Ilustrasi: Dasar-dasar keyakinan yang kuat.
Akidah adalah fondasi atau dasar dari agama Islam. Dalam bahasa Arab, kata 'akidah' berarti ikatan atau sesuatu yang diyakini dengan teguh. Untuk anak kelas 4 sekolah dasar, akidah diajarkan sebagai landasan utama yang membedakan seorang Muslim dari yang lain. Ini adalah tentang apa yang harus kita yakini dalam hati, kita ucapkan dengan lisan, dan kita buktikan dengan perbuatan.
Di usia ini, anak-anak mulai mampu memahami konsep abstrak, sehingga materi akidah difokuskan pada pengenalan Rukun Iman secara bertahap. Jika ibadah (seperti shalat dan puasa) adalah praktik, maka akidah adalah alasan mengapa kita melakukan praktik tersebut.
Inti dari pelajaran akidah kelas 4 adalah menghafal dan memahami makna dari Rukun Iman. Rukun Iman adalah enam pokok keyakinan yang wajib diimani oleh setiap Muslim. Memahami Rukun Iman sama pentingnya dengan memahami Rukun Islam. Berikut adalah keenamnya:
Mengapa akidah harus diajarkan sejak dini? Akidah berfungsi sebagai kompas moral dan spiritual bagi anak. Ketika anak memahami bahwa semua tindakannya diawasi oleh Allah dan akan ada pertanggungjawaban, hal ini membentuk karakter yang jujur, bertanggung jawab, dan takut melakukan perbuatan buruk.
Bagi siswa kelas 4, pembelajaran akidah membantu mereka:
Mempelajari akidah tidak boleh hanya teori di dalam buku. Guru dan orang tua harus selalu memberikan contoh nyata. Misalnya, ketika anak melihat pelangi, ini bisa dijadikan contoh keimanan kepada Allah sebagai Pencipta keindahan alam. Ketika anak membantu temannya yang kesusahan, ini adalah cerminan iman kepada Malaikat dan Rasul yang mengajarkan kebaikan.
Memahami Qada dan Qadar juga penting. Jika anak tidak lulus ujian meskipun sudah belajar keras, ajarkan bahwa ia sudah berusaha maksimal (ikhtiar), dan hasilnya adalah ketetapan Allah. Ini mengajarkan ketabahan dan menghilangkan sifat menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.
Akidah kelas 4 adalah fondasi yang kokoh. Jika fondasi ini kuat, cabang-cabang ilmu agama lainnya, seperti akhlak dan fikih, akan tumbuh dengan baik di atasnya. Dengan akidah yang benar, seorang anak akan tumbuh menjadi individu yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.