Jagung (*Zea mays*) adalah salah satu tanaman pangan terpenting di dunia. Keberhasilannya dalam menghasilkan biji-bijian berkualitas sangat bergantung pada sistem penopangnya di bawah permukaan tanah, yaitu **akar jagung**. Memahami apa itu akar jagung, bagaimana strukturnya, dan apa fungsinya adalah kunci untuk mengoptimalkan budidaya dan hasil panen.
Apa Itu Akar Jagung?
Secara umum, akar jagung adalah organ tanaman yang tumbuh ke bawah, berfungsi sebagai jangkar fisik dan jalur utama untuk penyerapan nutrisi serta air dari media tanam (tanah). Berbeda dengan beberapa tanaman lain yang memiliki akar tunggang dominan, sistem akar jagung diklasifikasikan sebagai sistem **akar serabut (fibrous root system)**.
Sistem akar serabut ditandai dengan tidak adanya satu akar utama yang menonjol. Sebaliknya, ia terdiri dari ribuan akar kecil yang menyebar secara horizontal dan vertikal dari pangkal batang. Struktur ini sangat efisien dalam menutupi area permukaan tanah yang luas, memfasilitasi penyerapan yang merata.
Dua Jenis Utama Akar Jagung
Sistem perakaran jagung berkembang melalui dua tahap utama yang berbeda secara fungsional dan posisi tumbuhnya:
1. Akar Embrionik (Akar Primer)
Ini adalah akar pertama yang muncul dari biji jagung ketika proses perkecambahan dimulai. Akar embrionik sangat penting untuk tahap awal kehidupan bibit. Jika akar ini rusak atau tidak berkembang baik, kelangsungan hidup tanaman muda sangat terancam.
- **Akar Radikula:** Akar pertama yang muncul dari bakal akar benih.
- **Akar Sekunder:** Akar yang tumbuh dari radikula, membentuk dasar dari sistem akar dalam fase perkecambahan.
2. Akar Nodus (Akar Sekunder/Akar Tunjang)
Ini adalah karakteristik paling khas dari sistem perakaran jagung. Akar nodus, atau sering juga disebut akar adventif, mulai tumbuh dari ruas-ruas batang yang terletak di bawah permukaan tanah. Akar ini mulai aktif setelah tanaman memasuki fase vegetatif awal (sekitar V3 hingga V5).
Akar nodus memiliki peran krusial. Seiring pertumbuhan tanaman menjadi tinggi dan berat (terutama setelah pembentukan tongkol), akar ini berfungsi sebagai **akar penunjang (brace roots)** yang memberikan stabilitas mekanis luar biasa, mencegah tanaman roboh tertiup angin kencang atau tumbang akibat beratnya sendiri.
Fungsi Vital Akar Jagung
Akar jagung menjalankan beberapa fungsi biologis dan mekanis yang tidak tergantikan bagi pertumbuhan tanaman:
- **Penyerapan Air:** Akar memiliki bulu-bulu akar (root hairs) yang berfungsi maksimal menyerap molekul air dari tanah. Jagung dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan banyak air, sehingga efisiensi penyerapan akar sangat menentukan.
- **Penyerapan Nutrisi:** Akar bertanggung jawab dalam mengambil unsur hara esensial seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan mikronutrien lainnya yang terlarut dalam air tanah.
- **Fiksasi dan Stabilitas:** Seperti yang telah disebutkan, akar serabut dan akar tunjang saling terkait untuk memegang tanah dengan kuat. Pada jagung dewasa, sistem akar yang sehat dapat mencapai kedalaman hingga 1,5 meter, meskipun sebagian besar nutrisi diserap pada kedalaman 30-60 cm.
- **Sintesis Hormon:** Akar juga memproduksi hormon tumbuhan, seperti sitokinin, yang berperan penting dalam mengatur pembelahan sel dan pertumbuhan bagian atas tanaman.
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Akar
Kesehatan sistem perakaran sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di zona perakaran:
- **Aerasi Tanah:** Jagung sangat sensitif terhadap kondisi anoksik (kekurangan oksigen). Tanah yang padat atau tergenang air akan menghambat pertumbuhan akar dan memicu pembusukan.
- **Kandungan Bahan Organik:** Tanah yang kaya bahan organik mendukung perkembangan mikroorganisme menguntungkan dan meningkatkan struktur tanah, yang memudahkan penetrasi akar.
- **pH Tanah:** pH ideal untuk penyerapan nutrisi maksimal oleh akar jagung berkisar antara 6.0 hingga 7.0.
- **Kepadatan Tanah:** Tanah yang terlalu padat (tinggi pemadatan) secara fisik menghalangi akar untuk menembus lebih dalam dan menyebar, mengurangi area serapan.
Kesimpulannya, **akar jagung adalah** sistem perakaran serabut yang kompleks, terdiri dari akar embrionik dan akar nodus penunjang. Peranannya tidak hanya sebatas penyerapan dasar, tetapi juga sebagai fondasi struktural yang memungkinkan tanaman jagung yang tinggi dapat bertahan dalam berbagai kondisi cuaca dan medan pertanian.