Dalam ajaran Islam, pembentukan karakter (akhlak) memegang peranan sentral. Kualitas diri seseorang tercermin dari cara ia berinteraksi dengan Tuhan dan sesama manusia. Secara garis besar, akhlak dibagi menjadi dua kategori utama: akhlak mazmumah (akhlak tercela) dan akhlak mahmudah (akhlak terpuji). Memahami perbedaan mendasar kedua jenis akhlak ini adalah langkah awal menuju perbaikan diri yang berkelanjutan.
Akhlak mazmumah merujuk pada segala perilaku, watak, atau sifat yang dinilai buruk, tercela, dan dilarang dalam pandangan syariat Islam. Sifat-sifat ini cenderung merusak hubungan vertikal seorang hamba dengan Tuhannya dan merusak hubungan horizontal antar sesama makhluk. Mengembangkan akhlak mazmumah akan menjauhkan seseorang dari keberkahan dan kebahagiaan sejati.
Berikut adalah beberapa contoh akhlak mazmumah yang harus dihindari:
Perilaku-perilaku tercela ini perlu dibasmi dari hati dengan kesadaran penuh dan niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebaliknya, akhlak mahmudah adalah segala sifat, perilaku, dan watak yang mulia, terpuji, dan dianjurkan untuk dimiliki oleh setiap Muslim. Akhlak ini merupakan cerminan keimanan yang kuat dan merupakan buah dari hasil perjuangan melawan hawa nafsu (jihad an-nafs). Rasulullah SAW diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak, sehingga akhlak mahmudah menjadi tolok ukur tertinggi dalam menilai kualitas keislaman seseorang.
Membangun akhlak mulia memerlukan proses yang kontinu. Beberapa contoh akhlak mahmudah yang sangat ditekankan antara lain:
Mengamalkan akhlak mahmudah tidak hanya mendatangkan pahala di akhirat, tetapi juga menciptakan kedamaian, kepercayaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial di dunia.
Kehidupan seorang Mukmin adalah perjalanan dinamis antara dorongan hawa nafsu yang cenderung pada mazmumah dan panggilan nurani serta wahyu menuju mahmudah. Keseimbangan ini sangat krusial. Jika didominasi oleh akhlak mazmumah, individu tersebut akan terjerumus dalam kehinaan dan kegagalan spiritual. Sebaliknya, konsistensi dalam menanamkan akhlak mahmudah akan menjadikan seseorang pribadi yang diridhai Allah dan dicintai sesama manusia.
Proses pembersihan diri dari sifat tercela dan penanaman sifat terpuji harus dimulai dari introspeksi diri secara rutin. Dengan memohon pertolongan Allah, seorang Muslim dapat secara bertahap mengubah wataknya menjadi pribadi yang memiliki karakter mulia, menjadi cerminan terbaik dari ajaran agamanya.