Memahami Keagungan Ilahi: Al Hijr Ayat 15

Ilustrasi Simbolis Ketetapan Allah Gambar simbolis berupa lingkaran besar (melambangkan keagungan) yang dikelilingi oleh pola kecil tak terhingga (melambangkan keragaman ciptaan) di bawah cahaya tunggal. Qadar

Pengantar Surah Al-Hijr

Surah Al-Hijr (Batu yang Dipahat) adalah surah ke-15 dalam Al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Mekkah dan mengandung banyak pelajaran penting mengenai keesaan Allah, kekuasaan-Nya atas ciptaan, serta peringatan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya. Salah satu tema sentral dalam surah ini adalah penetapan takdir dan janji Allah SWT bahwa Dia adalah sebaik-baik perencana.

Di tengah pembahasan mengenai umat-umat terdahulu yang diazab karena kekufuran, Allah SWT mengingatkan Nabi Muhammad SAW dan umatnya tentang kepastian pertolongan dan janji-Nya. Dalam konteks inilah, kita menemukan Al Hijr ayat 15 dan artinya, sebuah ayat yang menegaskan superioritas mutlak Allah atas segala rencana makhluk-Nya.

Teks Al Hijr Ayat 15

Berikut adalah teks Arab dari Al Hijr ayat ke-15, diikuti dengan bacaan latin dan terjemahannya:

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ

Bacaan Latin: Wa lau fataḥnā ‘alaihim bāban minas-samā’i faẓallū fīhi ya‘rujūn(a).

Artinya: Dan seandainya Kami bukakan kepada mereka suatu pintu dari langit, lalu mereka berada di sana naik ke atas (ke sana),

Makna dan Penjelasan Mendalam

Ayat ini sering dibaca bersamaan dengan ayat sebelumnya (ayat 14) untuk membentuk satu kesatuan makna yang kuat mengenai ketidakpercayaan kaum musyrik Makkah terhadap kenabian Muhammad SAW. Jika pada ayat 14 disebutkan bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah ditipu (oleh sihir)," maka ayat 15 memberikan bantahan hipotetis yang sangat kuat.

Bantahan Hipotetis

Allah SWT menggunakan sebuah perumpamaan yang luar biasa. Bayangkan jika orang-orang yang mendustakan itu diberi izin untuk menembus langit, seolah-olah ada tangga atau pintu ajaib yang terbuka lebar di hadapan mereka, dan mereka bisa naik ke sana sesuka hati mereka (ya’rujūn). Secara harfiah, ini adalah gambaran kemampuan supranatural yang melampaui batas kemampuan manusia biasa.

Apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa meskipun mereka diberikan bukti fisik yang paling spektakuler—bahkan jika mereka bisa terbang menembus lapisan atmosfer dan melihat alam gaib atau kebesaran Allah secara langsung—hal itu tidak akan mengubah keyakinan mereka yang sudah tertanam kuat dalam kesombongan dan penolakan.

Pelajaran Tentang Hidayah

Inti dari Al Hijr ayat 15 dan artinya adalah penegasan bahwa hidayah (petunjuk) berasal sepenuhnya dari kehendak dan izin Allah. Manusia tidak dapat dipaksa beriman. Jika hati sudah terkunci karena kesombongan atau hawa nafsu, melihat tanda-tanda kebesaran Allah sebanyak apapun tidak akan bermanfaat.

Para mufasir menjelaskan bahwa ayat ini mengandung dua makna penting:

  1. Penekanan Kekuasaan Allah: Ayat ini menunjukkan bahwa jika Allah menghendaki, Dia mampu memberikan bukti yang melampaui akal sehat manusia. Namun, karena mereka tetap keras kepala, bukti tersebut tidak akan pernah dihadirkan.
  2. Validitas Kenabian: Meskipun mereka meminta bukti yang luar biasa (seperti melihat malaikat atau menembus langit), Nabi Muhammad SAW tetap menyampaikan kebenaran tanpa perlu menunjukkan mukjizat yang bersifat memaksa keimanan tersebut.

Hubungan dengan Ayat Berikutnya

Ayat 15 ini kemudian dilanjutkan dengan ayat 16, yang berbunyi:

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandang (indah)."

Ayat 16 beralih dari bantahan hipotetis (mengapa mereka tidak beriman) menjadi penegasan faktual (seberapa agung ciptaan Allah). Allah menunjukkan keindahan dan keteraturan alam semesta, khususnya bintang-bintang yang dipasang secara harmonis, sebagai bukti nyata dari kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Keindahan ini ditujukan bagi mereka yang mau merenung (*lilnaẓirīn*).

Dengan demikian, Al Hijr ayat 15 berfungsi sebagai jembatan retoris. Ia menyatakan bahwa bukti terbesar pun takkan berguna bagi yang hati mereka sudah tertutup. Sebaliknya, bukti yang ada (seperti tata surya) sudah cukup bagi mereka yang mau memandang dengan hati yang terbuka dan mencari kebenaran.

Kesimpulan

Memahami Al Hijr ayat 15 dan artinya mengajarkan kita pelajaran penting tentang hakikat iman. Iman bukanlah tentang pemaksaan atau melihat keajaiban yang spektakuler setiap saat. Iman adalah penerimaan tulus terhadap kebenaran yang dibawa oleh wahyu ilahi, terlepas dari kondisi atau bukti empiris yang ekstrem.

Ayat ini mengingatkan bahwa kesombongan dan prasangka buruk dapat menjadi penghalang terbesar bagi seseorang untuk menerima kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu disajikan dengan cara yang paling menakjubkan sekalipun. Tugas kita adalah merenungkan ayat-ayat-Nya yang terhampar di alam semesta dan dalam Al-Qur'an, dan memohon agar hati kita selalu terbuka terhadap petunjuk-Nya.

🏠 Homepage