Mengenal Kekuatan dan Keunikan Akar Pohon Nangka

Permukaan Tanah Ilustrasi skematis akar pohon nangka yang kuat mencengkeram tanah

Ilustrasi Sistem Perakaran Pohon Nangka

Pohon nangka (Artocarpus heterophyllus) dikenal luas di Indonesia, bukan hanya karena buahnya yang lezat dan aromatik, tetapi juga karena keberadaan struktur di bawah tanahnya: akar pohon nangka. Meskipun jarang menjadi sorotan utama, sistem perakaran pohon nangka memegang peranan krusial dalam menopang pohon raksasa ini serta memengaruhi lingkungan di sekitarnya.

Struktur dan Kedalaman Akar

Seperti kebanyakan pohon besar tropis, pohon nangka memiliki sistem perakaran yang menyebar luas dan relatif dangkal, terutama ketika tumbuh di tanah yang gembur. Akar utamanya berfungsi sebagai jangkar yang kokoh, memastikan pohon setinggi puluhan meter ini tidak mudah tumbang diterpa angin kencang. Namun, dalam banyak kasus, sebagian besar akar penyerap air dan nutrisi (akar serabut) akan menyebar secara horizontal hingga jarak yang melebihi lebar tajuk pohon.

Meskipun demikian, jika kondisi tanah lapisan atas padat atau tergenang air, pohon nangka akan mengembangkan akar tunggang yang lebih dalam untuk mencari stabilitas dan cadangan air. Kemampuan adaptasi ini menjadikan pohon nangka sangat tangguh di berbagai kondisi agroklimat. Perlu dicatat bahwa keberadaan akar pohon nangka yang menyebar luas sering kali menjadi pertimbangan penting saat merencanakan pembangunan dekat area pohon dewasa.

Peran Ekologis Akar Nangka

Selain fungsi struktural, akar pohon nangka memiliki peran ekologis yang signifikan. Sebagai pohon berkayu keras, sistem perakaran yang ekstensif sangat efektif dalam mencegah erosi tanah. Akar-akar ini bekerja seperti jaring alami yang mengikat partikel tanah, menjaga kesuburan lapisan atas tanah, khususnya di lereng atau area dengan curah hujan tinggi.

Selain itu, akar juga berperan dalam siklus hidrologi. Mereka menyerap sejumlah besar air hujan, mengurangi limpasan permukaan, dan membantu proses infiltrasi air ke dalam lapisan tanah yang lebih dalam. Keberadaan nangka di pekarangan sering kali memperbaiki kualitas tanah di sekitarnya karena kemampuannya mendistribusikan nutrisi secara lebih merata di zona perakaran yang luas.

Akar dalam Perspektif Budidaya dan Pengobatan

Dalam konteks budidaya buah, kesehatan akar pohon nangka adalah indikator utama kesehatan pohon secara keseluruhan. Akar yang sehat ditandai dengan tidak adanya penyakit jamur atau serangan hama seperti rayap. Petani sering kali perlu memperhatikan drainase tanah untuk mencegah pembusukan akar (root rot), masalah umum pada pohon buah-buahan tropis jika media tanam terlalu basah.

Menariknya, dalam pengobatan tradisional masyarakat tertentu, bagian dari akar pohon nangka juga dipercaya memiliki khasiat. Meskipun tidak sepopuler buah atau daunnya, ekstrak dari akar pohon nangka dilaporkan digunakan secara lokal untuk mengatasi masalah pencernaan atau sebagai bahan ramuan penenang. Tentu saja, penggunaan ini memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk validasi medisnya.

Menghindari Konflik dengan Infrastruktur

Salah satu tantangan terbesar dalam menanam pohon nangka di area urban adalah potensi konflik antara pertumbuhan akar pohon nangka dengan infrastruktur buatan manusia. Karena penyebarannya yang masif, akar yang mencari air dan nutrisi dapat merusak pipa air, saluran pembuangan, atau pondasi bangunan jika ditanam terlalu dekat. Jarak tanam yang ideal sangat dianjurkan, sering kali minimal 5 hingga 7 meter dari struktur permanen.

Memahami dinamika pertumbuhan akar adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat pohon nangka sambil meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur. Membiarkan pohon nangka tumbuh dengan sistem perakaran yang bebas adalah cara terbaik untuk menjamin umur panjang pohon dan ketahanan strukturnya.

🏠 Homepage