Ikan arwana, dengan keindahan dan prestisenya, telah lama menjadi primadona di kalangan penghobi ikan hias. Keberadaannya sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran. Bagi para pehobi yang serius atau bahkan ingin memulai usaha budidaya, pemahaman mendalam mengenai cara budidaya ikan arwana di kolam beton menjadi kunci utama. Kolam beton menawarkan kestabilan dan durabilitas yang sangat dibutuhkan untuk memelihara ikan bernilai tinggi ini.
Kolam beton memiliki beberapa keunggulan signifikan dibandingkan jenis kolam lainnya, terutama untuk budidaya arwana:
Langkah pertama yang krusial adalah perencanaan matang. Tentukan lokasi kolam yang terkena sinar matahari tidak langsung namun tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Ukuran kolam harus memadai, idealnya dengan kedalaman minimal 1 meter untuk arwana dewasa. Dinding dan dasar kolam harus dilapisi semen berkualitas baik dan diaci halus untuk mencegah iritasi pada ikan. Pastikan kolam dilengkapi dengan sistem filterasi dan aerasi yang memadai.
Setelah konstruksi selesai, kolam perlu disterilkan dan diisi air. Proses pengisian air sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tambahkan garam ikan (NaCl) dengan dosis yang tepat untuk membantu proses desinfeksi dan mengurangi stres pada ikan. pH air ideal untuk arwana berkisar antara 6,5 hingga 7,5. Lakukan uji kualitas air secara rutin sebelum memasukkan benih arwana.
Kualitas benih arwana sangat menentukan keberhasilan budidaya. Pilihlah benih dari indukan yang sehat dan bebas penyakit. Perhatikan ciri-ciri benih yang baik, seperti tubuh proporsional, gerakan lincah, sirip mengembang sempurna, dan tidak ada cacat fisik. Dapatkan benih dari sumber terpercaya atau balai benih bersertifikat.
Proses aklimatisasi sangat penting sebelum benih arwana ditebar ke dalam kolam. Masukkan kantong berisi benih arwana ke dalam kolam selama 15-30 menit agar suhu air dalam kantong menyesuaikan dengan suhu kolam. Setelah itu, lepaskan benih secara perlahan ke dalam kolam. Hindari menebar benih terlalu banyak dalam satu kolam untuk mencegah persaingan dan stres.
Arwana adalah ikan karnivora. Pakan yang diberikan harus bervariasi dan kaya nutrisi. Pakan hidup seperti jangkrik, udang, kelabang, dan ikan kecil (misalnya ikan cere) sangat disukai arwana. Pakan buatan seperti pelet khusus arwana juga bisa menjadi alternatif. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2-3 kali sehari dengan jumlah yang disesuaikan agar tidak ada sisa pakan yang mengendap dan mengotori kolam.
Kualitas air adalah faktor paling vital dalam budidaya arwana. Lakukan penggantian air secara rutin, sekitar 20-30% dari volume kolam setiap minggu. Gunakan air bersih dan pastikan sudah diendapkan atau diolah untuk menghilangkan klorin. Sistem filtrasi seperti filter mekanis, biologis, dan kimia harus bekerja optimal. Monitoring parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan amonia secara berkala sangat disarankan.
Ikan arwana rentan terhadap beberapa penyakit seperti jamur, bakteri, dan parasit. Jaga kebersihan kolam dan kualitas air untuk mencegah timbulnya penyakit. Jika ikan terlihat lesu, kehilangan nafsu makan, atau menunjukkan kelainan fisik, segera identifikasi penyebabnya. Pengobatan dapat dilakukan dengan penambahan garam ikan, obat-obatan khusus, atau karantina ikan yang sakit.
Budidaya ikan arwana di kolam beton memerlukan ketelatenan, pengetahuan, dan komitmen. Dengan perencanaan yang matang, konstruksi kolam yang tepat, serta pengelolaan yang baik mulai dari pemilihan benih, pemberian pakan, hingga menjaga kualitas air, peluang keberhasilan budidaya arwana akan semakin terbuka lebar. Kolam beton menjadi fondasi yang kokoh untuk mewujudkan impian Anda dalam memelihara dan membudidayakan ikan arwana yang memukau.