Menggali Makna Al-Isra Ayat 1 Hingga 6

Perjalanan yang Agung Ilustrasi perjalanan malam yang suci menuju tempat suci.

Pendahuluan: Keagungan Isra'

Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, membuka wahyu ilahinya dengan sebuah peristiwa luar biasa yang menjadi salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Ayat pertama dari surah ini (QS. Al-Isra: 1) menjadi saksi bisu atas perjalanan malam yang suci dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, yang dikenal sebagai Isra'.

Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik biasa, melainkan sebuah penegasan status kenabian dan penguatan jiwa Rasulullah setelah menghadapi ujian berat di Thaif. Ayat ini diawali dengan pujian tertinggi kepada Allah SWT, menunjukkan kesempurnaan kuasa-Nya yang mampu memindahkan hamba-Nya dalam sekejap mata.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ayat 2 & 3: Pemberian Taurat dan Keutamaan Nabi Musa

Setelah menegaskan keagungan Isra', ayat-ayat berikutnya (Ayat 2 dan 3) berfokus pada pemberian wahyu kepada Nabi Musa AS dan penetapan hukum bagi Bani Israil. Allah SWT menyebutkan pemberian kitab suci (Taurat) kepada Musa dan menjadikannya petunjuk bagi kaumnya. Selain itu, terdapat penekanan penting untuk tidak mengambil pelindung selain Allah, sekaligus peringatan bahwa Allah Maha Tahu atas segala perbuatan hamba-Nya.

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِن دُونِي وَكِيلًا (2) ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا (3)

Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku." (2) (Merekalah) keturunan orang-orang yang Kami selamatkan bersama Nuh. Sesungguhnya dia adalah seorang hamba (Allah) yang sangat bersyukur. (3)

Penyebutan Nabi Musa dan kesyukurannya berfungsi sebagai teladan bagi umat Islam. Syukur adalah kunci keberkahan, sebuah pelajaran penting yang ditekankan berulang kali dalam konteks interaksi antara Allah dan para nabi-Nya.

Ayat 4 & 5: Peringatan tentang Dua Kali Kehancuran Bani Israil

Ayat 4 dan 5 memberikan sebuah narasi historis peringatan keras. Allah memberitahukan bahwa Bani Israil telah melakukan kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali. Kerusakan pertama terjadi ketika mereka mulai menyebarkan kezaliman dan kesombongan. Akibatnya, Allah mengirimkan hamba-hamba-Nya yang memiliki kekuatan besar (sering ditafsirkan sebagai bangsa Babel atau Asyur) untuk menghancurkan permukiman mereka dan memporak-porandakan negeri.

Kemudian, setelah mereka diizinkan bangkit kembali, mereka melakukan kerusakan kedua kali, yang lebih parah dari yang pertama. Peringatan ini sangat relevan, menekankan bahwa konsekuensi dari pelanggaran batas-batas syariat Allah pasti akan datang, baik di dunia maupun di akhirat.

Ayat 6: Janji Pengulangan Kuasa Allah

Ayat keenam menutup rangkaian awal ini dengan janji bahwa setelah kehancuran kedua tersebut, Allah akan mengumpulkan mereka kembali dan memberi mereka kemenangan atas musuh-musuh mereka. Ayat ini memberikan harapan dan kepastian bahwa pertolongan Allah pasti datang, meski setelah periode penindasan yang panjang, sebagai respons atas keimanan dan kesabaran mereka yang masih tersisa.

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran mengalahkan mereka, dan Kami bantu kamu dengan harta benda dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. (6)

Hikmah Penting dari Al-Isra Ayat 1-6

Rangkaian ayat ini menawarkan beberapa dimensi pembelajaran mendalam. Pertama, menegaskan kemahakuasaan Allah melalui mukjizat Isra' Mi'raj. Kedua, menunjukkan bahwa kitab suci adalah petunjuk universal. Ketiga, memberikan pelajaran historis tentang konsekuensi kemaksiatan kolektif (kehancuran Bani Israil) dan janji pertolongan bagi yang teguh memegang kebenaran.

Bagi umat Islam, ayat-ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa perjalanan hidup ini penuh dengan tanda-tanda kebesaran Allah (ayat 1), bahwa keberhasilan sejati didasari rasa syukur (ayat 3), dan bahwa kezaliman di muka bumi tidak akan luput dari perhitungan ilahi (ayat 4 & 5).

🏠 Homepage