabilitas tanaman, dan ketahanan terhadap stres lingkungan.
Representasi skematis dari sistem perakaran jagung yang menjalar dalam tanah.
Struktur Kompleks dan Fungsi Vital
Sistem akar jagung terbagi menjadi dua jenis utama yang bekerja secara sinergis. Pertama, akar embrionik (radikula) yang membentuk sistem akar primer pada tahap awal pertumbuhan. Namun, pada jagung, sistem ini cepat digantikan oleh sistem akar adventif yang jauh lebih penting, yaitu akar tunjang atau akar tajuk (prop roots) dan akar nodus.
Akar tunjang muncul dari buku-buku batang di atas permukaan tanah. Mereka menembus ke dalam tanah, memberikan jangkar mekanis yang luar biasa. Inilah yang membuat tanaman jagung, terutama varietas hibrida yang tinggi, mampu menahan terpaan angin kencang tanpa mudah rebah (lodging). Kekuatan struktur ini sangat vital saat tanaman mulai berbuah dan memiliki beban yang signifikan.
Efisiensi Penyerapan Air dan Nutrisi
Fungsi utama akar, terlepas dari jenis tanamannya, adalah sebagai organ penyerapan. Jaringan akar jagung dirancang untuk efisiensi maksimum. Massa akar jagung bisa sangat besar; dalam kondisi optimal, sistem akar dari satu tanaman dapat menyebar hingga radius satu meter dan kedalaman satu hingga dua meter. Jaringan akar serabut yang padat ini memaksimalkan luas permukaan kontak dengan tanah.
Penyerapan air sangat krusial, terutama pada fase pengisian biji. Jika terjadi cekaman kekeringan selama fase ini, hasil panen akan menurun drastis. Akar yang dalam memungkinkan tanaman mengakses cadangan air dari lapisan tanah yang lebih bawah yang tidak mudah menguap. Selain air, nutrisi makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) diserap melalui proses aktif dan pasif oleh akar. Ketersediaan Fosfor, yang cenderung kurang bergerak di dalam tanah, sangat bergantung pada seberapa dekat akar dapat menjangkau partikel tanah yang mengandung unsur tersebut.
Peran dalam Kesehatan Tanah
Akar jagung tidak hanya menyerap, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga struktur tanah. Serat-serat akar yang menyebar dan kemudian mati akan terdekomposisi, meninggalkan pori-pori di dalam tanah. Pori-pori ini meningkatkan aerasi (pertukaran gas) dan infiltrasi air. Tanah yang memiliki struktur baik akibat aktivitas perakaran cenderung lebih mudah dikerjakan dan memiliki daya serap air hujan yang lebih tinggi, mengurangi risiko limpasan permukaan dan erosi.
Selain itu, akar jagung juga berinteraksi dengan mikroorganisme tanah. Mereka melepaskan eksudat—senyawa organik yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri dan jamur di zona perakaran (rizosfer). Interaksi mutualistik, misalnya dengan mikoriza arbuskular, dapat meningkatkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi tertentu, khususnya Fosfor, sebagai imbalan atas pasokan karbohidrat yang dihasilkan dari fotosintesis.
Implikasi Agronomi: Pengelolaan Perakaran
Memahami anatomi dan fisiologi akar jagung memberikan panduan penting bagi petani. Pengelolaan tanaman yang baik harus memperhatikan kesehatan perakaran. Pemadatan tanah (soil compaction) adalah musuh utama akar jagung. Tanah yang padat membatasi penetrasi akar, mengurangi ketersediaan oksigen, dan memaksa akar tumbuh dangkal, membuat tanaman rentan terhadap kekeringan dan angin.
Oleh karena itu, praktik konservasi tanah seperti tanam tanpa olah tanah (no-tillage) atau olah tanah minimum, jika dilakukan dengan benar, dapat mempertahankan struktur tanah yang mendukung perkembangan akar yang dalam dan luas. Pengaturan waktu pemupukan juga sangat penting. Memberikan pupuk dalam dosis tepat pada fase pertumbuhan akar aktif memastikan tanaman dapat memanfaatkan nutrisi tersebut sebelum terjadi kompetisi yang lebih besar atau sebelum unsur hara tercuci.
Secara keseluruhan, akar jagung adalah sistem pendukung hidup yang luar biasa efisien. Dari menahan badai hingga menjadi gerbang nutrisi esensial, sistem akar inilah yang menentukan apakah benih jagung akan bertransformasi menjadi panen yang melimpah atau justru gagal berkembang. Mengelola tanah berarti mengelola akar, dan mengelola akar berarti menjamin masa depan tanaman jagung.